Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 58 : Perhatian kecil.


__ADS_3

Bruk!


Buku-buku yang Killa bawa terjatuh kelantai dan berserakan. Killa tak sengaja bertabrakan dengan seorang pria. Killa pun segera berjongkok untuk mengumpulkan buku-buku itu kembali.


"Maafkan aku!"


Killa mendengar pria itu meminta maaf. Malas dan sangat tidak ingin berdebat. Killa menghela nafas panjang. Lalu Killa menjawab dengan santai. "Tidak apa-apa!"


"Permisi! Bukan kah kau yang waktu itu?" ucap nya lagi pada Killa.


"Yang mana yah? Aku tidak pernah mengingat dirimu?"


Killa berdiri dan menatap wajah pria itu. Dia sama sekali tak ingat. "Aku tidak ingat! Permisi!"


Killa pun langsung pergi meninggalkan pria itu. "Perkenalkan namaku June!"


Pria itu tetap tidak mau menyerah. Dia malah mengikuti langkah Killa. Killa melirik kesamping kanan nya. Pria itu mensejajarkan langkah dengan nya. Killa menghentikan langkahnya dan pria itu yang bernama June ikut berhenti.


Dia tersenyum lebar menyeringai seperti orang bodoh. Killa mengerinyit heran. Ada apa dengannya? Kenapa malah tersenyum seperti itu?


"Namamu Killa kan! Karyawan baru!" ucap pria itu lagi.


"Huft! Kalau iya kenapa? Kau mau apa denganku? Plis, jangan mengganggu pekerjaanku!"

__ADS_1


Killa pun kembali melangkahkan kaki. Melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti. "Ada apa dengannya? Hari ini sudah cukup si wanita ular berwajah sinis itu yang menggangguku! Tapi jangan menambahkan nya lagi ya tuhan!"


"Kau sudah makan siang? Bagaimana jika aku mentraktirmu!" pria itu kembali menghampiri Killa.


"Pergilah! Aku tidak punya waktu untuk berbasa-basi denganmu!" Killa membentak dengan keras. Membuat semua karyawan menoleh.


"Killa! Apa yang kau lakukan? Dia adalah ketua tim pemasaran! Senior mu!" ucap salah satu karyawan.


Killa menghela nafas kembali dan memutar bola matanya malas. Terus kenapa jika dia ketua tim ku? Jangankan hanya ketua pemasaran saja, bahkan pemilik hotel ini! Aku pernah membantingnya ke lantai! Hahaha!


Killa tersenyum menyeringai. Mengingat saat dirinya berkelahi dengan Marvin. Apalagi ketika Marvin terhempas dilantai karena tendangan nya. Itu sangat lucu, jika mengingatnya.


"Bagaimana? Apa kau mau makan siang denganku?" tanya pria itu lagi.


"Kenapa? Apa kau punya janji lain?"


"Benar ketua! Saya memiliki rencana lain! Maafkan saya!"


Killa tersenyum kembali sembari merunduk. Pergilah sana! Aku tak mau ada gosip yang tidak-tidak! Pria dingin itu pasti akan marah!


"Baiklah! Aku tidak akan memaksamu! Sampai nanti!" Dia pun menyerah dan pergi meninggalkan Killa.


Huft!

__ADS_1


Lagi-lagi Killa menghela nafas panjang, untuk kesekian kalinya. Pria akhirnya pergi juga. Tapi Killa bingung dimana memangnya mereka pernah bertemu.


"Aaa! Aku ingat! Dia pria yang membantuku ketika di lift!" Killa mengingatnya.


Kring kring kring!


Ponselnya pun berdering. Ada sebuah panggilan masuk. Segera Killa mengangkatnya dan menempelkan benda pipih itu di telinganya.


"Hmm? Ada apa?" tanya Killa mengawali pembicaraan.


"Aku tidak bisa makan siang denganmu siang ini! Karena aku harus bertemu dengan klien penting dan makan siang bersamanya!" ucap Marvin diseberang sana.


Apa-apaan pria ini? Lagian siapa juga yabg berharap makan siang dengan nya? Gumam Killa.


"Baiklah, tidak apa-apa!" ucap Killa.


"Kalau begitu aku tutup telpon nya! Jangan lupa makan siang yah!"


Panggilan pun terputus. Killa juga terdiam, tertegun mendengar ucapan Marvin. Apakah baru saja dia sedang mengingatkan ku untuk makan? Ada apa dengan nya? Apa dia benar-benar telah jatuh cinta padaku?


Wajah Killa merah merona. Dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan dan tersenyum terus menerus. Entah kenapa dia merasa senang sekali dengan perhatian kecil itu dari Marvin.


...🌹Jangan lupa like🌹...

__ADS_1


__ADS_2