Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 201 : Serendah itu.


__ADS_3

Di perjalanan menuju Villa.


Suasana nampak begitu hening. Hanya terdengar suara alunan musik klasik yang dimainkan di radio mobil. Naya sengaja duduk di kursi belakang dan menyuruh Killa duduk di sebelah Marvin. Namun harapan nya agar Killa dan Marvin bisa bicara malah gagal. Tidak ada yang keluar satu kata pun dari kedua orang itu. Membuat Naya berdecak sangat kesal.


Tidak lama sekitar dua puluh menit. Mereka sudah sampai di Villa. Marvin menatap tampilan depan Villa itu. Nampak mewah dan elegan. Ia menatap Naya yang baru saja keluar dari mobil.


"Kakak ipar terima kasih tumpangan nya," ucap Naya.


"Sama-sama Nay," sahut nya tersenyum tipis.


Pandangan nya pun beralih pada Killa yang masih duduk di kursinya. "Aku akan kembali sore ini," ucap nya.


Killa menoleh padanya dengan raut wajah yang tidak bisa dibaca. "Maksudku, kembali ke Seoul!"


Ayo Killa, cegah aku pergi! Katakan jika kau ingin aku tetap bersama mu! Batin Marvin.


Killa hanya diam dia tidak menjawab dan malah memalingkan wajahnya. Membuat hati Marvin semakin sakit. Nyeri seakan ditusuk jarum-jarum kecil.


"Ikutlah denganku?" Ia meraih tangan Killa dan menggenggam nya erat.


"Aku, kau, Naya, dan Baby ini, aku berjanji aku akan membuat kalian bahagia selamanya."


"Kita akan menjadi keluarga yang utuh, saling menjaga dan saling menyayangi setiap waktu. Berikan aku kesempatan untuk menebus salahku Killa."

__ADS_1


"Tapi Vin--"


"Aku mohon, aku begitu tersiksa tanpa adanya kamu Killa."


"Maaf aku tidak bisa Vin, aku benar-benar tidak bisa."


Killa melepaskan genggaman tangan Marvin.


"Kau sangat egois! Apa kau tidak memikirkan bagaimana dengan Baby ini?"


Air mata Killa sudah mengalir deras. Dia menatap Marvin dengan wajah pias penuh air mata. "Apa maksudmu Vin? Apa kau pikir aku tidak memikirkan Baby ini? Aku adalah ibunya, aku yang paling merasakan sakit jika terjadi sesuatu padanya."


"Karena itu, ikutlah bersama ku! Aku akan membuat kalian bahagia."


"Kenapa aku merasa kau hanya menginginkan Baby ini saja? Kau mengejar ku sampai kesini, hanya untuk Baby ini kan? Kau tidak benar-benar menyesal dengan perlakuan mu waktu itu padaku?"


"Kau bohong, aku tahu kau kemari karena kau hanya menginginkan Baby ini. Kau menginginkan nya sebagai penerus keluarga Louis kan!"


"Tidak! Kau salah Killa! Aku tid--"


"Kau pembohong, sampai kapan pun aku tidak akan menyerahkan Baby ini padamu Marvin! Aku sangat membencimu! Sebaiknya kau pergi, dan jangan pernah kembali lagi!"


"Killa dengarkan aku, semua yang kau pikirkan itu salah! Aku tidak seperti itu!"

__ADS_1


Marvin meraih kembali tangan Killa. Namun kembali di tepis dengan kasar. Marvin pun mengacak rambutnya karena frustasi. Entah kenapa suasana hati Killa berubah jadi sangat emosional seperti ini.


"Pergi Vin, aku bilang pergi! Aku tahu kau kemari karena Baby ini! Kau menginginkan nya sebagai pewaris keluarga Louis! Kau sungguh munafik, bagiku kau termasuk pria brengsek! Kau menjauhi ku setelah tahu kenyataan pahit! Padahal kau sudah berjanji, kau tidak akan berubah padaku! Kau akan mencintaiku selamanya! Tapi apa? Kau malah bersikap dingin, dan bahkan sekarang kau datang kembali padaku! Hanya untuk --"


"KILLA CUKUP! HENTIKAN UCAPAN MU ITU!"


Killa tersentak kaget ketika Marvin membentak nya. Wajah Marvin memerah karena menahan emosi.


"Sudah cukup! Aku kemari untuk mengajakmu pulang! Kita kembali mengulang dari nol lagi! Tapi kau malah beranggapan aku seperti itu. Aku benar-benar tidak percaya kau bisa berpikiran seperti itu padaku! Apakah aku serendah itu dimatamu?"


"Aku memang tidak percaya padamu lagi!"


"Heh, kau serius dengan ucapan mu? Kau tahu Killa bagaimana kerasnya diriku! Hanya padamu aku lembut, dan membiarkan diriku mengalah! Tapi kenapa kau malah seperti ini! Kau dan Baby ini sama-sama berharga untuk ku! Tapi jika kau memang tidak menginginkan kehadiran ku lagi! Baiklah, aku akan pergi!"


"Bagus, pergi saja Vin! Karena aku tidak akan pernah menyerahkan Baby ini padamu!"


Killa pun membuka pintu mobil dan keluar.


"Sial!" pekik Marvin seraya mengusap wajahnya dengan kasar.


"Apa kau bisa berhenti mengatakan hal itu?" ucapnya.


"Kau memang seperti itu!" sahut Killa. Membuat Marvin terpancing emosi karena sudah begitu geram. Dia seperti tidak ada harga diri.

__ADS_1


"Kau terlalu egois Killa!" ucap Marvin dengan wajah dingin nya. Kemudian berpaling dan mulai menancap gas pergi meninggalkan Villa itu.


...🌹 Jangan lupa like, maaf slow update🙏🏻 Ini sudah diusahakan yah, jadi mohon pengertian nya 🌹...


__ADS_2