
Hari sudah semakin gelap. Marvin mengendarai mobil mewahnya menyusuri jalan raya kota Seoul. Dia kebingungan kearah mana ia akan menuju. Sedangkan dia belum banyak tahu mengenai Killa. Tempat mana yang biasa ia datangi Marvin tidak tahu.
Otaknya seakan buntu tak bisa berpikir dengan jernih. Jika terjadi sesuatu yang buruk pada Killa. Marvin akan menyalahkan dirinya sendiri untuk itu.
“Kau dimana Killa? Andai saja waktu bisa terulang, aku tidak akan menuduh mu serendah itu! Aku yakin kau sudah berubah!”
Ucap Marvin sembari menfokuskan pandangan pada jalanan. Meskipun pikiran nya masih melayang-layang memikirkan kemana Killa pergi.
Ada satu hal yang dilupakan oleh Marvin, mengenai secarik kertas yang diberikan oleh Naya tadi. Dan juga mengenai ucapan Naya sebelum dia memutuskan pergi mencari Killa.
Drrt drrt drrt!
Tiba-tiba saja ponsel Marvin bergetar. Pria itu segera merogoh ponsel disaku celananya. Sembari menepikan mobil dipinggiran jalan.
“Halo! Killa kau dimana? Kenapa baru menghubungiku? Aku mencarimu kemana-mana!”
Marvin memberondong pertanyaan sekaligus. Tanpa melihat siapa yang sedang menelpon nya.
“Tuan ini saya Ken!”
Seketika mata Marvin membulat sempurna. Dia terkejut mendengar suara Ken. "Ken? Sorry, aku sedang tidak fokus! Ada apa?" Ucap Marvin sembari memijit-mijit keningnya.
__ADS_1
"Anda benar Tuan, Nona Killa tidak mungkin melakukannya! Saya sudah mendapatkan kembali berkas kontrak kerja itu!"
"Benarkah?" Seru Marvin terkejut dan langsung bersemangat.
"Pada siapa dan dimana kau mendapatkan nya kembali?" Tanyanya lagi.
Ken pun menjelaskan pada Marvin mengenai berkas kontrak kerja itu dia temukan dimana.
Jadi sore tadi Ken mendapat panggilan dari bagian keamanan. Mereka mengatakan jika ada sebuah berkas yang mereka temukan tergelatak diatas meja diruangan meeting. Sontak Ken langsung bergegas pergi ketempat yang dikatakan.
Benar saja, berkas tersebut adalah berkas kontrak kerja yang dinyatakan hilang. Dan yang terduga sebagai tersangkanya adalah Killa. Marvin semakin merasa bersalah karena sudah menuduh gadis itu.
"Tuan, apa anda masih mendengarkan ku? Tuan anda dimana, biar saya sekarang kesana menyusul anda?"
"Maaf Ken, kita bicarakan ini besok! Aku harus menyelesaikan masalah ku dengan Killa sendiri! Dia pasti sangat terpukul atas tuduhan yang aku tunjuk padanya!" Lirih Marvin. Tanpa Ken ketahui, Tuan nya itu ternyata sedang mengusap air mata yang sudah membanjiri wajah tampannya.
"Tapi Tuan, saya bisa membantu anda! Saya juga sudah mendapatkan informasi tentang keberadaan Nona Killa!"
Mendengar perkataan Ken yang menyatakan dia tahu tentang keberadaan Killa. Seketika Marvin menjadi semangat bertanya.
"Benarkah? Dimana dia sekarang?" Tanya Marvin.
__ADS_1
"Saya bisa mengantarkan anda kesana Tuan!"
"Tidak perlu Ken, katakan saja dimana? Aku akan mengurus masalah ku sendiri kali ini!" Marvin bersikeras. Karena dia merasa ini adalah kesalahan nya. Yang menyebabkan Killa pergi.
"Baiklah Tuan, Nona Killa berada di pemakaman daerah Cheongdam-dong! Saya rasa Nona Killa masih berada disana, karena informasi yang saya dapatkan sekitar lima belas menit yang lalu!"
"Baiklah, terima kasih Ken! Kau selalu bisa ku andalkan!"
Marvin memutuskan panggilan sepihak dan langsung memasang kembali sabuk pengaman yang sempat ia lepas. Beberapa detik kemudian, mobil kembali melaju menuju tempat yang sudah dijelaskan oleh Ken tadi. Tempat dimana Killa berada.
Marvin sangat bersemangat. Dia berharap Killa masih berada disana. Dia juga baru saja teringat dengan kertas yang diberikan oleh Naya. Dilihatnya isi kertas itu, tertulis tempat yang sama dengan yang disebutkan Ken.
"Kenapa aku sampai melupakan ini! Sepertinya kepergian Killa membuatku tidak bisa berpikir jernih!" Ucap Marvin sembari terus fokus pada jalanan.
Ternyata tersangkanya adalah diriku sendiri! Bagaimana bisa aku melupakan dan meninggalkan berkas itu diruang meeting? Aku marah-marah tidak jelas kepada semua orang! Bahkan aku sampai menyakiti perasaan nya, seseorang yang aku cintai! Aku akan menebus rasa sakit mu itu Killa, aku berjanji tidak akan membuatmu meneteskan air mata lagi! Maafkan aku!
...🌹Jangan lupa like 🌹...
...Jika berkenan mampir juga dikarya Author berjudul "More Than Friend". Mengisahkan tentang kisah cinta remaja bernama Vindra dan seorang gadis cantik bernama Cinta. Berawal dari pertemuan mereka yang tiba-tiba. Ternyata Cinta adalah kekasih dari sahabat karibnya Vindra.🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
__ADS_1