Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 74 : Mantan pacar Killa?


__ADS_3

Brak!


Dengan grasah-grusuh Marvin menerobos masuk kedalam apartemen nya. Tempat yang ia tuju pertama kali adalah kamarnya.


"Killa!" Seru Marvin.


Marvin tidak mendapati sosok yang sangat ingin dia temui itu di dalam kamar. Marvin beralih mencari ke dalam kamar mandi. Tapi tetap tidak menemukan apapun.


"Killa, jangan bilang kau benar-benar pergi meninggalkan ku?"


Marvin membuka lemari pakaiannya. Diobrak-abrik nya isi lemari pakaian itu. Semua pakaian milik Killa yang ia belikan. Semuanya lengkap tidak ada yang bergerak dari tempatnya. Tapi yang membuat Marvin menjadi tidak tenang. Killa telah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang biasa dia pakai ketika melakukan pekerjaan yang berbahaya itu.


"AKHHH!" Marvin mengepalkan tangan dan memukul lemari pakaian nya dengan kuat. "Killa! Kau dimana? Jangan membuatku frustasi seperti ini!" Pekik Marvin.


Mata Marvin mulai berkaca-kaca. Dadanya terasa perih, dia ingin menangis namun tidak bisa. Karena isi hatinya masih dalam keadaan yang tak menentu.


Yang saat ini diinginkannya hanya bertemu dengan Killa. Gadis yang sudah dibuatnya meneteskan air matanya tadi. Sangat keterlaluan dan jahat. Marvin merasa dirinya begitu brengsek. Karena sudah menuduh istrinya itu tanpa bukti yang kuat.


Marvin sangat menyesal. Sekarang Killa sudah pergi. Kemana dia akan mencari gadis itu. Marvin merogoh ponsel disaku celananya. Lalu menghubungi ke nomer ponsel Killa.


"Angkat Killa! Aku mohon angkat, jangan membuatku semakin merasa bersalah padamu! Aku minta maaf!" Gumam nya dengan suara yang bergetar dan lirih.


Marvin menempelkan benda pipih itu di telinganya. Menunggu seseorang yang berada diseberang sana mengangkat panggilan nya. Marvin semakin tak sabaran karena Killa sama sekali tak mengangkatnya.


Tiba-tiba saja, dari arah luar terdengar suara seseorang yang menekan tombol dikotak kata sandi apartemen nya. Marvin pun segera berlari keluar dengan semangat. Berharap itu adalah Killa.


Langkah nya terhenti ketika berada didepan pintu. Yang diharapkan ternyata salah. Marvin mendesah frustasi dengan menyandarkan tubuhnya di dinding.


"Kakak ipar?" Lirih Naya ketika melihat kakak iparnya itu tersandar didinding dengan keadaan yang sangat berantakan.


Rambutnya acak-acakan dan wajah nya terlihat sedih. Bahkan dia juga meneteskan air matanya. Naya merasa sangat terkejut. Karena tidak biasanya Marvin seperti itu. Pria itu selalu terlihat dingin dengan wajah datarnya. Bahkan untuk tersenyum saja dia sangat susah. Tapi sekarang, tepat dihadapan nya. Seorang Marvin Louis kakak ipar dinginnya itu, kini sedang menangis.


Marvin menatap kearah Naya. Dia menyipitkan mata melihat Naya yang berjalan lemah. Terlebih di bantu oleh seorang pria yang sangat familiar. Marvin mengusap air matanya dengan kasar. Dia pun berjalan menghampiri Naya.


"Apa yang kau lakukan terhadapnya?" Sergah Marvin dengan raut wajah kesal.


Marvin mencengkram pergelangan tangan June yang sedang memegangi pundak Naya. June nampak terkejut melihat Marvin tapi dia hanya diam tak mau berkata atau bertanya apapun. Karena dilihatnya Marvin lagi dalam keadaan yang tidak bisa diganggu.

__ADS_1


"Kakak ipar, dia tidak melakukan apa-apa terhadapku! Dia yang sudah menolongku tadi saat dilobby!" Ucap Naya dengan nada keras. Dia takut Marvin menghajar June. Pria yang sudah menolongnya.


"Menolong mu? Memangnya apa yang terjadi?" Tanya Marvin menatap Naya. Seolah-olah meminta jawaban secepatnya.


"Jadi tadi waktu dilobby--"


"Kalau begitu saya pamit pergi dulu, selamat sore Tuan Marvin!" June memotong perkataan Naya ketika hendak menjelaskan pada Marvin.


"Terima kasih atas bantuannya kak!" Naya membungkuk sedikit.


June melemparkan senyuman cerah pada Naya dan berlalu pergi. Marvin nampak acuh dan tak ingin menatap kepergian June.


"Jadi apa yang terjadi?" Marvin kembali bertanya pada Naya. Saat June benar-benar sudah pergi menghilang dari balik pintu.


"Tadi aku bertemu dengan mantan kekasih kak Killa! Dia sangat mengerikan dan jahat! Aku sangat takut!" Jelas Naya sambil bergidik ngeri.


"Mantan pacar?" Marvin mengerutkan dahi.


"Apa kakakku tidak pernah cerita padamu?"


"Dia sangat terobsesi pada kakak, dia bersikeras mencari keberadaan kami berdua! Tapi tolong jangan beritahu kakak tentang kejadian ini!" Naya memohon.


"Kenapa?" Marvin tidak mengerti.


"Aku tak ingin kakakku bertemu dengan pria itu! Bisa saja dia akan diculik dan dibawa pergi sejauh mungkin dari sini! Pria itu mengerikan kakak ipar, jangan biarkan dia menemukan kakak! Hiks hiks hiks!" Naya menangis sampai terisak. Dia begitu takut dan khawatir pada sang kakak.


Marvin diam melamunkan sesuatu. Pikirannya melayang memikirkan tentang keadaan Killa. Dia semakin tidak tenang, karena mendengar mantan pacar Killa yang begitu terobsesi padanya. Bagaimana jika Killa bertemu pada pria itu dan dia diculik dibawa pergi sejauh mungkin.


Tidak! Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu Killa! Apalagi berani membawamu pergi jauh dariku! Aku akan menemukanmu!


"Kakak ipar?"


"Kakak ipar?"


"Kakak ipar?"


Tiga kali Naya memanggil Marvin, tapi pria itu tak menjawab. Dia hanya diam menatap kosong lurus kedepan.

__ADS_1


"Kakak ipar?" Naya menyentuh pundaknya, membuat Marvin terkaget dan sadar.


"Ada apa denganmu kakak ipar? Dimana kakakku? Kenapa aku tidak melihatnya dari tadi? Apa dia lembur kerja?" Naya bertanya seraya mengedarkan pandangannya kesekeliling mencari sosok Killa.


"Kakak mu pergi!" Ucap Marvin memalingkan wajahnya.


"Apa maksudmu?" Naya menatap skeptis kakak iparnya itu. "Pergi kemana? Jangan bilang kau dan dia sedang bertengkar? Dan dia pergi entah kemana?" Ucap Naya.


"Kau benar! Dia pergi entah kemana!" Sahut Marvin lirih.


"Ada apa denganmu kakak ipar? Kenapa kau membiarkan nya pergi! Aku kecewa padamu!" Ucap Naya kesal dan memukul-mukul pundak Marvin.


"Kau mau kemana?"


Marvin menahan Naya yang hendak pergi. Naya menoleh tajam dan melepaskan tangan Marvin dengan kasar.


"Kemana lagi jika bukan mencari kakakku! Bagaimana jika dia bertemu dengan pria jahat itu! Kau pasti akan menyesal kakak ipar!" Cetus Naya.


Deg!


Dadanya berdebar sangat cepat. Mendengar perkataan Naya. Benar sekali, Marvin pasti akan menyesal jika Killa sampai bertemu dengan mantan pacar nya itu. Mungkin tadi itu akan menjadi pertemuan terakhir mereka berdua.


"Kau tetap lah dirumah! Diluar sangat berbahaya, masalah kakakmu! Aku akan pergi mencarinya dan membawanya kembali dengan selamat!" Ucap Marvin dengan penuh keyakinan.


"Kakak ipar tunggu!" Seru Naya memanggil Marvin.


Langkahnya terhenti dan dia menoleh. "Ada apa?" Tanya Marvin.


"Mungkin saja kakakku berada ditempat ini! Jika dia biasa merasa sedih, dia akan pergi ketempat ini! Untuk mencurahkan semua isi di dalam hatinya!" Ucap Naya memberikan secarik kertas pada Marvin.


"Terima kasih Nay, percaya padaku! Aku akan membawa kembali Killa ke rumah ini!" Marvin mengangguk lalu melangkah pergi meninggalkan Naya.


Sambil menunggu lift turun kelobby. Marvin mencoba kembali menghubungi nomer ponsel Killa. Namun tidak ada kemajuan. Malah Killa sepertinya sengaja mematikan ponselnya. Karena tidak ingin dihubungi terus menerus oleh Marvin.


...🌹Jangan lupa like🌹...


...Note : Maaf yah cuman bisa up segini dulu🙏🏻 Karena ini weekend dan bertepatan juga hampir akhir bulan. Jadi Author lagi sibuk-sibuknya banyak yang harus dikerjakan, mohon pengertiannya yah readers-readers yang baik hati!🙏🏻☺️Tapi kalau misalkan udah gak terlalu sibuk hari ini Author bakal up lagi kok! Jangan bosan untuk menunggu yah guys🙏🏻🌹...

__ADS_1


__ADS_2