Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 57 : Salah tingkah lagi.


__ADS_3

Kakak ipar!" ucap Naya.


"Hmm, ada apa?" ucap Marvin dingin.


"Bolehkah aku kembali bersekolah hari ini? Aku sangat bosan dirumah! Teman-teman ku pasti sudah mencariku beberapa hari ini!" ucap Naya memelas.


"Kau ini! Memangnya teman-teman mu adalah yang penting! Keselamatan adalah yang terpenting!" ucap Killa kesal.


"Kau tidak akan mengerti rasanya! Karena kau tidak pernah merasakan yang namanya sekolah!" ucap Naya sinis.


Sakit sekali rasanya. Tapi Killa tak mau terlalu ambil hati dengan ucapan sang adik. Karena itu memang kenyataan yang tidak bisa dipungkirinya.


"Berhentilah berkelahi!" bentak Marvin. Kedua kakak beradik itu terdiam dan saling menatap. Lalu menatap nya.


"Kau diam lah dan jangan bersuara lagi!" Marvin menatap tajam Killa. Gadis itu mengangguk.


"Dan kau!" beralih menunjuk Naya. Gadis itu juga mengangguk. "Berhentilah membuat kakakmu kesal! Jika kau mau bersekolah! Maka pergi lah! Aku akan meminta Ken mengantarmu pagi ini!"


"Tapi---" ucapan Killa terhenti ketika Marvin melototinya.


"Kakak ipar kau memang yang terbaik!" Naya kegirangan dan langsung beranjak berlari masuk kedalam kamarnya.


Didalam lift khusus CEO. Killa tak berhenti menatap Marvin dengan tajam. Dia begitu kesal dengan pria itu. Karena memperbolehkan adiknya pergi ke sekolah.


"Ada apa? Apakah wajahku setampan itu? Hingga kau tidak berhenti menatapku? Tapi paling tidak kau harus berkedip!" ucap Marvin dengan terus menatap lurus ke depan.


"Cih! Percaya diri sekali!"

__ADS_1


"Terus kenapa?"


"Terus kenapa kau bilang? Bagaimana bisa kau membiarkan Naya pergi ke sekolahnya! Bagaimana jika ada orang yang hendak menculiknya lagi? Augh! Aku benar-benar tak bisa mengerti jalan pikiran mu!"


Killa benar-benar marah terhadap Marvin. Dia merasa Marvin tidak memikirkan keselamatan adiknya.


"Aku tidak sebodoh yang kau pikirkan Killa! Kau pikir aku akan bertindak tanpa ada perencanaan yang baik?"


"Maksudmu?"


Killa menatap Marvin dengan skeptis. Dia tak mengerti ucapan pria dingin yang ada disampingnya itu.


"Aku sudah menyiapkan bodyguard untuk menjaganya selama disekolah! Kau tenang saja dan tidak perlu khawatir!" Marvin menoleh kearah Killa.


"Benarkah?"


"Aahhh! Kau yang terbaik Marvin!"


Mata Marvin membulat. Dadanya berdebar hebat ketika gadis itu langsung memeluknya. Wajahnya merah tersipu malu.


"Lepaskan aku!" Marvin mendorong tubuh Killa menjauh.


"Bagaimana bisa kau memeluk seorang pria ditempat umum!" gerutunya.


"Maaf! Aku terlalu bersemangat! Lagi pula kan hanya ada kita berdua disini!" Killa tersenyum kikuk.


"Yah tetap saja! Kau tidak boleh seperti itu! Ada CCTV disini! Seluruh petugas keamanan melihatnya!"

__ADS_1


Marvin semakin salah tingkah. Dia mencari alasan yang tidak jelas. "Apa maksudmu? Sangat tidak jelas!" Killa menatap sinis Marvin.


Ting!


Pintu lift terbuka mereka telah sampai dilantai tempat Killa bekerja.


"Kalau begitu aku pergi dulu! Sampai nanti!"


Killa keluar dari dalam lift sambil melambaikan tangan nya pada Marvin.


"Pergilah sana!" sahutnya ketus seraya memencet tombol penutup pintu lift.


Huft!


"Bagaimana bisa dia melakukan itu didepan semua petugas keamanan yang melihat dari CCTV ini! Dasar gadis bodoh!" Marvin menggerutu sambil melirik tajam CCTV.


Sedangkan Killa dia berjalan dengan perlahan menuju meja kerjanya. Sambil memikirkan sesuatu. Yang pastinya dia sedang memikirkan siapa lagi selain pria dingin itu.


Apa dia lupa semalam siapa yang sudah memelukku pertama kali! Dan sekarang dia malah marah-marah padaku hanya karena hal tidak disengaja itu? Apa sampai segitu nya dia tak ingin ada yang mengetahui jika aku ini istrinya? Jahat sekali!


...🌹Jangan lupa Vote yah🌹...


...



...

__ADS_1


__ADS_2