
Ken berlari masuk kedalam ruangan Marvin dengan disusul oleh Hanna dibelakangnya.
"Tuan Marvin!" ucap Hanna terkejut.
"Tuan Marvin kau tidak apa-apa?"
Ken berlari menghampiri Marvin yang hampir terjatuh, tapi tak sempat karena dia memegangi ujung meja kerjanya. Kelopak matanya yang memanas, menahan kuat agar tidak mengeluarkan tetesan yang membuatnya terlihat lemah.
Ken memegangi tubuh Marvin dan membawanya duduk disofa. "Tuan kau tidak apa-apa? Apa kita perlu ke rumah sakit!" Ken sangat cemas.
"Lepaskan aku Ken! Tinggalkan aku sendiri!" ucap Marvin menarik tangan nya.
"Baik Tuan!"
Dengan sigap Ken menuruti perintah dari Tuan nya itu. Lagi-lagi dia menyeret Hanna ikut keluar dari ruangan Marvin bersamanya.
"Lepaskan aku! Aku bisa jalan sendiri!" pekik Hanna kesal.
"Tuan Marvin, apa kau tidak apa-apa?" Hanna mencoba bertanya. Pikiran licik nya berjalan. Dengan keadaan hati yang sakit pasti Marvin sangat membutuhkan seseorang untuk bersandar. Karena itu dia berusaha menjadi seseorang itu. Berharap Marvin akan luluh dengan nya.
Tapi perkiraannya salah. Reaksi Marvin malah membuatnya terkejut dan ketakutan.
__ADS_1
"APA KAU TIDAK PUNYA TELINGA? AKU BILANG TINGGALKAN AKU SENDIRI! KELUAR!" Marvin berteriak membentak nya sambil menunjuk pintu keluar.
"Baik Tuan!" Hanna ketakutan dan langsung berlari keluar menyusul Ken.
Ken tertawa pelan melihat Hanna yang dibentak oleh Marvin. "Apa lihat-lihat?" pekik wanita itu seraya berjalan pergi.
Ken hanya bisa geleng-geleng kepala. Banyak sekali wanita yang mengagumi sosok Tuan nya itu. Tapi dari lubuk hati Ken yang paling dalam. Dia sangat cemas dengan kedua orang yang sedang dalam pertengkaran yang membuat keduanya berjauhan lagi.
***
Marvin meraih kotak makan yang tadi sempat dihempaskan oleh Killa diatas mejanya. Dibuka nya kotak makan itu. Seketika matanya membulat. Melihat isi didalam nya, yang terdapat nasi goreng buatan tangan Killa. Lengkap dengan telur dadar dan salad nya.
"Apakah perkataan ku sangat menyakitimu? Maafkan aku Killa! Aku tidak tahu harus percaya mata kepalaku atau kata hatiku? Yang aku tidak percaya sama sekali jika kau akan mengkhianati ku kali ini! Setelah aku mengungkapkan isi hatiku! Sakit sekali rasanya!"
Dadanya semakin sesak dan perih. Marvin meraih sendok. Dan menyuap satu suapan nasi yang telah dibuatkan oleh Killa dengan sepenuh hati.
Marvin menutupi wajahnya, ia mengunyah nasi goreng itu. Kembali teringat raut wajah Killa yang menangis dihadapan nya tadi. Marvin memukul-mukul dadanya sendiri. Sakit sekali.
"Kenapa aku merasa sangat sakit dan sekarat akan mati! Melihatmu terluka dengan perkataan ku, sampai-sampai meneteskan air matamu Killa! AKHHH!"
Marvin semakin memukul-mukul dadanya. Wajah Killa terus menerus muncul dipikirannya. "Aku tidak akan membiarkanmu pergi Killa! Sampai semua nya terbukti jika kau tidak bersalah!"
__ADS_1
Marvin beranjak dari duduk nya. Lalu segera berlari keluar menemui Ken.
"Tuan!" Ken berdiri ketika melihat Marvin menghampirinya.
"Hari ini kau harus mencari sampai ketemu berkas itu, selidiki seluruh karyawan kita! Jangan sampai ada yang terlewat! Karena aku percaya, Killa tidak melakukan nya!" ucap Marvin dengan percaya diri.
"Baik Tuan! Tapi bagaimana dengan Nona Naya!" tanya Ken bingung.
"Aku akan meminta seseorang untuk menjemputnya! Kau fokus lah untuk menyelesaikan tugasmu!" ucap Marvin lagi.
"Baiklah Tuan, saya akan segera melaksanakannya! Anda tidak perlu khawatir!" ucap Ken dengan sigap.
Marvin pun berlalu pergi dengan langkah lebar dan hati yang sangat yakin. Dia melangkah kan kaki nya menuju lift. Tapi tak sengaja dia berpapasan dengan Hanna.
"Tuan Marvin! Apa anda sudah merasa baikan?" sapa Hanna.
Marvin tak menjawabnya. Dia tetap berjalan melewati Hanna dengan wajah datar tanpa menoleh sedikitpun. Dia masuk kedalam lift khusus CEO. Ia menekan lantai tempat apartemen nya berada. Pintu tertutup lift mulai berjalan naik.
Marvin berharap Killa tidak pergi kemana-mana. Karena jika itu terjadi, Marvin pasti merasa sangat bersalah. Karena sudah membiarkan gadis yang baru saja dicintainya itu pergi. Penyesalan adalah hal yang paling menyakitkan.
...🌹Jangan lupa like dan komentar apa aja yah! Biar Author semangat🙏🏻🙏🏻🌹...
__ADS_1