Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 207 : Bertemu Naya.


__ADS_3

Marvin meraih helaian rambut Killa yang menutupi wajahnya, lalu menyelipkan nya pada daun telinga Killa. Ia pun tersenyum dan kembali mengecup kening sang istri.


"Apakah ini berarti kau akan ikut denganku?" tanya Marvin.


Killa hanya diam, menatap Marvin sendu. "Aku sangat ingin pergi bersama mu, Marvin ... tapi--"


"Tapi apa? Aku akan menjagamu dengan baik, tidak akan ada pertengkaran lagi. Aku berjanji," sanggah Marvin.


"Hmm," Killa tersenyum dan mengangguk, "Aku percaya padamu, tapi bagaimana dengan Naya?"


Killa memalingkan wajahnya. Marvin pun meraih dagu Killa agar menatap wajahnya. "Percayalah, dia berada di tempat yang benar. Jika dia tetap ingin berada disini, kau bisa mempercayakan nya pada Justin," ucap Marvin.


Killa menatap dalam netra indah milik suaminya itu. "Entahlah, aku masih kurang yakin."


"Baiklah, aku akan bicara padanya, kau tidak perlu cemas lagi." Marvin menggenggam erat tangan Killa. Mencoba meyakinkan Killa agar tidak perlu mencemaskan Naya. Karena dia pikir Naya akan baik-baik saja bersama dengan Justin.


"Terima kasih, Vin."


"Sama-sama, ayo!" ajak Marvin seraya beranjak dan merentangkan tangan nya di depan Killa.

__ADS_1


"Hmm," Killa tersenyum dan meraih tangan Marvin.


***


Sedangkan disisi lain. Justin berjalan memasuki Villa, dengan pandangan yang berkeliling. Mencari-cari sosok Naya.


"Dimana Naya?" tanya nya pada salah satu pelayan.


"Nona Naya berada di ruang baca," jawab pelayan.


Setelah mengetahui keberadaan Naya. Justin pun segera melangkah kan kaki untuk menemuinya. Di depan ruang baca, saat ia hendak membuka pintu. Gerakan nya terhenti. Ia menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan. Entah kenapa dia merasa begitu gugup untuk bertemu dengan Naya. Karena gadis itu dalam beberapa hari terakhir. Selalu membuat dirinya tak tenang.


"Nay," panggilnya pelan.


Tidak ada sahutan. Justin pun semakin yakin jika Naya tidak ada diruangan tersebut. Ia pun berbalik hendak pergi dari ruangan itu. Namun, langkahnya terhenti. Ketika terdengar suara buku-buku yang berjatuhan, dari rak buku yang paling belakang.


Justin pun mengerinyit, mengedarkan pandangan nya ke arah sumber suara tersebut. Kakinya tergerak untuk melihat apa yang membuat buku-buku itu berjatuhan.


Ketika dia sampai di balik rak buku paling belakang. Seketika matanya menyipit, ia terheran-heran melihat sebuah tangga geser, yang di atas nya terdapat Naya. Gadis itu sedang asik mendengarkan sebuah lagu menggunakan earphone dan membaca buku.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan disana?" serunya dengan suara yang menggelegar.


"Hah? Oh, astaga! Kau mengagetkan ku!" Naya tersentak kaget menunduk menatap Justin yang berada tepat dibawah tangga.


"Kenapa kau begitu terkejut? Apa yang sedang kau baca?" tanya nya kembali.


"Bagaimana aku tidak terkejut? Jika kau datang tanpa suara, seperti hantu saja!"


"Apa kau bilang, HANTU?"


Naya mengangguk sambil memutar bola matanya. "Dimana kakak ku? Tadi aku melihat kau pergi bersamanya."


"Benar, itu yang ingin aku bicarakan padamu. Mengenai Killa," ucapnya dengan wajah tidak enak.


"Ada apa dengan kakak ku? Apa dia kembali sakit?" tanya Naya cemas, saat melihat raut wajah Justin berubah.


"Dia baik-baik saja," sanggah Justin dengan cepat.


"Terus kenapa wajahmu seperti itu?" tanya Naya kembali, seraya merubah posisi untuk turun dari tangga.

__ADS_1


__ADS_2