
Sesampainya di kedai kecil dan sederhana itu. Killa keluar dari mobil dan disusul oleh Marvin yang juga keluar. Marvin mengedarkan pandangannya, menatap sekeliling daerah tersebut.
"Kau yakin dengan tempat ini?" tanya Marvin dengan raut wajah yang kurang yakin.
"Aku sangat yakin dengan tempat ini, aku dan Naya selalu singgah kemari! Jika selesai mengunjungi kedua orang tua kami!" Jawab Killa menjelaskan.
"Ada apa?" lanjut Killa bertanya.
"Tidak! Tidak ada apa-apa! Ayo kita masuk!"
Marvin menggandeng tangan Killa sembari berjalan memasuki kedai itu. Semua pandangan mata tertuju pada mereka berdua.
"Killa!" sapa seorang wanita yang langsung memeluk hangat Killa.
"Sudah lama sekali kau tidak datang berkunjung kemari!" ucap wanita paruh baya yang ternyata adalah pemilik kedai.
"Ahjuma, apa kabar? Maaf aku baru bisa berkunjung!" ucap Killa membalas pelukan wanita tersebut.
"Tidak apa-apa! Kau datang bersama siapa? Siapa pria tampan ini? Apa dia adalah pacar barumu?" wanita itu melirik Marvin.
Marvin yang dilirik pun juga ikut menoleh dengan wajah datarnya. "Annyeonghasseyo!" sapa nya sopan sembari membungkuk sedikit.
"Dia sangat tampan! Pasti dia adalah pacarmu kan!" Wanita itu kembali menggoda Killa.
Killa tersenyum kikuk sembari menggaruk-garuk kepala belakangnya. Dia bingung harus menjawab apa. Sebab dia tahu jika Marvin tidak ingin mengekspos hubungan mereka berdua sebelum dia resmi diperkenalkan pada keluarga Marvin.
__ADS_1
"Em, di-dia," Killa bingung.
"Aku bukan pacarnya! Atau lebih tepatnya adalah suaminya!" ucap Marvin yang tiba-tiba menyela ucapan Killa.
Sontak wanita itu langsung menutup mulutnya tak percaya. Jika pria tampan dengan setelan mewah itu adalah suami Killa. Karena yang dia tahu Killa memiliki kekasih yang bernama Justin. Itu pun dia juga tidak tahu jika sebenarnya Justin juga memiliki keluarga kaya raya dan tambang emas sendiri.
"Ahjuma, sebaiknya kau kembali kedapur dan bawakan aku dua porsi sup kacang merah daging sapi kesukaan ku ok!" Killa tertawa garing sambil mendorong tubuh wanita paruh baya itu masuk kembali kedapur.
"Baiklah! Kau duduk dulu! Cari meja yang kosong yah!" teriak wanita itu sembari terus menolehi Killa dan juga Marvin.
Killa pun segera menarik Marvin duduk disalah satu meja yang kosong.
"Kau ini! Kenapa berkata seperti itu?" Killa memberondong pertanyaan pada Marvin yang sudah duduk rapi.
"Kenapa? Apa perkataanku salah?" tanya Marvin datar.
"Apa kau malu mengakui aku ini adalah suamimu?" tanya Marvin lagi. Membuat Killa menghela nafas panjang.
"Huft! Bagaimana bisa aku malu mengakui pria tampan sepertimu adalah suamiku!" ucap Killa.
" Apa barusan kau mengakui jika aku ini tampan?" ucap Marvin percaya diri sembari tersenyum tipis.
"Tidak, kau salah dengar! Aku tidak berkata kau tampan! Hahaha! Percaya diri sekali!" Killa tertawa dengan paksa. Mengelak jika dirinya tadi sempat berkata Marvin Tampan.
"Akh sudahlah! Kau tidak akan mengerti maksudku apa!" Killa mengibas udara didepan wajahnya. Mengalah dengan perdebatan tidak jelas yang mereka lakukan.
__ADS_1
Tidak lama kemudian pesanan mereka pun datang. Ahjuma mengantarkan dua porsi sup kacang merah daging sapi dan minuman ginseng hangat.
"Kau bisa merasakan aromanya sangat sedap dan menggiurkan! Aku sangat lapar!" Killa menghirup aroma dari sup tersebut.
Marvin hanya diam menatap tingkah Killa. "Makanlah dengan pelan-pelan!" ucapnya.
Killa tersenyum dan langsung melahap makanan nya itu. Dengan perlahan dan sesekali meniupnya karena panas. "Kenapa? Apa kau tidak suka?" tanya Killa menatap Marvin yang hanya diam.
"Tidak! Aku menyukainya! Makanlah habiskan makananmu!" jawab Marvin.
"Kau juga habiskan!" ucap Killa.
Mereka berdua pun menghabiskan makan malam sederhana itu. Entah mengapa Killa merasa sangat senang. Seakan permasalahan mengenai pertengkaran mereka tadi siang sudah ia lupakan.
"Pergilah membayar! Aku akan menunggu diluar!" Ucap Marvin sembari memberikan sebuah kartu berwarna hitam pada Killa untuk dipakai membayar.
"Apa ini?" tanya Killa.
"Ini BlackCard untuk membayar makanan kita tadi!" jawab Marvin.
"Iya aku tahu! Tapi disini tidak menerima pembayaran seperti itu!" sahut Killa.
"Benarkah? Tapi aku tidak membawa uang Cash!"
Killa menghela nafas. "Baiklah, aku yang akan membayarnya! Kau tunggu saja diluar!" ucap Killa malas.
__ADS_1
Marvin mengangguk dan langsung melangkah keluar. Menunggu gadis itu selesai membayar di depan kedai tersebut.
...🌹Jangan lupa like 🌹...