Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 31 : Seperti suara gendang yang dimainkan.


__ADS_3

Keesokan paginya.


Killa telah rapi dengan pakaian nya. Hari ini dia memakai dress berwarna merah muda selutut. Terlihat sangat anggun dan cantik. Ditambah rambutnya yang panjang ikal terurai menambah kesan menawan.


"Morning...." sapa Killa ketika Marvin batu saja masuk ke dalam kamar. Pria itu masuk hanya dengan memakai kimono mandi nya.


"Hmm...Morning" sahut Marvin dengan raut wajah datar tanpa ekspresi. Membuat mood Killa hancur. Padahal dia sudah menyiapkan diri untuk bersikap ramah hari ini.


Mengingat Naya pasti sudah banyak menyimpan pertanyaan mengenai tempat mereka sekarang berada. Killa tidak ingin adiknya itu tahu jika dia dan Marvin menikah di atas sebuah kertas kontrak. Melainkan pernikahan yang sakral dan nyata.


"Bagaimana luka mu?" tanya Marvin. Pria itu masih sibuk memilih setelan yang akan dia kenakan.


Killa yang tengah berada di depan meja rias. Menoleh dengan sinis. "Sudah baik-baik saja...." jawab nya singkat.


Killa pun beranjak dari duduk nya lalu berjalan keluar dari kamar. Marvin menatap kepergian Killa yang sangat aneh pikir nya.


Tadi wajah nya riang tapi dalam sekejap berubah masam, aku benar-benar tidak mengerti jalan pikiran seorang wanita!. Marvin geleng-geleng kepala.


***

__ADS_1


Klentang.


Sebuah mangkuk berbahan lamin terjatuh ke lantai. Killa tak sengaja menjatuhkan nya, saat hendak mengambil gelas. Tangan nya menyenggol mangkuk tersebut hingga terjatuh.


"Oops....hampir saja" Killa mengambil mangkuk yang jatuh tadi. Menggosok-gosok nya. Hampir saja pikirnya. Mangkuk semahal itu bagaimana cara dia menggantinya. Jika yang punya meminta ganti rugi jika pecah.


"Bunyi apa itu tadi?" delik Marvin.


Pria itu berdiri diambang pintu masuk ke dapur. Lalu berjalan menghampiri Killa. Killa menjadi kikuk dan gelagapan.


"Tidak ada apa-apa...." Killa tersenyum lebar pada Marvin.


"Tidak usah tersenyum palsu seperti itu, aku sangat tahu jika senyum mu itu sekarang palsu tidak tulus...." ucap Marvin menunjuk wajah Killa. Sorot mata nya menyipit menyelidik.


Marvin melirik sekilas sembari meminum segelas air putih. Diperhatikan nya terus menerus gerak-gerik gadis itu. Dia bisa masak?


Namun tiba-tiba saja teko air panas nya berbunyi menandakan sudah matang. Cepat-cepat Killa langsung meraih gagang nya dan mengangkatnya.


Awwhh.

__ADS_1


Killa meringis kesakitan. Telapak tangan nya merah melepuh. Perih sekali rasanya. Sontak Marvin langsung sigap menarik tangan Killa. Membasahinya dengan air keran di wastafel.


Deg.


Dadanya kembali berdebar. Sontak Killa langsung menarik tangan nya yang melepuh tadi. Wajah nya merah seperti udah.


"Kenapa?" tanya Marvin yang kebingungan. Mengapa gadis itu tiba-tiba bersikap seperti itu.


"Aku tidak apa-apa, bahkan yang lebih parah dari ini! Aku sudah biasa merasakan dan menahan nya...." ucap Killa gugup, gadis itu berbalik badan membelakangi Marvin.


"Yasudah...." Marvin tidak perduli apa yang dikatakan Killa.


Namun ketika hendak melangkah pergi. Marvin tak melihat jika ada percikan air yang berjatuhan dilantai, menciptakan sebuah genangan. Alhasil Marvin terpeleset dan terhuyung, keseimbangan nya hilang. Tapi dia tidak terjatuh.


Killa, gadis itu menangkap tubuh Marvin dengan cepat. Menahan nya agar tidak terjatuh dengan cara memeluk nya erat. Telinga Killa menempel di dada bidang Marvin. Gadis itu tercengang mendengar suara degup jantung Marvin yang begitu keras. Seperti suara gendang yang dimainkan di setiap perayaan atau festival orang China.


Dum dum dum drudum dum dum.


Apa ini? Kenapa dadanya berdebar seperti ini? Apakah karena aku memeluknya? Hahaha! gumam Killa.

__ADS_1


Bodoh, memalukan sekali! Marvin merutukki diri sendiri


...🌹Note : Jangan lupa like 🌹...


__ADS_2