
🌹Sore harinya.🌹
Killa tengah membereskan meja kerjanya. Sebentar lagi sudah waktunya untuk pulang kerja. Lelah sekali rasanya, seharian ini pekerjaan nya hanya menyusun dokumen-dokumen lawas yang ada diruangan yang terlihat seperti gudang itu.
"Aku sangat bingung, dihotel mewah seperti ini! Ada ruangan yang seperti itu! Aku tahu si pria dingin itu pasti sangat pelit! Hingga tidak mau menyiapkan ruangan yang lebih layak untuk dokumen-dokumen penting itu!" Killa berbicara sendiri.
"Nona Killa!" sapa seseorang dari belakang nya yang langsung mengejutkan Killa.
"Nona Hanna? Selamat sore, apa ada yang bisa saya bantu!" ucap Killa.
"Apa tadi siang kau makan siang dengan Tuan Marvin?" tanya Hanna. Tetapi nadanya seperti sedang menuduh.
Sontak Killa menganga dan menelan salivanya. Dia ingat jika tidak boleh ada yang tahu jika dirinya memiliki hubungan dengan Marvin.
"Hahaha! Apa yang sedang kau bicarakan Nona Hanna! Aku makan siang dengan Tuan Marvin? Itu tidak mungkin lah! Siapa aku memangnya!" ucap Killa tertawa paksa mengelak dari tuduhan Hanna.
__ADS_1
"Benarkah? Sebenarnya hubungan apa yang kau miliki dengan Tuan Marvin? Bukan nya aku ingin menghinamu! Tapi sangat tidak wajar Tuan Marvin menerima karyawan yang tidak memiliki pengalaman sepertimu!" ucap Hanna sinis.
Killa menyipitkan matanya mendengar perkataan Hanna yang sangat menyakiti hatinya. Kau bilang tidak ingin menghinaku! Tapi kau malah menghinaku dengan terang-terangan seperti ini! Jika saja kau bukan karyawan disini dan aku sedang tidak membutuhkan pekerjaan ini! Aku pasti sudah akan merobek mulutmu itu! Nona berwajah sinis!
"Kenapa kau tidak menjawab? Dan malah menatapku seperti itu?" tanya Hanna lagi.
"Eh, tidak Nona saya tidak menatapmu! Hanya saja saya merasa risih dengan pertanyaan anda! Karena saya tidak merasa memiliki hubungan apa-apa dengan Tuan Marvin! Mengapa anda bertanya seperti itu kepada saya? Apakah anda pacarnya? Atau calon istrinya?" Killa membalikan pertanyaan yang menyudutkan Hanna.
Wanita itu mendengus kesal. "Lupakan! Sekarang kau carikan berkas pengeluaran hotel ditahun 2018 yang amplopnya berwarna merah!" ucap Hanna.
"Tapi Nona! Jam kerja saya sudah selesai!" Killa merasa tidak adil karena jam kerja nya sudah selesai. Kenapa dia diperintahkan lagi.
Killa menghela nafas lelah. "Baiklah! Aku akan mencarinya, tapi kemana aku akan membawanya?"
"Taruh saja dimeja kerjaku!" Hanna pun berlenggak-lenggok berlalu pergi meninggalkan Killa.
__ADS_1
"Lihatlah betapa menjengkelkan nya dirinya! Bahkan di jam pulang kerjaku! Dia masih saja memberikan ku kerjaan! Akhh, Marvin Louis aku sangat membencimu!" Killa menggerutu kesal. Mau tidak mau dia harus kembali kedalam ruangan penuh debu itu.
Kletak!
Tap tap tap!
Killa mendengar suara pintu yang dikunci dan lalu suara langkah kaki yang berlari menjauh. Sontak Killa tersadar dan langsung kembali mengecek pintu ruangan itu. Ternyata benar, ada seseorang yang sudah mengunci dirinya.
"Apa ada orang diluar? Tolong buka pintunya! Saya masih ada didalam sini!"
Hey! Apa ada yang mendengar ku! Tolong buka pintunya!"
Dor dor dor!
Killa berteriak sambil menggedor-gedor pintu tersebut. Tapi tidak ada yang menyahut apalagi mendengarnya. Karena semua karyawan dilantai itu sudah menyelesaikan jam kerja mereka. Terlebih semua pintu keluar dari lantai itu juga sudah dikunci dan ditutup. Untuk keamanan data perusahaan, itu sudah menjadi peraturan umum yang diketahui para karyawan lain khusus bagian manajemen. Tidak ada yang dipekerjakan lembur karena peraturan itu. Sedangkan bagian Bell boy, receptionis, banket/laundry, dan bagian restauran masih tetap bekerja 24 jam penuh, dengan sistem tukar shift.
__ADS_1
"Ponselku! Bagaimana ini? Aku meninggalkan nya di atas meja kerja! Huh, apa yang harus aku lakukan? Kenapa juga pintu sialan ini begitu keras! Dengan menendangnya tetap saja tidak bisa terbuka!" Killa menggerutu sambil menendang pintu besar itu.
...🌹Jangan lupa like🌹...