
Marvin pun membawa Killa pulang kerumah. Seperti tanpa merasa beban, Marvin menggendong Killa sampai kedalam kamar mereka. Sesampainya di dalam kamar mereka kembali melanjutkan sesi ciuman yang terhenti saat dimobil tadi.
Namun lucunya saat sudah berada diatas tempat tidur. Marvin merebahkan Killa perlahan dengan bibir yang masih saling berpagutan. Tiba-tiba saja Marvin merasa ada yang aneh. Karena Killa berhenti membalas ciuman nya. Tangannya juga sudah tidak melingkar dileher Marvin.
"Dasar gadis bodoh sialan," umpat Marvin sambil mencubit hidung Killa.
Ternyata Killa malah tertidur. Bahkan terdengar dengkuran kecil keluar dari mulutnya. Marvin hanya bisa geleng-geleng dan memijit batang lehernya yang menegang.
"Sialan kau Killa, kau sudah membuat sesuatu bangun. Tapi kau malah tidur, akhhh!" Marvin terus menggerutu.
Bagaiman tidak jika dia sudah berangan-angan untuk melakukan aksi panas. Tapi malah ditinggal tidur. Kepalanya berdenyut-denyut menahan sesuatu yang dibawah sudah menegang.
"Marvin." Killa memanggil nama Marvin.
"Marvin, kau dimana? Ayo kemari dan cium aku." Ia kembali meranyau tidak jelas. Dengan mata yang masih menutup dan bibir yang mengerucut. Menciumi guling.
Marvin pun tertawa geli melihat tingkah lucu Killa yang sedang mabuk. Seketika rasa kecewa nya hilang. Marvin semakin yakin jika dia sangat mencintai Killa, dan tidak bisa lama-lama marah pada gadis itu.
"Baiklah, kemari aku akan mencium mu."
__ADS_1
Marvin merangkak naik keatas tempat tidur mendekati wajah Killa. Lalu mengecup penuh kasih sayang kening Killa dan mengusap lembut wajah gadis itu.
"Marvin kau sangat tampan," ucap Killa tersenyum dengan pipi yang merah. Matanya terbuka sedikit lalu mengacak-acak rambut Marvin dan berkata, "aku sangat mencintaimu Marvin."
"Aku juga mencintaimu Killa, istirahatlah sayang."
Marvin pun beranjak dari tempat tidur. Ia membukakan sepatu yang Killa kenakan. Lalu dengan penuh perhatian ia menggantikan pakaian istrinya itu, dengan piyama tidur. Menghapuskan riasannya dengan kain basah hangat. Marvin sudah seperti suami idaman pada umumnya. Begitu perhatian dan hangat memperlakukan sang istri.
Setelah selesai ia pun ikut bergabung di tempat tidur. Tidur dengan memeluk Killa dari belakang. Sambil menghirup aroma tubuh Killa, Marvin bisa tidur dengan nyaman. Tanpa Killa apalah arti hidup Marvin. Ia selalu merasa kesepian dan merindukan sosok ibu disampingnya. Namun dengan adanya Killa dan Naya yang tinggal bersamanya. Membuat hidup Marvin perlahan berubah dan berwarna.
***
Keesokan paginya.
"Dia tidak terbangun?" gumamnya pelan.
Tidak ada tanda-tanda Marvin terganggu dengan sikut Killa tadi. Ia masih terlelap dengan nyamannya. Killa pun tersenyum memandangi wajah sendu suaminya itu.
"Aku yang mabuk, tapi dia yang tidur nyenyak. Sampai-sampai tidak sadar jika wajahnya tersentuh, sepertinya dia begitu kelelahan," ucap Killa seraya mengusap wajah Marvin dengan lembut.
__ADS_1
Karena tak ingin membangunkan Marvin. Killa beranjak dari tempat tidur dengan perlahan. Lalu segera masuk kedalam kamar mandi. Ia bersiap-siap untuk pergi bekerja. Saat sudah selesai bersiap dan rapi, ia kembali kedalam kamar. Mendapati Marvin yang ternyata sudah bangun, pria dingin itu berdiri di balkon kamar. Membiarkan cahaya matahari menghangatkan tubuhnya.
Dari belakang Killa berjalan mengendap-endap menghampiri Marvin. Lalu memeluknya dari belakang.
"Apa yang kau lakukan disini? Jika mau bunuh diri, jangan di pagi hari. Karena itu akan menakuti orang-orang dibawah sana, hihihi." Killa tertawa geli menggoda Marvin yang sedang melamun itu.
"Dasar gadis bodoh, siapa bilang aku akan bunuh diri? Jika aku bunuh diri dan mati, siapa yang akan menjagamu?"
...🌹Bonus Visual🌹...
Author ganti pemeran Killa nya yah, karena masih belum bisa nemu yang cocok. Jadi author mutusin untuk pake cewek yang satu ini aja dulu. 🙏🏻🙏🏻
...Dan yang ini sosok Marvin yang sudah berubah banyak tersenyum, sampai terkadang buat Killa jadi gemes😍🖤🖤...
__ADS_1