Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 136 : TIDAK MUNGKIN.


__ADS_3

"Berhentilah berbasa-basi, langsung katakan apa tujuanmu mengatakan hal itu?"


Killa nampak berapi-api, dadanya naik turun menghirup dan menghembuskan nafas panas melalui hidungnya.


"Apa kau tidak merasa aneh atau merasakan kejanggalan sesuatu? Bagaimana ayahmu terhubung dengan keluarga Louis?"


Deg!


Seketika jantungnya seperti diserang dengan sebuah pisau belati. Pikirannya langsung melayang menangkap ingatan tentang keluarga Louis. Cerita Ayah Kevin tentang sang ayah yang begitu dekat dengan keluarga Louis. Dan yang lebih membuatnya tak bisa berkata apa-apa, adalah saat dia mengingat bagaimana Papah Arsen sangat terkejut mendengar nama sang ayah.


Killa menelan salivanya, bibirnya bergetar ingin menyahuti orang asing yang sedang menelponnya itu. Namun lidahnya terasa kelu tak bisa bergerak.


Tidak mungkin. Killa ayolah jangan berpikiran sempit seperti itu. Tidak mungkin ayahmu terlibat dengan kecelakaan itu. Tapi bagaimana dengan sikap Papah Arsen waktu itu? Mengapa dia sangat aneh ketika mendengar nama ayahku? Sebenarnya apa yang sudah terjadi? Batin Killa terus memikirkan kemungkinan-kemungkinan besar yang tidak sanggup dia katakan.


"Killa," sapa Marvin tiba-tiba.


Membuat Killa tersentak kaget dan langsung berbalik badan. Ponselnya ia genggam erat dibelakang dan dengan cepat mematikan panggilan tadi.


Marvin mengerutkan keningnya. Melihat wajah pucat Killa dan peluh yang membasahi kening gadis itu. "Ada apa? Kau habis menerima panggilan dari siapa?" tanyanya kemudian.

__ADS_1


Ia pun mengulurkan tangannya mengusap peluh yang kini sudah membanjiri seluruh Killa. Lalu merapikan rambut gadis itu yang berantakan.


"Ti-tidak, hanya panggilan salah sambung. Tidak perlu dipikirkan," jawab Killa gugup.


"Benarkah? Biarkan aku melihat ponselmu?" Marvin berusaha meraih ponsel Killa dibelakangnya.


"Apakah kau tidak mempercayaiku?" Killa menghindar.


"Aku sangat mempercayaimu, hanya saja aku takut jika ada yang hendak berbuat jahat padamu. Sekarang berikan ponselmu, jangan membantahku!" perintah mutlak dari Marvin.


Ia pun berhasil merampas ponsel milik Killa. lalu mulai mengecek siapa yang tadi menghubungi sang istri. Jujur saja, bukannya dia tidak percaya. Namun lebih ke cemburu, karena dia takut Justin lah yang menghubungi Killa.


Marvin melihat nomor tidak dikenal yang baru saja masuk di log panggilan. Segera dia menghubungi kembali nomor tersebut.


Lama dia menunggu, namun tak kunjung diangkat.


Killa mengusap jari jemarinya yang basah karena keringat dingin. Bukan hanya takut orang itu akan berbicara macam-macam pada Marvin. Namun dia juga tidak bisa melupakan perkataan orang tersebut.


Panggilan pun tersambung. Dengan segera Marvin bertanya kepada intinya.

__ADS_1


"Halo?"


Marvin mengerinyit mendengar suara seorang wanita. Namun ada perasaan lega juga, karena yang dia duga salah. Tidak mungkin Justin bersuara wanita seperti itu. Meskipun jika itu adalah suara samaran Marvin pasti tahu. Namun sangat jelas dan yakin jika yang berbicara ini adalah nyata seorang wanita.


"Maaf, Nona anda siapa? Dan ada urusan menghubungi nomor ponsel istri saya?"


"Oh, maaf Tuan. Saya tadi salah sambung! Saya tidak bermaksud apa-apa, maafkan saya."


"Baiklah, lain kali periksa nomor tujuan dengan jelas. Agar tidak sembarangan menghubungi seseorang."


Marvin pun segera memutuskan panggilan itu. Lalu mengembalikan ponsel itu pada yang punya. Killa menerima ponselnya dengan mematung.


Ada apa ini. Mengapa orang itu benar-benar berkata jika dia telah salah sambung. Killa benar-benar dibuat bingung serta penasaran.


"Ada apa denganmu? Kenapa malah bengong? Apa perlu aku membantumu membersihkan meja ini? Kau tidak malu dilihat dengan yang lain?" ucap Marvin melambaikan tangan mengibas udara didepan wajah Killa.


"Maaf, mungkin aku sedikit kelelahan hingga tidak fokus. Duduklah sebentar lagi aku selesai."


Killa jadi salah tingkah dan gugup. Ia pun menawarkan Marvin untuk duduk dikursi kerjanya.

__ADS_1


Semua pandangan karyawan-karyawan lainnya tertuju pada mereka berdua. Melihat keromantisan Tuan Marvin Louis yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya. Membuat sebagian karyawan-karyawan itu iri pada Killa. Gadis itu sangat beruntung pikir mereka.


__ADS_2