
Di dalam kamar mandi. Marvin menyiapkan air rendaman dengan busa melimpah dengan lilin-lilin aroma therapy di sekitar bak mandi. Membiarkan Killa merendamkan dirinya di dalam sana. Sedangkan ia memilih untuk mengenakan jubah mandi dan duduk dipinggiran bak mandi itu sambil menatapi Killa.
"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak ikut masuk dan malah menatap ku seperti itu?" tanya Killa yang merasa aneh.
Marvin menggelengkan kepalanya dan meraih tangan kanan Killa. "Malam ini aku akan. menjadi pelayan mu Nyonya Louis."
"Pelayan?" Killa mengerinyit.
Tanpa menjawab Marvin langsung memijit perlahan lengan sampai telapak tangan Killa. Dengan gerakan lembut penuh kasih sayang Marvin mengulangnya beberapa kali lalu beralih ke tangan yang sebelah kiri.
"Wah, ternyata bukan hanya mahir dalam bisnis. Tapi kau juga mahir dalam memijit, kenapa kau tidak membuka tempat pijat dan sauna Tuan Louis," pujinya sekaligus meledek.
"Jadi kau mau aku menyentuh tubuh wanita lain sebagai tukang pijet? Wah, kau sangat murah hati Nyonya Louis, kau mengizinkan suami mu untuk menyentuh tubuh wanita lain."
"Yaa, bukan seperti itu maksudku. Kau tidak boleh menyentuh tubuh wanita lain, atau aku akan membunuh mu!"
"Hahaha, seram sekali. Jika seperti itu, aku tidak akan berani menyentuh wanita lain. Asal kau bersedia membiarkan aku menyentuh tubuh mu setiap kali."
__ADS_1
"Cih, dasar mesum. Lepaskan tanganku," Killa menarik tangan nya.
"Hahaha," Marvin semakin tergelak.
"Berhentilah tertawa dan masuk kemari, aku akan bergantian memijit mu."
"Benarkah? Aku sudah tidak sabar, merasakan sentuhan tangan mu Nyonya Louis."
"Cih."
***
Killa mengusap rambutnya yang basah menggunakan handuk putih kecil. Setelah sudah mengenakan piyama tidur. Killa duduk di pinggiran tempat tidur sambil melamunkan sesuatu. Pikiran nya masih tidak tenang, ia terus memikirkan tentang artikel itu dan telpon asing yang akhir-akhir ini menghubunginya. Siapa sebenarnya orang yang telah main-main dengan nya.
Tanpa sadar tangan Killa mengepal dengan kuat. Rasa murka nya pada orang tersebut, semakin besar dan semakin dalam. Dia pasti akan membunuh orang itu, yang sudah berani main-main dengan nya. Killa pun menatap ke arah kamar mandi. Masih belum ada tanda-tanda Marvin hendak keluar dari sana. Killa pun segera meraih ponselnya yang ada di atas nakas. Kemudian mengirim pesan singkat pada seseorang, yang berisikan.
...'Aku akan menghubungimu besok pagi, aku mau tahu apa aktivitas wanita itu dalam beberapa hari ini. Karena aku sangat yakin ini semua ada hubungan nya dengan dia'...
__ADS_1
Killa tersentak kaget, ketika merasakan seseorang menyentuh pundaknya, yang tak lain adalah Marvin. Ia pun segera menaruh ponselnya di atas nakas kembali.
"Kau sedang apa?" tanya Marvin.
"Tidak, aku tidak sedang apa-apa," jawab Killa.
"Hmm, jangan terlalu memikirkan nya. Serahkan semuanya padaku," ucap Marvin mengelus pucuk kepala Killa.
"iya," jawab Killa singkat dan mengangguk.
"Tunggu disini, aku keluar sebentar." Marvin pun berlalu pergi keluar dari kamar. Killa menatap sendu kepergian Marvin.
"Sanggup kah aku Marvin? Meninggalkan pria sepertimu, tidak akan ada lagi yang sepertimu di dunia ini. Aku bersyukur karena telah bertemu denganmu," lirih Killa. sembari menyandarkan kepalanya di sandaran tempat tidur.
...๐น Jangan lupa like di setiap episode ๐น...
Note : Maaf yah misalkan ada yang kurang suka dengan karakter Naya. Karena cerita ini berlatar Negara luar dari indonesia, author tekan kan lagi. Ini hanyalah cerita fiksi dan karangan author. Untuk menghibur kalian semua. Jadi mengenai karakter naya, banyak yang bilang kurang sopan atau kurang baik author minta maaf๐๐ป๐๐ป. Tapi memang sifat dan karakter nya seperti itu, berbeda dengan di negara kita, perkataan yang sering naya lontarkan pada Marvin itu adalah hal biasa. tapi jika ada yang merasa kurang sopan sekali lagi author minta maaf,๐๐ป๐๐ป๐
__ADS_1