Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 127 : Penggemar Rahasiaku.


__ADS_3

Setengah jam berikutnya. Film telah selesai. Killa merentangkan kedua tangan keatas merenggangkan otot-otot nya yang tegang, karena menonton tv terlalu lama.


Killa melirik kearah jam yang tergantung. Ternyata sudah hampir tengah malam. Pantas saja ia merasa udara semakin dingin.


Ia mendengar suara dengkuran kecil dan hembusan nafas berat dari samping kirinya. Sontak ia langsung menoleh. Mulutnya melengkung membentuk sebuah senyuman. Melihat wajah tampan yang menggemaskan Marvin sedang terlelap.


"Hmm, sangat lucu! Dia pasti sangat kelelahan," ucapnya dengan menyentuh bibir Marvin. Mulut pria itu terbuka sedikit.


Entah kenapa ingin sekali ia mengecup bibir itu. Tak menunggu lama, ia pun meluncurkan niatnya itu. Satu kecupan masih kurang, dua kecupan masih nanggung, sampai pada akhirnya tiga kecupan berturut-turut. Killa tersenyum dengan puas. Tangan nya terulur mengusap pucuk kepala Marvin dengan lembut.


"Itu hadiah untuk kerja kerasmu hari ini, maafkan aku! Seharusnya aku yang mengatakan itu terlebih dulu, wajar jika kau marah padaku," ucapnya pelan seraya tersenyum simpul.


Pria itu menggeliat sekejap namun kembali tenang lagi. Kali ini waktunya Killa yang beraksi. Ia beranjak dari sofa dan berjalan masuk kedalam kamar. Mengambil bantal dan selimut, lalu kembali keruangan tadi.


Killa pun berjongkok didepan sofa, untuk menarik pijakan sofa yang bisa ditarik memanjang. Menjadikan sofa itu lebar seperti sebuah tempat tidur. Dengan cekatan Killa menaruh bantal dikepala Marvin dan memakaikan kaos kaki tidur. Agar pria itu tidak merasa kedinginan.


"Tidurlah yang nyenyak, selamat malam Marvin," ucapnya seraya mengecup kening Marvin dan membentangkan selimut menutupi tubuh mereka berdua.

__ADS_1


Namun ketika hendak memperbaiki letak bantalnya. Tak sengaja tangannya menyentuh benda keras disela-sela sofa. Ternyata itu adalah ponsel milik Marvin.


"Apa ini ponselnya?"


Killa menatap kearah Marvin yang masih terlelap dengan tenang. Tiba-tiba saja ponsel itu bergetar, membuat Killa tersentak.


"Oh my god! Sial kau Ken," umpatnya pelan. Untuk apa Ken menghubungi Marvin ditengah malam. Killa kembali menatap kearah Marvin, tidak ada tanda-tanda jika pria itu terganggu. Ia pun segera menjawab panggilan itu.


"Ada apa Ken? Tuan mu sedang tidur, memangnya ada hal penting apa semalam ini kau menelpon?" Tanyanya.


"Maaf Nona, saya tidak sengaja. Sekali lagi maafkan saya sudah mengganggu," jawab Ken dengan nada lirih.


Huft!


Ia menghela nafas panjang. Dasar asisten aneh! Batin Killa.


Saat panggilan terputus, layar ponsel Marvin terganti. Menampakan layar wallpaper depannya. Mata Killa terbelalak.

__ADS_1


"Bagaimana bisa," ucapnya tak percaya.


"Kapan dia mengambil foto ini?"


"Tuan Marvin, ternyata diam-diam kau adalah penggemar rahasia ku," Killa tersenyum dengan wajah yang merah.


Bagaimana tidak jika gambar dirinya sedang tersenyum bermain di pasir pantai, terpampang jelas dilayar depan ponsel pria dingin itu. Karena merasa penasaran, Killa pun iseng untuk mengintip galeri foto ponsel Marvin.


"Maafkan aku pria dingin, aku sangat penasaran, ckckck." Ia tertawa pelan.


Dengan cepat, jari-jemarinya bergerak diatas layar ponsel Marvin. Klik!


"Woah, kau benar-benar," Killa tak bisa berkata-kata lagi.


Hampir rata-rata isinya adalah gambar dirinya, yang diambil secara tidak sengaja atau memang disengaja. Ada yang diambil dari arah dekat maupun jauh. Ketika berada dirumah, di kantor, dan tempat-tempat lainnya, bahkan waktu mereka berada di Beijing. Foto-foto itu diambil saat dirinya sudah menikah dengan Marvin.


"Apa dia benar-benar memiliki perasaan padaku? Apakah ini tidak salah? Apakah ini tidak berdampak buruk? Aku merasa diriku tidak pantas berdampingan, apalagi jika harus menerima cinta darimu Marvin! Dunia kita berbeda Vin! Aku bukanlah siapa-siapa, aku hanyalah seorang wanita yang pekerjaannya di dunia gelap! Bahkan dengan tangan ini, aku sudah membunuh banyak orang! Apakah aku masih bisa dibilang pantas?" Tuturnya yang tanpa sadar meneteskan air mata.

__ADS_1


.


__ADS_2