Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 87 : Klien penting, yang mengejutkan.


__ADS_3

Killa sudah selesai merapikan meja kerjanya. Namun tiba-tiba saja Hanna datang menghampirinya. Ketika ia hendak pergi.


"Kau mau kemana Nona Killa?" Ucap wanita itu.


"Aku harus pergi!" Jawabnya singkat tanpa menoleh.


"Apa Tuan Marvin yang menjagakmu pergi?"


"Iya! Terus kenapa? Apa tidak boleh?"


Ia mendengus kesal sambil menoleh tajam ke arah Hanna.


"Tidak apa-apa! Tapi sepertinya Tuan Marvin sedang kedatangan tamu!" ucap Hanna menatap jauh kesana.


"Apa maksudmu?" Ia ikut menatap kearah pandangan mata Hanna.


Disana ada Marvin yang tengah berbicara dengan seseorang sambil menatap keluar dinding kaca yang transparan.


"Ia adalah klien besar! Sebaiknya kau tak mengganggu mereka sedang bicara!" ucap Hanna. Sunggingan senyuman meremehkan tergambar disudut bibir wanita licik itu. Seolah-olah sedang menantang diri Killa.


"Apa kau sedang menantangku Nona Hanna?" Ucapnya sadar Hanna sedang menantang dirinya.

__ADS_1


"Aku bisa membuktikan jika dia akan lebih memilih pergi bersamaku dari pada berbicara pada orang itu!" Ucap Killa percaya diri. Ia pun berjalan menghampiri Marvin. Diikuti oleh Hanna di belakangnya.


Jadi itu adalah orang yang sama waktu di kedai Ahjuma? Aku penasaran dengan wajahnya, sepertinya dia jauh lebih muda dari pria dingin itu? Tapi tetap saja pria dingin terlihat lebih mempesona postur tubuhnya dari belakang! Ckckck! Gumam Killa yang tanpa sadar sedang tersenyum, memuji keindahan di depan sana.


"Aku akan membuktikan padamu Nona, jika Tuan Marvin sangat mencintaiku!" Ia tersenyum miring kepada Hanna.


"Percaya diri sekali!" Hanna memutar bola mata dan menatap sinis dirinya.


Sesampainya dibelakang kedua pria yang tengah mengobrol santai itu. Ia langsung menyapa Marvin.


"Tuan Marvin! Bukan kah kita akan pergi sekarang? Jika tidak jadi? Aku akan kembali bekerja!" Ucapnya tersenyum sambil menyelipkan helaian rambut dibelakang telinganya.


Deg!


Mata Killa membulat dan berkaca-kaca. Pandangannya bertemu dengan pandangan Justin. Keduanya sama-sama terkejut dan menatap saling diam.


"Justin?" Lirih nya pelan. Sampai tidak terdengar dengan siapa pun.


"Oh iya! Tuan Justin maafkan aku! Aku harus segera pergi karena sudah memiliki janji!" Ucap Marvin memohon maaf pada Justin. Karena tidak enak hati meninggalkan klien penting nya itu.


"Tuan Justin?" Marvin kembali memanggil nama Justin. Pria itu tersentak kaget dan tersadar.

__ADS_1


"Maaf! Tidak apa-apa Tuan Marvin, silahkan!" Jawab Justin yang pandangan matanya tidak bisa beralih dari Killa.


Sedangkan gadis itu menjadi resah dan menundukkan kepalanya. Tidak ingin menatap wajah Justin.


Mimpi? Apa ini mimpi? Tidak mungkin! Untuk apa dia disini? Klien penting? Bagaimana bisa sangat kebetulan seperti ini? Apa Marvin tahu jika klien pentingnya itu adalah mantan pacarku? Tapi sepertinya dia belum tahu! Aku harus apa? Apa aku harus jujur padanya? Akhh, Killa pikirkan sesuatu! Batin Killa.


Aku menemukan mu Killa! Ternyata kau adalah karyawan dihotel ini? Apa kau sudah melupakan pekerjaan lamamu? Aku akan membiarkanmu hari ini, yang terpenting aku sudah tahu keberadaan mu! Aku tidak boleh gegabah didepan klien penting seperti Marvin! Tapi mengapa aku merasa mereka berdua terlihat akrab, hingga pergi bersama? Batin Justin, yang tanpa sadar tangannya mengepal sempurna sambil tersenyum tipis pada Killa.


"Killa?"


"Killa! Apa kau mendengarku?"


Dua kali Marvin memanggil namanya, namun Killa tak kunjung menyahut. Membuat pria dingin itu sedikit kesal.


"Nona Killa!" Panggilnya dengan nada tinggi. Membuat Killa tersentak kaget.


"Maaf Tuan! Mari lewat sini!" Ucap Killa gugup dan salah tingkah. Dia pun mempersilahkan Marvin untuk mengikuti langkahnya menuju lift.


Killa foluslah! Jangan membuat Marvin marah dan malah curiga padamu! Gumamnya mengingatkan diri.


...🌹Bersambung🌹...

__ADS_1


__ADS_2