Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 152 : Killa wanita kuat.


__ADS_3

Di apartemen Marvin.


Ketika ia baru saja masuk. Ia terkejut melihat sang ayah yang berdiri tepat dihadapannya. Dengan langkah berat dia berjalan mendekati Ayah Kevin. Takut sang ayah akan marah karena berita tersebut.


"Ayah, maafkan aku," lirihnya pelan.


"Untuk apa?" tanya Ayah Kevin balik.


Ia pun menegak kan kepalanya menatap sang ayah dengan heran. "Untuk berita itu," ucapnya lagi.


Kali ini dia benar-benar takut sang ayah marah. Namun kenyataannya malah berbeda. Sikap yang ditunjukan Ayah Kevin, membuat Marvin tak bisa berkata-kata. Ayah Kevin memegang kedua pundak nya, dan berkata, "Pergilah, bawa pulang anak perempuan ku. Kau tidak boleh pulang jika belum menemukannya."


Sontak matanya langsung membulat. "Ayah--," ucapnya terhenti karena tak tahu harus berkata apa.


Ayah Kevin mengangguk dan tersenyum. "Pergilah dengan hati yang tenang, karena ayah yakin Killa adalah wanita yang kuat. Tidak akan terjadi apa-apa padanya."


"Terima kasih ayah, aku pasti akan membawanya kembali," ucapnya bersemangat. Tak menunggu lama ia langsung berlari keluar untuk mencari sang istri. Ia sudah berjanji, bahwa tidak akan meninggalkan Killa. Bahkan jika Killa pergi, ia yang akan mencari dan menemukan nya. Tidak ada yang bisa memisahkan dia dan Killa selamanya.


***


Ia mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang, menyusuri setiap sudut kota. Berharap Killa tidak pergi jauh. Karena Ken memberitahunya, jika Killa juga tidak ada di pemakaman orang tuanya. Berarti gadis itu tidak pergi jauh, dia masih ada di dalam kota.

__ADS_1


Matanya tidak sengaja menangkap pemandangan seorang gadis yang tengah menangis di pinggir jalan. Ia pun segera memutar balikan mobil menuju sisi jalan lainnya. Untuk menghampiri gadis tersebut.


"Naya," teriaknya sembari turun dari mobil.


"Kakak ipar, hiks hiks. Aku tidak menemukan kakak ku dimana-mana. Aku takut terjadi sesuatu padanya, bagaimana ini? Hiks hiks." Naya menangis sesegukan, sampai-sampai dadanya terasa sesak.


"Berhentilah menangis dan tenang, kakak mu pasti baik-baik saja. Bukankah dia wanita yang kuat, jadi berhentilah menangis. Kita cari dia bersama-sama."


Melihat Naya dalam keadaan lesu dan berantakan ia merasa begitu kasian. Ia memeluk dan mengusap lembut bahu sang adik ipar, untuk menenangkan nya.


"Hiks hiks, baiklah." Naya mengangguk.


Disisi lain di kediaman rumah utama Leon King, atau sebut saja rumah Justin.


BRAK!


Dari arah luar pintu ruang kerja Justin ditendang dengan sangat kuat oleh Killa. Membuat Justin dan asisten nya sama-sama terkejut dan menoleh kearah pintu.


"Nona, apa yang kau lakukan? Kau tidak boleh menerobos masuk, itu sangat tidak sopan," ucap asisten nya Justin berjalan menghampiri Killa.


"Maaf Tuan, Nona ini memaksa untuk masuk."

__ADS_1


Dua orang pria baru saja datang. Meminta maaf pada Justin dengan wajah yang babak belur. Sudah pasti Killa yang menghajar pria-pria itu karena sudah menghalangi jalannya.


Wajah Killa memerah karena menahan amarah sejak tadi. Dia tertawa renyah dengan wajah mengerikan. Membuat dua pria tadi dan asisten Justin merinding. Sedangkan Justin malah tersenyum miring.


"Heh, sopan kau bilang? Aku kesini bukan untuk acara minum teh, tapi untuk membantai Tuan mu itu."


Killa menunjuk ke arah Justin menggunakan pistol yang ia pegang.


"Hei, Nona Killa. Apa yang kau lakukan? Turunkan senjata mu," teriak asisten Justin, dia terkejut sekaligus takut jika Killa akan menembak Tuan nya.


"Kalian, mengapa diam saja. Cepat hentikan dia," perintahnya kepada dua orang pria yang hanya terdiam di ambang pintu.


"Baik bos," sahut mereka bersamaan sembari berlari menghampiri Killa.


"Berhenti, atau akan aku tembak dia," ancam Killa.


"Kalian pergilah, biarkan aku berbicara padanya," ucap Justin pada anak buahnya serta pada asisten pribadinya itu.


"Baik Tuan," sahut mereka bersamaan. Lalu berlalu pergi meninggalkan Justin dan Killa berdua saja untuk bicara.


...🌹TBC, jangan lupa like🌹...

__ADS_1


__ADS_2