Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 56 : Morning!


__ADS_3

Killa baru selesai mandi dan bersiap. Ketika baru kembali ke dalam kamar. Tak sengaja dia melihat Marvin yang baru saja bangun dari tidur nya.


Killa melihat Marvin sedang menatap nya sedari tadi. Membuatnya menjadi salah tingkah sendiri. Killa sangat gugup.


"Morning!" tangan nya terangkat menyapa Marvin.


"Morning to!" jawabnya datar.


Gadis itu langsung berlari keluar dari dalam kamar. Dia sangat-sangat malu. Aughh! Killa untuk apa kau menyapa nya seperti itu? Sungguh memalukan, entah apa yang akan dia pikirkan tentangku!


"Ada apa dengannya? Kenapa dia terlihat gugup dengan wajah yang semerah tomat! Apa itu karena semalam? Sangat menggemaskan!" Marvin tersenyum tipis menatap nanar kepergian Killa.


"Tidak! Apa yang sudah kukatakan barusan? Aku kira dengan bangun di pagi ini, akan membuatku tersadar! Apakah aku sedang bermimpi?"


Marvin beranjak dari tempat tidur lalu berjalan kearah kamar mandi. Dia mandi dan bersiap untuk berangkat kerja.


***

__ADS_1


"Duduklah dan tunggu aku membuatkan mu sarapan! Maksudku membuatkan kalian semua sarapan!" Killa tersenyum pada Ken dan juga Naya yang baru saja keluar dari kamar.


"Ada apa ini? Kenapa kau tiba-tiba semangat membuat sarapan untuk semua orang!" Naya bertanya dengan sinis sambil duduk disebelah Ken.


Sedangkan Ken, pria itu hanya tersenyum dengan ramahnya di depan kedua gadis cantik itu.


"Jangan sampai kakak membuat kita semua sakit perut lagi! Aku yang hanya menyantap satu sendok saja, mules semalaman! Hingga aku tidak bisa tidur! Apa lagi dengan kakak ipar yang menghabiskan makanan mengerikan itu! Pasti dia tidak tidur semalaman!" Naya menggerutu sambil menatap sang kakak.


"Aughh! Dasar bocah nakal! Kau selalu saja menghina masakan ku! Aku tidak akan membuat kalian sakit perut hanya karena roti dan selai coklat ini!" Killa tak terima dengan ucapan Naya.


"Kau jangan sembarang bicara!" Killa memukul kepala Naya menggunakan sendok selai yang ada ditangan nya.


"Aku tidak sembarangan bicara! Memang kenyataan aku yakin kakak ipar sedang pingsan di dalam kamar mandi! Karena tenaga nya habis tak tidur semalaman!" Naya tak mau kalah dia melotot.


Namun tiba-tiba saja.


"Itu tidak benar!" Marvin ternyata sudah berada dibelakang Naya.

__ADS_1


Pria itu menarik kursi lalu duduk. "Malam ini tidur ku sangat nyenyak! Bahkan aku tidak bermimpi buruk sama sekali!" ucap nya menatap Killa.


Deg!


Killa tersenyum tipis dengan wajah yang tersipu. Dadanya berdebar lagi. Tatapan Marvin membuatnya hampir pingsan. Pria itu lagi-lagi membuatnya salah tingkah.


"Benarkah? Apa kau tidak sembelit semalaman? Kau pasti berbohong!" Naya bertanya kembali, dia benar-benar tak percaya.


"Sudah kubilang tidak! Kau terlalu berlebihan! Masakan nya sangat enak tadi malam!" Marvin berkata sambil memakan roti yang tersedia di piringnya.


Apa-apaan ini? Semalam dia menciumku dan tidur sambil memeluk ku! Lalu sekarang apa? Dia memujiku lagi didepan semua orang! Membuatku jadi salah tingkah? Apa dia menyukaiku? Ah itu tidak mungkin!


Killa tak bisa berhenti menatap Marvin. Pria itu tengah sibuk memainkan ponsel sambil memakan roti yang ia buat.


Ketika Marvin juga menatapnya, Killa langsung gelagapan dan segera membuang muka. "Cepat selesaikan sarapan mu! Kita berangkat bekerja bersama!"


"Hmm!" Killa mengangguk.

__ADS_1


__ADS_2