Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 42 : Dasar pengecut!


__ADS_3

Killa melototi Marvin. Seakan meminta pria itu untuk memberikan penjelasan. Kenapa kau hanya diam saja? Katakan padanya jika kau yang menyuruhku!


Masih dengan posisi tadi. Hanna menatap tak suka kepada Killa. Dia berpikir jika Killa telah mencari kesempatan untuk mendekati Marvin.


"Selamat siang Nona Hanna!" sapa Ken yang ternyata sudah berada dibelakang Hanna.


"Selamat siang juga Tuan Ken!" ucap Hanna melirik belanjaan yang dibawa oleh Ken. Dua porsi makan siang.


Marvin menatap datar Ken tanpa berucap apapun. Seakan sedang bertelepati berbicara dari pikiran ke pikiran masing-masing.


Ken mengangguk kepada Marvin. "Nona Hanna! Apa kau belum makan siang? Bagaimana jika aku mengajakmu makan siang bersama?" ucap Ken.


"Tapi aku-" Hanna melirik Killa dan Marvin.


"Mari Nona silahkan lewat sini!" Ken mempersilahkan Hanna untuk berjalan didepan nya.


"Baiklah!" ucap Hanna dengan nada lirih. Dia juga tidak enak untuk menolak ajakan Ken. Bagaimana pun Ken juga merupakan atasan nya. Tapi Hanna sedikit curiga kepada Marvin dan Killa. Karena Ken membawa dua porsi makan siang. Tidak mungkin kan Marvin memakan itu semua sendirian.


Sepeninggal keduanya.


Killa masih menatap Marvin dengan tajam. Kesal sangat kesal yang dirasanya sekarang. "Dasar pria brengsek!" makinya pelan.

__ADS_1


"Mau kemana?" Marvin beranjak dari kursi kerjanya. Lalu berjalan ke arah sofa yang berjejer didepan meja kerjanya.


"Bukan urusanmu!" ucap Killa ketus.


"Duduklah dan makan siang!" ucap Marvin.


"Kalau aku tidak mau?"


"Berhentilah bertingkah seperti anak kecil!"


"Apa kau bilang? Anak kecil? Heh, terserah kau saja! Aku lagi tidak ingin berdebat denganmu!"


Killa terkejut ketika Marvin berada sangat dekat dengan nya. Bahkan deruan nafas Marvin bisa dia rasakan mengenai bayang hidungnya. Killa mendongak menatap wajah Marvin.


"Minggir..."


Killa pun mendorong tubuh Marvin menjauh. Lalu dia duduk diatas sofa. Diikuti oleh Marvin yang juga duduk disebelahnya.


"Makanlah dulu! Baru kembali bekerja!"


Mereka berdua pun mulai menyantap hidangan makan siang yang telah dibelikan oleh Ken tadi. Setelah sudah selesai. Marvin memberikan sebotol air mineral dingin yang dia ambil dari dalam lemari es yang juga ada didalam ruang kerja nya itu.

__ADS_1


"Dasar pengecut!" Killa meminum air mineral tersebut sambil menatap sinis Marvin disebelahnya.


"Aku bisa mendengarnya!" ucap Marvin santai masih sibuk dengan makanan nya.


"Aku tidak perduli mau kau mendengarnya atau tidak! Tetap saja tidak merubah fakta jika kau adalah pengecut! Aku membencimu Marvin Louis!" ucap Killa terus terang.


Marvin menatap tajam Killa. Dia tak suka di katai pengecut. Terlebih dari seorang wanita. "Kenapa? kau tak terima?" ucap Killa seperti menantang.


"Kau bahkan tidak mengakui perintah mu tadi! Kau biarkan dia memarahiku hanya karena, perintah konyol darimu! Seharusnya aku menyadarinya dari awal, jika sangat konyol kau memberikan ku perintah seperti itu!" Killa mengomel mengeluarkan semua amarah nya yang terpendam.


Tapi tiba-tiba saja. Cups!


Marvin mencium bibir Killa. Membuat gadis itu terbelalak. Jantungnya berdegup sangat cepat. Dengan cepat dia melepaskan bibirnya yang menempel dengan bibir Marvin.


"Apa yang kau lakukan?" Killa berdecak sambil memegangi bibirnya. Lalu ia berdiri dan berlari keluar dari ruangan itu.


Begitu pula dengan Marvin. Dia juga nampak terkejut dengan apa yang dia lakukan sendiri. Matanya masih membulat dengan wajah yang memerah karena malu.


"Apa yang sudah kulakukan?" Marvin memegangi dadanya yang bergemuruh. Tanpa kesadaran dirinya telah mencium gadis itu. Marvin nampak syok sendiri.


...🌹Jangan lupa like🌹...

__ADS_1


__ADS_2