Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 123 : Makan malam.


__ADS_3

Pukul tujuh malam.


Killa baru saja selesai mandi dan memakai piyama tidurnya. Dengan rambut yang masih basah dan berantakan. Tak sengaja Killa mencium aroma sedap dari arah luar kamar.


Cepat-cepat ia langsung berjalan keluar kamar dan bertemu Naya tepat didepan pintunya. Ternyata sang adik baru saja ingin mengetuk pintu kamarnya.


"Nay?"


"Eh, kak!"


Killa terkejut begitu pun dengan Naya.


"Ada apa?" Tanya Killa, yang masih mencari-cari asal aroma sedap tersebut.


"Tidak apa-apa kak! Aku hanya ingin mengajakmu makan malam bersama!" Jawab Naya.


"Oh, jadi aroma sedap ini kamu yang buat?" Ucap Killa.


"Tidak, aku saja baru ingin bertanya padamu!" Naya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Jadi siapa?" Tanya Killa dengan alis yang mengkerut. Sembari menoleh kearah dapur.


"Mungkin kakak ipar, apa kalian baik-baik saja?" Tanya Naya balik.


"Hah? Iya kami baik-baik saja, kau tidak usah mengkhawatirkan hubungan kami! Cukup perhatikan pelajaran sekolahmu saja!" Ucap Killa terbata-bata, karena dia tidak mau jika sang adik sampai tau mengenai pertengkaran mereka. Sejak pulang dari Beijing.


Namun sayangnya Naya sudah tahu itu. Meskipun Killa tidak pernah memberitahunya. Namun sebagai seorang adik Naya sangat peka akan hal yang membuat sang kakak berubah suasana hati.


Apa kakak ipar masih belum melakukan apa-apa? Huft, dia sangat lamban! Batin Naya menggerutu.


"Kak kau mau kemana?" Teriak Naya yang sudah tinggal oleh Killa.


Killa berjalan menyusuri lorong menuju dapur. Di susul oleh Naya dibelakangnya.


"Kak? Kok bengong? Tuh kakak ipar memanggilmu!" Naya tergelak dan menyikut lengan Killa. Membuatnya tersentak kaget.


"Aku mau kembali ke kamar!" Killa berbalik badan.


"Loh kak!" Naya kaget melihat sang kakak yang malah berjalan kembali ke kamar.

__ADS_1


"Kau mau kemana? Ayo makan malam? Aku sudah memasak untukmu!"


Marvin berlari menghampiri Killa dan menarik tangannya. "Paling tidak hargai aku yang sudah memasak!"


Marvin menggandeng Killa kembali ke dapur dan duduk di kursi makan.


"Woahh! Kakak ipar kau sangat cekatan rupanya! Ckckck!" Naya berbisik menggoda Marvin dan tertawa kecil dibelakang Killa. Marvin hanya melirik tajam kearah gadis itu.


"Apa yang barusan kau katakan?" Tanya Killa sembari menoleh kearah Naya. Dia mendengar samar-samar perkataan Naya.


"Tidak usah dengarkan dia! Kau makanlah!" Ucap Marvin yang berdiri membelakangi Naya, membuat Killa tidak bisa melihat sang adik.


"Iya kak, kakak ipar benar! Tidak usah perdulikan aku, ayo kita makan!" Ucap Naya girang sembari duduk dikursi sebelah sang kakak.


"Minggir, ini tempatku!" Marvin menarik duluan kursi yang hendak Naya duduki.


"Huft! Kakak ipar kau sangat menyebalkan!" Naya menghela nafas dengan kasar dan berjalan memutari meja makan. Duduk tepat dihadapan suami istri itu.


"Kakak ipar apa ini? Kau hanya menyediakan ini saja untuk ku? Kau tega sekali, kau tidak adil!" Rengek Naya. Ketika melihat makanan di piringnya hanya sebuah pasta. Sedangkan di piring Killa sebuah steak barbeque.

__ADS_1


"Tidak usah cerewet, makan saja yang sudah disiapkan!" Jawab Marvin ketus.


Killa hanya menghela nafas dan geleng-geleng kepala, melihat adik dan suaminya itu bertengkar hanya karena masalah sepele.


__ADS_2