
Disisi lain sore itu. Naya yang baru saja pulang dari sekolah. Berjalan sambil menggerutu memasuki lobby hotel. Karena tidak bisa dijemput oleh Ken dan malah dijemput oleh bodyguard rese yang pernah mengganggu nya.
"Apa-apaan dengan kakak ipar! Kenapa dia menyuruh orang itu untuk menjemputku sangat menyebalkan!"
Naya menggerutu sepanjang jalan memasuki lobby. Dia tidak memerhatikan ke sekeliling nya.
"Naya!" sapa seseorang dari arah belakang.
Naya terkejut sontak langsung memutar tangan seseorang itu yang sempat menarik pergelangan tangan nya. Mata Naya membulat dan menajam. Tubuhnya termundur reflek karena rasa takut di dalam dirinya.
"Kak--, kak Justin!" ucap Naya terbata-bata.
"Heh, ternyata kau cepat tanggap juga! Aku rasa kakak mu sudah mengajari banyak hal padamu!" Justin terkekeh sambil mengusap lengan nya yang tadi dipelintir oleh Naya. Dia tak merasakan apa-apa.
"Halo Nay, lama tidak bertemu!" Justin tersenyum menyeringai dan mengulurkan tangan nya untuk berjabatan.
Naya menjadi panik. Dia menoleh ke kanan dan kiri. Seperti sedang mencari-cari pertolongan. Tapi dia tidak melihat seseorang yang dia kenal satu pun.
"Bagaimana kabarmu dan kakakmu? Aku sudah mencari kalian selama ini kemana-mana!" ucap Justin.
Naya menelan salivanya yang sekeras batu rasanya. Hingga sangat sulit untuk menelan nya. Dia sangat gugup dan ketakutan bertemu dengan Justin. Bahkan tangan dan kakinya dingin dan berkeringat.
"Apa yang kau lakukan disini? Adik iparku?" Justin maju selangkah hendak menyentuh pundak Naya.
__ADS_1
Tapi Gadis itu reflek langsung menjauh. "Itu bukan urusan mu! Sekarang kau dan kakak ku tidak memiliki hubungan apa-apa! Berhenti memanggilku dengan kata-kata menjijikkan itu! Karena sekarang aku sudah memiliki kakak ipar yang lain!" ucap Naya dengan suara bergetar.
"APA KAU BILANG?" Justin melotot mendengar perkataan Naya, yang menyebutkan jika dia memiliki kakak ipar yang baru.
Naya tersentak kaget ketika Justin membentak nya. Suara nya menggelegar. Membuat semua pandangan mata tertuju pada mereka berdua.
Justin menyadari hal itu. Dia pun tersenyum palsu pada semua orang yang melihat mereka berdua. "Naya sayang! Mau kah kau ikut bersamaku? kita bisa makan malam bersama!"
Justin maju satu langkah dan tangannya melayang hendak merangkul Naya. Tapi secara kebetulan ada seseorang yang datang dari arah belakangnya. Menerobos menghalangi niat Justin.
"Menjauhlah darinya!" suara seorang pria.
Naya dan Justin sama-sama terkejut dan menoleh kearah pria tersebut. Yang tak lain adalah June. Dia tak sengaja lewat, dan melihat seorang gadis yang sedang ketakutan. Terlebih pria yang bersama nya itu seperti sedang merisak gadis itu. Dengan jiwa dan hati yang besar. June tertarik sendiri untuk menolong gadis malang itu.
"Apa dia adalah kakak iparmu?" Justin berbalik menanyai Naya.
Dengan takut-takut Naya menggelengkan kepalanya nya. Sontak membuat Justin geram. Dia menatap Naya dengan penuh ancaman.
"Maaf Tuan! Sebaiknya anda menjauhi gadis ini sekarang juga, atau saya akan berteriak jika anda sudah melakukan hal yang tidak senonoh pada gadis ini!" ucap June.
Marvin menghela nafas dengan kasar. Dia sangat geram dengan pahlawan kesiangan yang kini berdiri dihadapan nya itu. "Aku akan membalas mu nanti!"
Justin menunjuk tepat didepan wajah June. Mungkin sekarang bukan waktu yang tepat untuk menanyai Naya tentang keberadaan Killa. Tapi Justin berhasil mengumpulkan bukti kuat, jika Naya berada dihotel itu. Dia tinggal meminta anak buahnya untuk mencari tahu apa yang dilakukan Naya dihotel itu.
__ADS_1
"Kita sudah berada sangat dekat Killa, aku pasti akan menemukan mu segera!" gumam nya tersenyum dengan licik seraya berjalan keluar dari hotel itu dan masuk kedalam mobil mewah yang sudah menunggunya diluar lobby.
"Jalan sekarang juga!" titah nya kepada supir yang menjalankan mobil.
Sedangkan disisi lain.
Naya masih bergetar ketakutan. Dia sangat syok karena bertemu dengan Justin. Kakinya melemas dia hampir terduduk dilantai. Tapi dengan cepat June menangkap tubuh Naya. Mempertahankan nya untuk tetap berdiri.
"Nona, apa kau tidak apa-apa!" June panik.
"Saya tidak apa-apa!" Naya menggelengkan kepalanya. Menatap wajah seorang pria yang baru saja menyelamatkan nya dari bahaya itu.
"Apa kau yakin?" tanya June lagi yang merasa tidak yakin jika Naya baik-baik saja.
"Aku yakin!" Naya mengangguk lemah. "Terima kasih kau sudah menyelamatkan ku!" ucap Naya lirih.
"Tidak masalah Nona! Mari aku akan mengantarmu! Aku harap kau tidak menolak niat baik saya ini Nona! Karena saya lihat anda sedang dalam keadaan tidak baik-baik!" ucap June bersikeras.
Naya menatap lekat wajah pria itu. Dia memang merasa kurang baik. Naya pun mengangguk dan membiarkan pria itu mengantarnya sampai apartemen sang kakak ipar.
...🌹Jangan lupa like yah🌹...
...Note : Maaf baru bisa up segini dulu🙏🏻! Tapi ini sudah lumayan Author usahakan buat kalian☺️ Semoga kalian enjoy yah. Happy Reading❤️...
__ADS_1