
Killa meminta Marvin untuk duduk di pinggiran tempat tidur. Lalu ia pergi mengambil kotak P3K. Killa mengoleskan salep ke telapak tangan Marvin yang terluka. Tapi sebelum itu dia membersihkan nya dengan alkohol.
"Kau sangat mahir mengobati luka seperti ini! Tak salah jika luka diperut mu sudah agak mendingan!" ucap Marvin.
"Hmm! Aku sudah terbiasa mengalami dan mendapat luka seperti itu!" sahut Killa yang masih sibuk.
"Kenapa tidak pergi ke rumah sakit?"
"Aku tak suka dengan rumah sakit! Terlebih jika harus disuntik!"
"Ternyata kau takut pada suntikan?"
"Tidak! Aku tidak takut! Jangan sembarangan bicara!" decak Killa tak suka.
"Kau takut kan!" Marvin tersenyum miring meledek.
"Diamlah!" Killa menatap dengan tajam.
"Kau takut dengan suntikan!"
"Ku bilang hentikan! Atau ku sumbat mulutmu itu dengan kapas ini!" Killa mengancam dengan memegang gulungan kapas di depan wajah Marvin.
"Coba saja kalau berani!" Marvin malah menantang.
__ADS_1
BRUK!
Karena tidak sadar mereka berdua jadi terjatuh dilantai saling bertindihan. Tubuh ramping gadis itu jatuh diatas tubuh Marvin. Pria itu tak bergeming atau merasa terbebani.
Mata mereka saling menatap. Killa merasakan debaran yang sangat kuat pada dada Marvin. Bahkan hembusan nafasnya terasa mengenai batang hidung Killa.
Tangan Marvin bergerak menyibak rambut gadis itu yang terurai mengenai wajah nya. Lalu secara tiba-tiba Marvin menarik batang leher Killa agar wajah gadis itu semakin dekat.
Lalu Cups!
Marvin mengecup bibir ranum Killa. Terasa hangat dan lembut walaupun hanya sekilas. Killa membuka matanya yang tadi menutup. Ditatapnya dengan lekat wajah pria yang sangat dekat dengan nya itu.
"Apa yang kau lakukan?" ucap Killa dengan lirih.
"Aku mencium mu! Apa kau tidak merasakan nya tadi?" ucap Marvin tersenyum. Membuat diri Killa melayang rasanya. Karena melihat senyuman manis diwajah Marvin.
Belum sempat Killa selesai bicara, Marvin kembali mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Killa lagi. Kini dengan durasi yang agak lama.
Huft!
Killa bernafas dengan ngos-ngosan. Wajahnya kini berwarna merah jambu. Keringat dingin membasahi tubuhnya. Dia panas, sangat-sangat panas. Dadanya seakan mau meledak.
"Aku rasa aku sudah jatuh cinta padamu! Killa Roses gadis nakal!" ucap Marvin pelan berbisik ditelinga gadis itu.
__ADS_1
Mata Killa membulat ia terkejut mendengar perkataan Marvin. Apa aku bermimpi? Pria dingin ini sedang menyatakan cintanya padaku? Kenapa aku jadi deg-degan kaya gini sih?
Grab!
Marvin melingkarkan tangan nya di pinggul ramping Killa, lalu memutar tubuh Killa. Dia berbalik menindih tubuh Killa. "Kenapa kau hanya diam?" tanya nya.
"Hmm! A--aku tidak tahu harus berkata apa!" ucap Killa gugup.
Marvin tertawa pelan memperlihatkan deretan giginya yang rata dan putih. "Apa aku boleh memiliki perasaan padamu?"
Killa semakin deg-degan dia tidak tahu harus menjawab apa. Dia bingung, kenapa tiba-tiba saja Marvin menjadi seperti itu. Apa dia sungguh-sungguh mencintaiku?
Killa pun mengangguk. Betapa canggungnya dia sampai-sampai tak berani menatap wajah Marvin. Namun tiba-tiba saja, terdengar suara pintu yang diketuk.
Tok tok tok!
Keduanya terlonjak kaget dan langsung melepaskan diri masing-masing. Killa merapikan rambut dan pakaian nya yang berhamburan sedangkan Marvin berpura-pura menyibukkan diri dengan luka nya.
"Kak Killa! Kakak ipar, apa aku boleh masuk?" ucap Naya dari balik pintu.
Killa menatap kearah Marvin seakan meminta izin. Killa sendiri tidak tahu kenapa dia melakukan itu. Sangat tidak jelas bukan. Marvin mengangguk kan kepalanya.
"Masuklah Nay!" teriak Killa.
__ADS_1
...🌹Jangan lupa like🌹...
...Note : Maaf baru up sekarang! Author udah usahakan ini untuk up lebih tiga episode! Semoga kalian semua senang dan enjoy yah bacanya🙏🏻☺️...