
Di sisi lain. Ditengah-tengah kata sambutan Marvin, tiba-tiba saja suasana berubah. Ponsel semua orang berbunyi, sebuah artikel baru saja keluar. Begitu pun pada ponsel Marvin, karena perasaan Marvin pun melihat isi artikel tersebut. Suasana menjadi riuh, semua orang berbisik-bisik menatap ke arah Killa.
Artikel tersebut berisikan berita mengenai sosok Killa. 'Isri dari Marvin Louis bernama Killa Roses, terbukti adalah mantan seorang mafia. Hidup sebagai yatim piatu karena orang tuanya yang meninggal karena di bantai. Ia juga sudah beberapa kali merenggut nyawa-nyawa target nya. Bukan itu saja, Killa Roses dikabarkan juga sempat menerima sejumlah uang dari seseorang untuk membunuh suaminya sendiri. Ia pun sempat berniat melakukannya namun gagal, karena Marvin Louis terlebih dulu memergokinya. Sungguh miris dan mengerikan, sosok dibalik wajah cantik nya ternyata dia seorang mafia yang kejam. Marvin Louis sudah dibodohi oleh istrinya sendiri.'
Namun ketika Marvin menegakkan kepala melihat ke arah meja tempat Killa berada. Gadis itu sudah tidak lagi ada disana. Seketika Marvin menjadi panik. Ia menoleh ke segala arah, mencari-cari sosok Killa.
"Ken," teriak Marvin. Ken pun segera berlari menghampirinya.
"Dimana Killa?" tanya nya dengan perasaan campur aduk dan tidak tenang.
"Maaf Tuan, tadi saya pergi ke toilet dan saat saya kembali Nona Killa sudah tidak ada."
"Dimana Naya?"
"Nona Naya juga pergi sebelumnya, dan belum kembali sampai sekarang."
"Sial, disaat seperti ini seharusnya kau lebih waspada dan tidak melalaikan tugasmu Ken. Sekarang kerahkan seluruh bantuan untuk mencari Killa."
__ADS_1
Marvin membentak Ken yang telah lalai dalam bertugas menjaga dua gadis itu. Di depan semua orang, Ken hanya bisa menunduk dan meminta maaf pada Marvin.
"Baik Tuan," sahut Ken dengan sigap.
"Dan juga." ucap Marvin kembali, Ken berhenti dan menoleh. "Hubungi Tuan Kim, minta dia menutup seluruh saluran berita dan media massa. Artikel itu harus segera dihapus malam ini juga."
"Siap Tuan." Ken menunduk hormat lalu pergi melakukan perintah Marvin.
Marvin mengusap wajahnya dengan kasar. Semua pandangan tertuju padanya. "Sial," umpatnya lalu segera turun dari atas panggung.
"Tuan Marvin, apa artikel ini benar? Apa Nona Killa istri anda dulunya adalah seorang Mafia? Bagaimana bisa anda hidup dengannya selama ini? Apa karena dia mengancam mu selama ini?" tanya salah seorang wartawan.
Akan tetapi saat dia hendak pergi meninggalkan pesta. Naya dan Justin pun datang. Ia menatap ke arah dua orang itu.
"Ada apa ini?" tanya Naya yang kebingungan.
"Dimana kakak ku?" lanjutnya bertanya ketika tidak melihat batang hidung sang kakak.
__ADS_1
"Kakak mu pergi, seharusnya kau tidak meninggalkannya." Marvin berteriak membentak Naya, membuat gadis itu tersentak kaget.
Ting!
Naya dan Justin menyadari jika ponsel mereka berdering. Naya membaca artikel tersebut begitu pun dengan Justin. Keduanya sama-sama terkejut. Menatap Marvin bersamaan.
"Kakak ipar," lirih Naya dengan air mata yang sudah berlinangan. Ia menatap Marvin, namun pria itu malah memalingkan wajahnya.
Naya pun langsung berlari pergi dari pesta itu. entah kemana dia pergi, Marvin hanya diam menatap kepergian adik iparnya itu. Karena dia juga bingung harus berbuat apa. Satu-satunya yang terpenting sekarang adalah menemukan Killa.
***
"Cari cara untuk mengalihkan orang-orang dari artikel tentang Killa, kalau perlu ungkap perselingkuhan dari anggota kongres Cheong."
"Pokoknya aku tidak mau tahu, artikel ini harus secepatnya dibuat tenggelam."
Justin memerintahkan asisten pribadinya, untuk mengalihkan berita mengenai Killa. Bahkan segala cara apapun itu, Justin gunakan.
__ADS_1
"Baik Tuan," jawab asistennya dengan sigap sembari menyalakan mesin mobil dan pergi membawa Justin kembali ke rumah utama.