
BRAK!
Tubuh Denis terhempas diatas meja yang berada tepat di depan Kikan duduk. Meja itu hancur berkeping-keping, begitu pun juga dengan Denis. Pria itu babak belur dihajar habis-habisan oleh Killa. Sampai-sampai dia terkapar tak bisa bangun lagi.
Killa berjalan sempoyongan ke arah Kikan. Lumayan juga pukulan dari Denis. Pria itu ternyata sudah banyak berlatih. Killa hampir tak sanggup melawan nya tadi.
"Brengsek kau!" maki Killa seraya melayangkan tinju dan tendangan kepada Kikan.
Wanita paruh baya itu tak melawan. Ketika Killa menodongkan pistol di kepalanya. "Berani-beraninya kau membongkar indentitas adik ku kepada William! Aku sudah terlalu sabar menghadapi mu Kikan, tapi kali ini aku sudah sangat muak dan geram!"
"Kau tak akan sanggup untuk membunuhku!" Kikan berkata dengan percaya diri sembari tersenyum licik.
Killa menjambak rambut panjang Kikan, membuat kepala nya terhentak disandaran kursi. Lalu menatapnya dengan tajam membunuh. "Kau salah, aku sangat ingin membunuhmu! Bahkan tanganku ini sudah gatal ingin meremas jantungmu, dan melemparkan nya dikandang Jony". (Jony adalah nama rubah yang dipelihara oleh Kikan, sangat buas dan mengerikan).
Deg!
Kikan berusaha menelan salivanya yang terasa seperti batu. Mendengar perkataan Killa membuat nyali nya menciut. Membayangkan jantungnya yang diremas dan diberi makan kepada Jony peliharaan nya.
__ADS_1
Killa mengarahkan ujung pistol nya tepat di dahi Kikan. Seringaian mengerikan tercipta diwajah nya. Kikan semakin berkeringat dingin. Tangan nya sampai gemetaran.
"Mati kau Kikan...." teriak Killa seraya menarik pelatuk pistol nya. Tapi apa yang terjadi membuat mereka berdua sama-sama tercengang. Pistol nya tak berfungsi sama sekali. Berkali-kali Killa mencoba tapi peluru tetap tak mau keluar.
Kikan yang menyadari itu, langsung tertawa menggelegar.
"Sial, pelurunya habis" pekik Killa kesal.
"Sudah kubilang kau tak akan sanggup untuk membunuhku" ucap Kikan tersenyum licik.
Gadis itu pun dengan tak sabaran. Ia memukulkan pistol sialan yang tak berguna itu ke wajah Kikan beberapa kali. Menjadikan wajah wanita itu babak belur. Bengkak dan berdarah.
"Aku peringatkan kau sekali lagi, jika kau berani mengusik hidupku dan adikku lagi! Aku Killa Roses, bukan hanya berani memborbardir tempatmu ini! Tapi aku akan membakar habis semuanya, membuat kalian mati terpanggang disini! Kau ingat itu, dasar JAL**G"
Lagi-lagi Killa menendang perut Kikan sambil mengancam nya dengan sangat sadis. Lalu dia berlalu pergi. Kikan hanya bisa menatap kepergian Killa dengan hati yang panas. Tidak terima dengan apa yang sudah dilakukan Killa terhadapnya. Tapi perasaan takut juga menghampirinya, ketika mengingat ancaman sadis yang diberikan gadis itu padanya.
***
__ADS_1
Killa berjalan menyusuri jalanan yang nampak sepi itu. Dia tersenyum lebar dengan sangat senang. Karena sudah mengobrak-abrik tempat Kikan. Menghabisi anak buah dan juga Kikan tentunya.
"Aku sangat puas, sangat-sangat puas! Hahaha...." Killa berdecak senang. Sungguh riang hatinya saat ini.
Sepanjang menyusuri jalanan sepi itu dengan berjalan kaki. Adakah seorang gadis yang tidak memiliki rasa takut sepertinya. Bahkan dia juga bernyanyi lagu kesukaan nya. Sampai-sampai tak menyadari ada seseorang yang mengikuti langkah nya dari belakang.
Killa mulai merasakan sesuatu. Dia tahu jika ada seseorang yang sedang mengikuti langkah nya. Saat dirinya hendak berbalik. Tubuhnya terhentak, Killa memberontak. Ketika seseorang menyergap dan menariknya dari belakang.
"Sialan, lepaskan aku! Lepaskan aku" teriak Killa.
Dugh!
"Awwh, sakit" Killa meringis kesakitan memegangi kepalanya yang terhantup ambang pintu mobil.
"MARVIN..." teriak nya keras.
...🌹Note : Jangan lupa like dan VOTE yah🌹...
__ADS_1