Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 32 : Kata 'SAYANG'


__ADS_3

Killa dan Marvin masih berada di posisi saling berpelukan. Mereka tidak menyadari ada sepasang mata yang sedang menatap mereka.


"Kakak?"


"Naya?" Killa memiringkan tubuhnya mengintip Naya yang berada di belakang Marvin.


Killa melepaskan pelukan nya pada Marvin saat itu juga. Lalu dia menghampiri Naya. Mengajak nya duduk di kursi makan untuk sarapan.


"Kamu pasti sangat lapar, ayo makan dulu kakak buatkan kamu bubur...."


"Tapi kak? dia---"


"Kamu makan dulu nanti selesai makan baru kakak jelaskan...."


"Baiklah...."


Marvin, pria itu pergi begitu saja meninggalkan Killa dan Naya. Killa menatap kepergian Marvin yang dia rasa sangat aneh. Sunggingan senyuman pun tercipta di wajah Killa.


***


Marvin duduk di sofa sambil memangku kaki dan memainkan ponsel. Atau lebih tepat nya dia sedang menghubungi Ken.

__ADS_1


"Ken kau dimana?" tanya Marvin. Pria itu nampak gusar dan tidak tenang.


"Ada apa Tuan? Apa sesuatu yang anda butuhkan? Saya sedang berada di kantor Tuan."


"Tidak ada, baiklah kembali bekerja...."


"Baik Tuan, saya akan antarkan berkas yang perlu anda tanda tangani nanti."


"Hmm..."


Marvin pun memutuskan panggilan sepihak. Sedari tadi dadanya tidak bisa berhenti berdebar. Muak sendiri rasanya dia, karena sebelum nya dia tidak pernah merasakan hal seperti itu.


"Kau mau kemana? Bisa kah kita bicara sebentar?" ucap Killa padanya dengan tersenyum ramah.


Marvin mengerinyit heran. "Baiklah..."


Marvin pun kembali duduk di sofa. Disusul oleh Killa dan juga Naya. Akan tetapi yang membuat Marvin lebih aneh dan heran lagi. Killa duduk berdempet dengan dirinya sambil cengar-cengir tidak jelas.


"Menjauh lah, apa yang kau lakukan?" ucap Marvin datar dan sedikit ketus.


"Hahaha, sebentar saja sayang! Setelah kita berbicara aku akan menjauh, kamu pasti gerah yah, hehehe" Killa menepuk pundak Marvin sambil tertawa renyah.

__ADS_1


Deg!


Sayang? Apa Marvin tidak salah dengar? Gadis nakal itu memanggilnya dengan sebutan sayang. Marvin mengkerut kan kening menatap skeptis Killa yang sedang bermain mata padanya. Malah semakin membuat Marvin deg-degan.


"Ayolah bantu aku meyakinkan pada Naya, jangan perlihatkan padanya jika kita berdua tidak akur! Meskipun sebenarnya memang tidak akan pernah akur...." Killa berbisik pelan kepada Marvin.


"Terserah kau saja, tapi aku tidak bisa berjanji akan tahan bermain sandiwara sepertimu...." sahut Marvin.


Killa menggigit bibir bawahnya karena gemas dengan pria dingin tersebut. Tidak bisa diajak kompromi sedikit saja. Kila mendengus kesal.


"Kak? Siapa dia? Dan kita sekarang berada dimana?" tanya Naya menatap Killa dengan penuh tanya.


"Pertama-tama kakak mau minta maaf padamu, karna baru memberitahu mu sekarang! Jadi kakak sebenarnya sudah menikah dengan nya...." ucap Killa menjelaskan sedikit.


"APA? KAKAK SUDAH MENIKAH? TAPI KENAPA TIDAK MEMBERITAHUKU? AKU INI KELUARGA KAKAK SATU-SATUNYA...." nada suara Naya meninggi membentak sang kakak. Gadis itu nampak geram dan kesal.


Killa nampak kebingungan. Tidak pernah terbayangkan olehnya. Jika Naya akan mengetahuinya seperti ini. Bodohnya dia kenapa tidak beri tahu saja sang adik dari awal dia menikah dengan Marvin. Agar tidak ada kesalahpahaman seperti ini.


Killa menyikut pelan lengan Marvin. Melirik nya meminta pertolongan. Agar menjelaskan kepada Naya. Killa menghela nafas panjang. Tolong aku!


...🌹Note : Jangan lupa like 🌹...

__ADS_1


__ADS_2