Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 25 : Terpesona


__ADS_3

PRANG.


Killa berserta William dan para anak buahnya menoleh bersamaan, ke arah sumber suara kayu yang dipukul kan kesebuah tiang.


"Marvin?" lirih Killa dengan suara yang letih karena menahan sakit.


"BERANI-BERANI NYA MENGGANGGU KU, CEPAT HABISI DIA...."


William memerintahkan anak buah nya untuk menghabisi Marvin. Pria itu nampak berantakan. Killa bisa melihat kepala dan ujung bibir nya berdarah. Dia pasti sudah berkelahi melawan anak buah William diruangan gelap tadi.


"Lepaskan istriku...." ucap Marvin menatap tajam William.


Deg.


Killa tersentak kaget mendengar pengakuan Marvin. Pria dingin dan kaku itu mengakui jika Killa adalah istrinya. Kila menatap Marvin dengan lekat dari kejauhan. Dia bisa menangkap sebuah senyuman tipis dibibir pria itu.


"HAHAHA, istri? Wanita seperti ini adalah istrimu?" William tergelak tawa. Dia berdiri dibelakang Killa lalu menempelkan pisau tadi dibatang leher gadis itu.


"Lepaskan aku...." Killa memberontak.


"BRENGSEK KAU BERANINYA,...." teriak Marvin yang langsung berlari kearah Killa dan William.


Tapi sebelum mencapai nya, Marvin terlebih duku dicegat oleh anak buah William. Terjadilah perkelahian sengit Marvin dengan para anak buah William yang rata-rata memakai senjata tajam.


Killa tak berhenti berkedip. Dia begitu terpukau melihat Marvin yang sedang berkelahi. Sudah sering dia melihat seorang pria yang sedang berkelahi. Tapi tidak pernah melihat seorang pria bak malaikat berwajah tampan, seperti Marvin. Caranya berkelahi sangat menawan dimata Killa. Sampai-sampai dia tidak memperdulikan pisau yang sedang menempel dilehernya.

__ADS_1


Mungkin karena kehidupan keras mafia yang dijalani Killa. Menjadikan dia terpesona dengan pria yang dilihat dari caranya berkelahi. Bukan dari caranya bersikap romantis dan manis.


Selesai.


Marvin menuntaskan dan menumbangi satu persatu anak buah William. Membuat William terperanjat ketakutan. Mengerikan sekali, anak buah nya yang tubuhnya kekar-kekar dan memakai senjata tajam. Bisa dikalahkan oleh pria berwajah dingin itu.


Marvin pun berjalan mendekati Killa yang tengah disandera oleh William. Tatapan dingin nya mencekam seakan mencekik leher William. Membuatnya merasa sesak sendiri.


"Berhenti, atau kau mau dia mati...." William mengancam Marvin.


Marvin terkejut dan menghentikan langkah nya. Ketika William mengancam akan membunuh Killa. "Lepaskan dia" ucap nya datar.


"AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN NYA HIDUP..." teriak William dengan tangan dan badan yang gemetaran melihat Marvin.


"Brengsek, kau kira aku akan tinggal diam" Killa menghantup kan kepala nya ke wajah William. Hingga hidung pria itu keluar darah.


"YAAAA......" William berteriak tangan nya hendak menyayat leher Killa. Akan tetapi !


BUGH.


William tersungkur dilantai tidak sadarkan diri. Tangan nya kalah cepat dari Marvin yang melemparkan kayu ditangan nya ke wajah William. Membuat pria itu tersungkur tidak sadarkan diri. Dengan bagian mata dan bibir yang bengkak dan pecah.


"Tuan, apa anda tidak apa-apa?" suara Ken dari kejauhan di pintu tempat Marvin tadi masuk.


Marvin terkejut dengan cepat dia membuka jaket nya untuk menutupi tubuh Killa yang baju nya sudah sobek. Ia tak mau orang lain melihat tubuh gadis itu.

__ADS_1


Sontak Killa sangat terkejut. Dia menatap wajah Marvin yang datar itu. Ketika pria itu melepaskan satu persatu ikatan tali di tubuhnya.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Marvin padanya.


"Aku tidak apa-apa...." jawab nya seraya menunduk. Seketika Killa tersadar mengenai sang adik. "Naya? Kita harus mencari Naya...."


"Nona tidak perlu khawatir, adik anda sudah kami selamatkan! Sekarang Nona Naya sedang ada di mobil, dalam keadaan pingsan...." ucap Ken yang berdiri di belakang Marvin.


Beberapa detik kemudian, datanglah petugas kepolisian untuk meringkus William dan kawanan nya. Mereka membawa William ke kantor polisi untuk dimintai pengakuan nya.


"Terima kasih pak..." ucap Marvin kepada kepala polisi yang langsung datang ketempat itu.


"Sama-sama Tuan Marvin....saya berharap anda dan istri anda bisa memberikan keterangan ke kantor...."


"Sepertinya tidak sekarang, tapi saya akan membuat janji secepatnya..."


"Baiklah tidak apa-apa Tuan Marvin....."


Ken pun mempersilahkan kepala kepolisian itu untuk pergi. Berbicara dengan nya. Karena dia tahu Tuan nya itu merasa sedikit risih, dia tak mau tubuh istrinya dilihat orang banyak.


"Ayo kita kembali ke mobil...." Ajak Marvin.


Pria itu merangkul Killa. Berjalan keluar dari gedung itu menuju mobil mereka. Killa hanya diam tak berkata apa-apa. Hari ini Marvin benar-benar membuatnya terkesan dengan kegagahan dan menawan nya pria itu saat berkelah menyelamatkan Killa.


...TBC....

__ADS_1


...Note : Jangan lupa like dan tinggalkan jejak kalian di kolom komentar🌹🌹....


...Vote dan beri hadiah Author supaya Author nya semangat untuk up💪🏻💪🏻...


__ADS_2