Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 62 : Ketegangan.


__ADS_3

"Aku tidak percaya kau melakukan itu padaku kakak ipar!" bentak Naya kembali.


Suasana semakin tegang. Tapi Marvin masih dengan santainya membuka mulutnya sambil menyenggol lengan kanan Killa. Meminta gadis itu kembali menyuapinya.


"Naya diam lah!" Killa meninggikan suaranya membentak sang adik agar diam. Tapi Naya masih tidak perduli.


"Kau sudah membuatku malu kakak ipar! Kau sangat tega padaku! Semua orang membicarakan ku! Mereka menyindirku sebagai anak bangsawan! Huaaaa!" Tangisan Naya pecah.


"Anak bangsawan?" ucap Naya kebingungan. Ia menatap Marvin dan Naya secara bergantian.


"Hiks hiks hiks, aku sangat malu!" Naya kembali meraung.


Marvin yang sedari tadi diam. Sudah tak bisa menahan tawanya. Melihat tingkah Naya. "Ckckck! Bukan kah kau yang mau segera bersekolah kembali! Sampai-sampai kau melawan kakakmu!" ucap Marvin dengan terkekeh.


Ken baru menyadari keadaan. Dia tahu apa yang sedang dibicarakan kedua orang itu. Sedangkan Killa menjadi satu-satunya orang yang tak mengerti. Membuat gadis itu merasa kesal.


"Sebenarnya ada apa? Apa yang sedang kalian sembunyikan dan tidak aku ketahui!" ucap Killa kesal.

__ADS_1


"Aku sudah selesai makan!" ucap Marvin seraya hendak beranjak.


"Tunggu! Aku sedang bertanya, kenapa kau malah mau kabur!" Killa menarik Marvin untuk kembali duduk di kursinya. Pria itu menuruti nya, ia kembali duduk dikursi tapi tidak menghadap kedepan. Tapi malah menghadap ke Killa. Seakan sedang mengejek nya.


"Hiks hiks hiks!" Naya masih menangis.


"Jawab aku sebenarnya ada apa? Kenapa kau membuatnya menangis!" Killa sedikit tersulut emosi karena melihat adik kesayangan nya itu menangis. Apalagi jika dia menangis karena Marvin. Killa benar-benar tidak terima.


"Aku?" Marvin menunjuk dirinya. "Kenapa kau menatapku seperti itu? Seolah-olah aku sudah melakukan hal jahat pada adikmu!" Marvin berucap dengan senyuman licik.


Tanpa sadar Killa menggenggam kuat gagang pisau. "Katakan sebenarnya ada apa?" Killa menatap tajam Marvin.


Ken yang melihatnya pun dengan sigap meraih pisau tersebut dari tangan Killa. "Hehehe! Tidak ada yang serius Nona Killa! Tuan tidak mungkin melakukan hal buruk pada Nona Naya!"


Ken mencoba membuat Killa mengerti dan tidak salam paham. Karena dia tak ingin Killa marah dan berkelahi dengan Marvin. Mengingat terakhir kalinya pertengkaran mereka berdua, mengakibatkan seluruh perabotan di apartemen Marvin hancur dan harus diganti baru. Tentunya Ken tidak mau hal itu terjadi. Karena dia yang akan sangat terbebani.


"Tidak buruk apanya coba! Dia sudah membuatku malu, tentu saja itu adalah hal buruk!" sahut Naya tak terima.

__ADS_1


"Tenang Nay, kakak pasti akan memberikan orang ini pelajaran! Jika dia benar-benar melakukan hal buruk padamu!" ucap Killa melawankan sang adik.


"Terus kau mau apa padaku?" ucap Marvin santai dan menantang.


"Oh kau benar-benar cari mati Marvin Louis! Kau kira aku tidak berani memberimu pelajaran? Kau salah!" ucap Killa tak mau kalah.


"Tuan, Nona, jangan seperti ini! Kita bisa menyelesaikan nya dengan kepala dingin!" ucap Ken menengahi keduanya agar tidak terjadi perkelahian.


"Diam kau!" bentak keduanya bersamaan.


Dengan cepat Killa meraih tangan kiri Marvin. Ia menggenggam erat tangan tersebut. Membuat Marvin bergetar menahan sakit. Karena luka sayat di telapak tangan nya itu.


"Katakan sebenarnya apa yang kau lakukan padanya! Hingga dia menangis seperti ini! Sebelum aku meremukkan tangan mu Marvin!" ucap Killa mengancam dan menatap tajam pria yang sudah menjadi suaminya itu.


Marvin tersenyum dengan sedikit kesakitan. "Kau tanya sendiri pada adikmu yang tidak jelas itu!" ucap Marvin menahan sakit.


...🌹Jangan lupa like🌹...

__ADS_1


__ADS_2