Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 153 : Jangan Lupa Vote


__ADS_3

Kini tinggal mereka berdua yang ada didalam ruangan. Killa langsung berjalan mendekati Justin dengan pistol yang masih ditodongkan ke kepala Justin. Pria itu tersenyum tipis mendapat perlakuan seperti itu oleh Killa.


"Kau datang padaku? Apakah kau sangat merindukan ku Killa? Baru saja kita bertemu di pesta," ucap Justin.


"Cih, rindu kau bilang? Benar, aku sangat merindukan mu. Sampai-sampai rasa rindu ini membuat ku gila dan ingin menembakan peluru hingga menembus kepala mu," sahut Killa.


"Hahaha, benarkah itu? Kalau begitu tembak aku sekarang." Justin tertawa dan berdiri di hadapan Killa. Menantang Killa untuk menembaknya.


"Brengsek kau Justin," hardiknya dengan suara bergetar menahan amarah.


Dalam sekejap mata Justin meraih tangan Killa yang memegang pistol. Lalu merampasnya dan membalikan tubuh Killa. Mengunci tangan nya dibelakang membuat Killa tak bisa bergerak.


"Lepaskan aku," decak Killa mencoba menggerak kan tubuhnya.


"Kau yang datang sendiri kemari, bagaimana bisa aku melepaskan mu Killa? Selama ini aku sudah mencarimu, tapi ternyata sekarang kau sudah milik orang lain," tutur Justin.


Bugh!


Killa menyikut rusuk kanan Justin membuatnya termundur. Kesempatan Killa langsung membalik kan keadaan. Sempat ia meraih pisau buah yang ada di atas meja lalu menodongkan nya di leher Justin.

__ADS_1


"Kau sangat brengsek dan menjijikan, caramu sangat rendahan," ucap Killa.


"Aku tidak mengerti apa maksudmu Killa," sahut Justin.


"Tidak usah pura-pura, aku tahu ini adalah rencana kotor mu." Killa meludah ke sembarang arah, membuat Justin sedikit tersulut emosi.


"Kau kira aku akan tega melakukan itu untuk membuatmu malu? Kau memang belum berubah, kau masih Killa yang bodoh yang aku kenal. Pikirkan baik-baik untuk apa dan keuntungan apa yang aku dapatkan? Aku tidak akan mempermalukan wanita yang aku cintai. Aku mencintaimu bukan membencimu, sudah jelas jika yang melakukan ini semua adalah orang yang membencimu! Tapi kau malah menuduhku," tutur Justin.


"Tapi kau--," Killa tak bisa berkata.


"Aku apa?"


"...kau dan jalang itu," lanjutnya dengan tangan yang mengepal kuat. Rahangnya mengeras mengingat wajah Kikan yang terlintas.


"Kau baru sadar sekarang," ucap Justin tertawa miring dan menggelengkan kepala.


"....apakah aku seburuk itu di matamu? Sampai kau menuduh diriku melakukan hal rendah seperti itu?" lanjut Justin menatap Killa dengan raut wajah kecewa.


"Hei, bukan berarti kau adalah orang baik, bagiku di dunia ini tidak ada orang yang menyakiti ku lebih darimu. Aku sangat membencimu Justin."

__ADS_1


Justin mengepalkan tangan nya, begitu geram dengan ucapan Killa. Hatinya yang sudah mulai ikhlas merelakan kepergian Killa. Kini menjadi murka kembali, ia semakin ingin membuat Killa berpisah dengan Marvin.


"Tidak ada yang akan membuat ku mundur dan meninggalkan Marvin, sampai kapan pun. Jadi aku mohon kau juga harus menyerah, jalani hidup mu dengan baik Justin. Kelak suatu hari nanti, kau akan menemukan wanita mu," ucap Killa.


Justin menghela nafas panjang dan menjawab, "Kenapa kau begitu egois Killa? Apa kau tidak memikirkan dampak dari ini semua untuk nama baik keluarga- Marvin dan perusahaan nya?"


Deg!


Tanpa sadar Killa membenarkan ucapan Justin barusan. Bagaimana bisa dia begitu egois, dan tidak memikirkan dampak dari berita itu.


Apakah aku ini benalu? Karena diriku keluarga besarnya pasti sangat malu! Apa yang harus aku lakukan, Marvin maafkan aku? Batin Killa.


"Aku harus pergi," ucap Killa.


"Pergilah, tapi kau juga harus memikirkan nasib Marvin Killa. Jika kau menyayangi nya, kau pasti mengerti harus berbuat apa," ucap Justin.


Killa menoleh sebelum akhirnya keluar dari ruangan itu. Nampak jelas kebimbangan tergambar diwajah. Ketika berbalik badan dan melanjutkan langkah keluar dari ruangan itu. Cairan bening keluar begitu saja dari sudut matanya. Dengan cepat ia mengusapnya walaupun terus keluar tanpa henti.


...🌹 Jangan lupa vote 🌹...

__ADS_1


__ADS_2