Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 190 : Berdebar sangat cepat.


__ADS_3

Malam harinya sekitar pukul sepuluh malam. Justin mendatangi kembali ruangan VIP tempat Killa dirawat. Di sana ada Naya yang terlelap di sofa tidak jauh dari tempat tidur Killa.


Justin melirik ke arah Killa yang sampai sekarang belum juga sadar. Tapi ia tidak terlalu memikirkan tentang itu. Karena Dokter sudah memberitahunya, jika efek samping obat yang diberikan pada Killa bekerja dengan baik. Killa membutuhkan istirahat yang lebih banyak.


"Nay," panggilnya dengan suara pelan seraya menyentuh pundak Naya yang tengah terlelap itu. Naya menggeliat dan membuka matanya perlahan.


"Hooh," kejut nya saat melihat wajah Justin yang ada di depan nya.


"Kau mengagetkan ku saja, ada apa?" tanya nya sembari duduk dan merapikan rambutnya. Malu, pastinya ia sangat malu. Karena wajah bantal nya yang sudah terlihat oleh Justin.


"Ayo kita pulang, istirahat dirumah jauh lebih nyaman," ucap Justin.


"Buat apa? Kakak ku siapa yang jagain?" tanya Naya dengan raut wajah bingung.


"Aku sudah mengatur kan seorang perawat untuk menjaganya," jawab Justin.


"Tidak, aku tidak mau. Aku mau disini menemani kakak," tolak Naya dengan mengerucutkan bibirnya menatap kakak nya yang masih terlelap.


"Hussshh, kau ini apa tidak bisa berbicara pelan. Kau bisa membangunkan nya."


"Awwh, sakit!"

__ADS_1


Naya meringis memegangi bibirnya yang dicubit oleh Justin. Dia menatap tajam penuh amarah pada Justin. "Awas kau ya," ancam nya.


"Ayo cepat, besok aku harus kerja. Apa kau mau pulang sendiri? Tenang saja Killa akan baik-baik saja, ada perawat yang menjaganya." Justin mencoba meyakinkan Naya kembali.


Naya menatap kembali ke arah Killa, dia ragu untuk meninggalkan kakaknya sendirian. "Huft, baiklah."


Menghela nafas dan segera beranjak dari sofa. Naya menghampiri Killa yang masih tertidur. Diusapnya dengan penuh kasih sayang pucuk kepala Killa. Lalu menoleh kebelakang.


"Dimana perawat itu?" tanya Naya pada Justin.


"Hmm, dia akan datang sebentar lagi. Ada apa?" Justin sedikit bingung dengan pertanyaan Naya. Dia takut Naya akan marah, jika mengetahui tidak ada perawat yang dia atur kan untuk Killa. Melainkan Marvin lah yang akan menjaga Killa malam ini.


Bagaimana ini, dasar gadis licik! Kenapa dia pintar sekali untuk menyudutkan seseorang, apa dia tahu aku sedang berbohong? Batin Justin.


Naya menyipitkan matanya ke arah Justin. Aku tidak percaya padanya! Batin Naya.


"Dia akan segera datang, kau tidak perlu khawatir. Perawat itu sangat profesional melakukan pekerjaan nya," jawab Justin seraya membuang muka ke arah lain. Menghindari tatapan menyelidik Naya.


"Hmm, baiklah ayo kita pulang." Naya kembali menatap Killa. "Kakak, aku pulang dulu. Istirahatlah besok aku akan kembali."


Justin menghela nafas lega. Mereka pun segera pergi dari ruangan itu. Meskipun berat hatinya meninggalkan sang kakak. Namun yang dikatakan Justin benar. Dia harus istirahat yang cukup, untuk bisa terus menjaga Killa. Naya mesti menjaga kesehatan nya sendiri.

__ADS_1


Di lobby rumah sakit. Ketika baru keluar dari lift dan berjalan sekitar beberapa meter. Mata Justin membulat, melihat seseorang yang nampak familiar memasuki pintu lobby dengan tergesa-gesa.


"Marvin," ucapnya pelan.


"Apa kau bilang?" tanya Naya yang tidak sengaja mendengar Justin bicara.


"Tidak aku tidak bilang apa-apa," jawab Justin sedikit tergagap.


"Dasar aneh, aku dengar kau menyebut nama kakak ipar! Dimana dia?" Naya hendak menoleh ke arah pandangan Justin.


Tapi tiba-tiba saja. Justin langsung menarik Naya ke dalam dekapan nya. Membuat Naya terhuyung dan wajahnya menabrak dada bidang Justin.


"Hei, apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!" pekik Naya sembari mencoba melepaskan dekapan Justin.


"Tetap lah seperti ini, ada petugas yang membawa barang-barang. Kau bisa terkena nantinya," jawab Justin.


"Apa?" Naya mengerutkan keningnya.


Deg deg deg!


Sama seperti waktu di pesta, lagi-lagi Naya merasa dadanya berdebar sangat cepat. Terlebih saat tidak sengaja menghirup aroma tubuh maskulin Justin. Membuat nya semakin merasa gugup dan susah menelan salivanya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2