Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 149 : Sangat, aku sangat mencintainya.


__ADS_3

Marvin, Killa, Justin, Naya, dan juga Ken duduk di meja yang sama. Marvin terus menatap tajam kearah Justin yang tidak bisa berhenti menatap Killa. Ingin sekali rasanya ia mencolok mata Justin dengan sebuah garpu. Agar tidak lagi menatap istrinya dengan begitu lekat.


"Eehmm, Tuan Justin apa ada yang salah dengan mata anda?" tanya nya dengan nada sinis.


Justin pun tersadar dan langsung menatap balik Marvin. "Mata saya baik-baik saja, hanya saja mata saya ini memang selalu tak bisa berpaling dari sesuatu yang memukau," jawabnya kemudian.


Marvin mendengus kesal, dia hampir kehilangan kendali karena ulah Justin. Pria itu sudah membuat Marvin geram. Acara pun segera dimulai. Host sudah membawakan tahap demi tahap daftar acara, hingga sampailah pada sambutan hangat dari Marvin. Selaku pemilik Hotel Bintang Lima Grand Louis ini.


Host pun mempersilahkan Marvin untuk naik keatas panggung. Marvin segera beranjak dari tempat duduk nya. Sebelumnya Marvin sempat melirik Justin, kemudian berdalih menatap Naya dan mengangguk kan kepala. Naya pun terlihat mengerti dengan isyarat yang diberikan Marvin, ia juga ikut mengangguk.


Benar saja yang telah di duga oleh Naya. Saat Marvin tengah sedang memberikan beberapa kata sambutan di atas panggung. Justin pun berbicara pada Killa.


"Bagaimana kabar mu?" tanya Justin lembut.

__ADS_1


"Aku baik-baik saja, bahkan sangat-sangat baik," jawabnya Killa ketus.


"Apakah kau bahagia dengan nya? Aku juga bisa memberikan mu kemewahan seperti yang dia berikan padamu Killa. Kembalilah padaku." Justin terus menatap ke arah Killa. Sedangkan Killa tengah terbakar, dia sangat membenci Justin. Mengingat pria itu selalu saja memaksanya untuk kembali.


"Cinta bukan hanya tentang materi Justin, tapi cinta yang tulus ... tidak akan pernah mengkhianati," ucap Killa.


Seperti tersambar petir saat itu juga. Perkataan Killa benar-benar membuat luka lama kembali terbuka. Mata Killa mulai berkaca-kaca, dia kembali teringat akan pengkhianatan yang dilakukan oleh Justin.


Justin yang melihat Killa berkaca-kaca, ikut merasa sedih sekaligus bersalah. "Aku menyesal telah menyakitimu Killa, sekarang aku sudah berubah. Aku janji tidak akan menyakitimu jika kau kembali padaku," ucapnya.


"Karena aku sudah memutuskan untuk bertahan disisi Marvin, apapun yang terjadi," sambungnya dengan tersenyum menatap sang suami di depan sana.


Tangan Justin mengepal dan rahangnya mengeras. "Apa kau mencintainya?" tanya nya.

__ADS_1


Killa tersentak dan menatap kearah Justin. Ia mengangguk dan berkata, "Sangat, aku sangat mencintainya."


Justin menarik nafas dalam-dalam, sakit sekali rasanya. Hatinya bagaikan di sayat pisau belati oleh Killa. Bahkan Justin sempat berpikir, jika sudah tidak ada kesempatan lagi untuknya.


Aku tidak bisa membiarkan mu bersamanya Killa, karena itu sangat menyakitkan untuk ku. Tapi entah kenapa, melihatmu tersenyum bahagia, aku juga ikut bahagia. Akhhh, apa yang sedang ku pikirkan. Tidak akan semudah itu untuk aku menyerah. Aku akan tetap memperjuangkan mu. Batin nya berperang dengan akal sehat nya. Justin dibuat bimbang.


Tangan Justin terulur hendak meraih tangan Killa. Namun sayangnya sebelum ia menyentuh tangan Killa. Lengan nya terlebih dulu dicengkram kuat oleh Naya.


Entah sejak kapan gadis itu berdiri di sebelah nya. Killa, Ken, dan juga Justin sangat terkejut. Mereka bersamaan menatap kearah Naya. Wajah gadis itu memerah karena menahan amarah dan tatapan nya begitu tajam menatap tidak suka pada Justin.


"Naya, apa yang kau lakukan lepaskan tangan nya." Killa mencoba menenangkan Naya. Namun kelihatannya Naya tidak mau mendengar, dia tetap mencengkram lengan Justin dan menatapnya tajam.


Justin mendongakkan kepala menatap balik kearah Naya. Dia tertawa sekilas lalu kembali datar. "Berani nya kau menyentuhku," ucapnya dengan gigi yang menggeretak.

__ADS_1


"Jangan sekali-kali kau menyentuh kakak ku lagi," sahut Naya yang tak kalah garang. Dia berusaha kuat melawan tatapan Justin demi sang kakak. Meskipun kenyataan nya, dia hampir mati ditempat karena ketakutan. Ia tidak boleh lemah demi untuk melindungi kakak nya, seperti apa yang dilakukan Killa untuk melindungi dirinya. Killa tidak pernah menyerah untuk melindungi Naya. Baginya Naya adalah hal paling berharga dalam hidupnya.


__ADS_2