Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 97 : Wanita itu lagi!


__ADS_3

"Tenanglah, aku tahu pasti sangat sakit untukmu!" Ucap Killa.


"Memang sakit rasanya melihat mantan tunangan sudah hidup bahagia bersama orang lain, apalagi orang itu adalah adikmu sendiri! Aku bisa mengerti bagaimana perasaanmu pria dingin! Berhentilah menangis kau membasahi piyama tidurku!" Lanjutnya berbicara seakan tahu dengan penderitaan yang dirasakan Marvin.


Seketika Marvin melepaskan pelukan nya dan menatap skeptis gadis itu. "Kenapa? Apa perkataan ku ada yang salah?" Tanya Killa kebingungan ditatap seperti itu oleh Marvin.


"Aku tahu jika kau pasti sedih karena tadi bertemu dengan Reghata kan Vin?" Kembali Killa berucap.


"Bodoh!" Pekik Marvin sembari menyentil dahi Killa dengan sedikit keras.


"Awwh!" Killa meringis kesakitan memegangi dahinya yang memerah. "Kau tidak tahu terima kasih Marvin Louis! Aku sudah membantumu menenangkan diri! Tapi kau malah menyakitiku!" Ucap nya kesal.


"Itu karena pikiranmu yang bodoh, siapa yang bilang kalau aku sedih karena bertemu dengan Reghata?"


"Aku yang bilang! Karena sikapmu yang sangat aneh! Tiba-tiba seperti ini!"


"Aku tidak sedih karena hal yang tidak jelas seperti itu!"


"Terus kau kenapa? Apa yang membuat hatimu perih? Tuan Marvin cepatlah membersihkan dirimu! Aku sudah sangat lelah, ingin cepat-cepat istirahat!"


Killa pun beranjak dari sofa dan berjalan menuju tempat tidur. Namun tiba-tiba saja dari arah belakang Marvin kembali memeluknya.


"Ada apa denganmu? Jangan seperti ini, aku sangat tidak mengerti denganmu Vin!" Mendengus kesal.


Killa melepaskan tangan Marvin yang melingkar di pinggul rampingnya. "Aku sangat lelah Vin, berhenti menggangguku!"


Ia pun segera naik keatas tempat tidur dan merebahkan diri. Menyelimuti tubuhnya dengan selimut tebal. Marvin yang melihat Killa seperti itu pun mengerinyit heran.


Ada apa dengan nya? Mengapa dia tiba-tiba berubah jadi dingin seperti itu? Batin Marvin.


Marvin pun berjalan menuju kamar mandi. Menutup pintu dengan hentakan yang sedikit keras. Setelah mendengar pintu kamar mandi yang tertutup. Killa membalikan tubuhnya menghadap lampu tidur yang terletak diatas nakas kecil samping tempat tidur.


Pembohong! Kau pasti sedih karena melihat mantan tunangan mu itu! Entah kenapa dadaku yang terasa begitu sesak, apakah aku sedang cemburu? Killa sadarlah, jangan seperti ini! Batin Killa.

__ADS_1


"Foto ini?"


Tangannya terulur meraih bingkai foto yang tergeletak diatas nakas tersebut. Sosok wanita yang sama dengan yang ada dibingkai foto diruang kerja Marvin waktu itu.


"Siapa wanita ini sebenarnya? Awalnya aku mengira dia adalah Reghata! Tapi ternyata bukan! Jadi dia ini siapa?"


Killa bertanya-tanya mengenai sosok wanita itu. Dimana ada Marvin, disitu pula pasti ada foto wanita itu. Dan ayahnya, mengapa menyambut mereka hanya sendiri saja. Kemana ibunya? Bukan kah Marvin pernah bercerita jika dia sering memasak untuk adik dan ibunya? Tapi dimana ibunya? Killa semakin penasaran.


"Kau belum tidur?"


Killa sangat terkejut mendengar suara Marvin. Cepat-cepat ia langsung mengembalikan letak bingkai foto itu seperti semula. Banyak sekali wanita mu ternyata!


Berbalik badan menatap Marvin yang berdiri dipinggir tempat tidur. Tatapan Killa sangat sinis. Membuat Marvin keheranan.


"Ada apa denganmu? Kenapa kau menatapku seperti itu?" Marvin naik ke atas tempat tidur.


"Aku tidak apa-apa! Berbaringlah, apa kau mau tidur dengan posisi duduk Tuan Marvin?" Ucap Killa ketus.


"Kau mau apa?" Marvin menggeser tubuhnya menjauh, ketika Killa mendekatinya dan hendak melingkarkan tangan ditubuhnya.


"Sepertinya karena sudah terlalu sedih, kau sampai melupakan hal penting yang kau bilang padaku sebelum kita berangkat kemari!" Cetus Killa sinis.


Marvin mengerinyit dan memikirkan sesuatu. "Benar, kau harus tidur memeluk ku selama kita berada disini!"


"Aku tahu!"


Killa pun menghela nafas panjang sembari melingkarkan tangan ditubuh Marvin. Begitu pun sebaliknya, Marvin memiringkan tubuh untuk memeluk balik Killa. Menarik gadis itu kedalam pelukan hangat nya.


"Aku tahu kau sedang cemburu kan! Karena itu kau begitu dingin padaku!" Ucap Marvin.


"Tidak! Siapa bilang? Jangan terlalu sok tahu, aku masih waras!" Killa mengelak tuduhan Marvin yang menyatakan jika dirinya sedang cemburu.


"Apa maksudmu? Jadi jika kau merasa cemburu padaku, itu artinya kau tidak waras?"

__ADS_1


"Hmm!" Killa mengangguk kan kepala sembari mengusap wajahnya didada bidang Marvin. Karena tangan nya sedang melingkar ditubuh pria itu. Hidungnya terasa sangat gatal, karena itu dia melakukan hal tersebut.


"Hei gadis bodoh! Apa yang kau lakukan? Apa saking kau menyukai tubuhku, kau harus mengendusnya seperti itu?"


"Cih! Kau sangat percaya diri sekali! Hidung ku terasa gatal, karena itu aku seperti itu!" Gerutunya kesal.


"Hmm, biarpun bukan karena itu! Kau boleh melakukan nya terus menerus jika kau menginginkan nya!" Ucap Marvin tersenyum.


"Apa-apaan kau ini! Berhenti bertingkah menjijikkan Marvin Louis! Kau sangat menggelikan jika bersikap seperti itu!" Protes Killa. Membayangkan tingkah Marvin yang menggelikan, membuat bulu kuduk nya merinding.


Hahaha!


Marvin tergelak sangat nyaring. Namun dengan cepat Killa menekan mulut pria itu dengan tangan nya.


"Kau tahu! Ini sudah malam Marvin! Mengapa kau tertawa seperti itu?"


"Kau sangat menggemaskan!" Marvin mencubit hidung Killa.


"Kan, kan ,kan! Sudah kubilang berhenti bertingkah menjijikan!" Killa melotot.


"Baiklah, baik istirahatlah! Besok masih banyak yang harus kita lakukan!" Ucap Marvin.


"hmm!" Killa mengangguk.


Sembari menunggu dirinya tertidur. Marvin mengelus-elus lembut kepala Killa. Membuat gadis itu merasa sangat nyaman.


Cups!


"Good Night! Killa!" Ucap Marvin pelan. Ketika Killa sudah tertidur dengan lelapnya. Tak lupa satu kecupan hangat mendarat dikening gadis itu. Marvin semakin mengeratkan pelukannya.


...🌹 Bersambung 🌹...


...Lanjut siangan yah kakak kakak readers yang baik hati🙏🏻...

__ADS_1


__ADS_2