Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 94 : Apakah aku juga akan mengalaminya?


__ADS_3

Eehmm!


Deheman seseorang yang duduk dikursi depan. Berhasil membuat keduanya tersentak kaget dan sadar. Seketika langsung melepaskan pelukan masing-masing.


"Kakak ipar, kau sangat hebat! Dari mana kau belajar melakukan itu?" Celetuk Rey yang memanggil Killa dengan sebutan 'kakak ipar'.


Rey adalah asisten pribadi Gavin. Tapi dia juga sudah menganggap Marvin sebagai kakak juga. Begitu pun sebaliknya.


"Benar! Dimana kau belajar melakukan hal itu? Kau membuat semua orang terkejut! Hahaha! Aku yakin para wartawan itu tidak akan berani membuat cerita yang tidak-tidak!" Sahut Gavin yang duduk dikursi penumpang sebelah Rey yang mengemudi. Mereka berdua tertawa geli mengingat wajah wartawan yang sempat dibanting oleh Killa tadi.


"Kakak ipar? Kenapa kau hanya diam saja, tak menjawab?" Tanya Gavin penasaran. Karena sedari tadi dia belum ada mendengar suara yang keluar dari mulut Killa.


Killa menatap kearah Marvin, begitu pun sebaliknya. Apa yang harus aku lakukan? Gumam Killa berbicara dengan sorot matanya.


Marvin tersenyum melihat tingkah lucu sang istri. Tangan nya terulur menyentuh pucuk kepala gadis itu dan mengusapnya lembut.


"Dia sedang sakit tenggorokan, karena itu dia tidak bisa bicara sementara! Kalian berdua jangan mengganggu nya!" Ucap Marvin.


"Benarkah?" Gavin melirik ke arah Killa dan Marvin secara bergantian. Seperti tidak mempercayai kedua orang itu.


Namun tiba-tiba saja ketika sudah setengah jalan menuju rumah utama. Gavin tiba-tiba saja mual-mual.

__ADS_1


Huek huek huek!


Sontak Killa dan Marvin sangat terkejut. Terlebih melihat Rey yang nampak panik melihat sang bos.


"Bos, kau tidak apa-apa?" Panik Rey. Ia pun langsung menepikan mobil dipinggir jalan.


Gavin keluar dengan cepat dari dalam mobil. Dan langsung memuntahkan seluruh isi perutnya. Apapun yang sudah ia makan tadi pagi. Keluar begitu saja.


"Ada apa dengannya?" Tanya Marvin yang juga ikut keluar menghampiri Gavin.


"Bos, sedang mengalami Morning Sickness.!" Jawab Rey sembari menepuk-nepuk pundak Gavin.


"Apa? Kau kira dia ibu hamil? Bagaimana bisa dia mengalami yang namanya Morning Sickness !" Marvin tertawa sambil geleng-geleng kepala. Merasa perkataan Rey sangat konyol ditelinganya.


"Minum?" Lirih Gavin dengan suara yang bergetar. Dengan sigap Rey pun langsung memberikan sebotol air mineral yang ia ambil dari dalam mobil kepada Gavin.


Gavin meneguknya sampai habis. Lalu mengelap sisa air yang berada disudut bibirnya. "Reghata sedang hamil!" ucapnya berjalan menuju mobil dengan sempoyongan.


"Ternyata sebentar lagi aku akan mendapatkan seorang keponakan! Tapi kenapa kau yang mual-mual?"


"Itu karena aku sangat mencintai Reghata!" Ucap Gavin lagi sembari masuk kedalam mobil.

__ADS_1


Marvin mengerinyit mendengar perkataan Gavin. Ia pun ikut masuk kembali kedalam mobil dan duduk disebelah Killa.


Setelah semua orang masuk kembali kedalam mobil. Rey pun melanjutkan mengendarai mobil menuju rumah utama.


"Kata dokter, aku seperti ini! Karena rasa cintaku yang terlalu besar untuk istriku!" Gavin berucap sambil tersenyum dan melirik Gavin dari sepion tengah.


"Benarkah? Apakah sesuatu seperti itu benar bakal terjadi? Atau kau hanya berpura-pura?" Ucap Marvin sinis, menatap balik Gavin dengan tatapan menyelidik.


"Kau tidak akan mengerti rasanya seperti apa! Meskipun sangat tidak nyaman, tapi aku sangat bahagia bisa mengalaminya!" Ucap Gavin dengan raut wajah yang berbinar. Dia kembali teringat wajah sang istri.


Marvin menatap Killa. Entah apa maksudnya. Killa mengernyit keheranan. Apa yang sedang dipikirkan pria dingin ini?


"Aku juga sangat mencintaimu? Apakah aku akan mengalami hal yang sama? Jika kau nantinya hamil mengandung anakku?" Ucap nya berbisik.


Whats? Kau serius dengan ucapan mu? Aku rasa kau sudah tidak waras pria dingin? Siapa yang akan mengandung anakmu? Dia sudah tidak waras!


Mata Killa melotot mendengar ucapan Marvin. Dengan spontan dia menaruh punggung tangan nya di dahi Marvin. Memeriksa jika mungkin saja pria tersebut sedang sakit dan bicara yang melantur.


"Aku tidak sakit ataupun tidak waras! Aku sadar dengan apa yang aku ucapkan! Kau berani sekali mengataiku didalam pikiranmu!" Bisiknya kembali dengan menatap tajam Killa. Tatapan nya seakan hendak menerkam Killa saat itu juga.


Killa menelan salivanya yang berat. Dia sangat pemarah dan juga suasana hatinya berganti dengan sangat cepat!

__ADS_1


......🌹 Bersambung 🌹......


__ADS_2