Mafia Cantik Kesayangan CEO

Mafia Cantik Kesayangan CEO
Ch 63 : Ketegangan #2.


__ADS_3

Meskipun kesakitan Marvin tetap tidak mau melawan, karena hatinya tak sanggup untuk menyakiti Killa. Dia lebih baik mengalah. Tapi dengan melihat Killa marah, membuat Marvin senang. Karena gadis itu akan sangat cantik jika marah dan kesal.


"Naya katakan pada kakak, apa yang dia telah perbuat padamu! Agar kakak bisa meremukkan tangan nya!" ucap Killa menoleh kepada Naya.


Gadis itu mendongakkan kepalanya menatap sang kakak. "Hiks hiks! Dia--" ucapan nya terhenti.


"Dia menyuruh seseorang untuk mengikutiku kemana pun aku pergi disekolah! Membuatku terlihat konyol dan memalukan didepan semua orang! Memang nya aku siapa? Apa aku ini anak pejabat? Sampai harus memiliki seorang bodyguard! Sangat memalukan bukan! Huaa hiks hiks!" lanjutnya menjelaskan dengan nada kesal dan isak tangis.


"APA?" Killa tak percaya dengan apa yang dia dengar. Dia langsung melepaskan perlahan tangan Marvin.


"Maafkan aku! Aku tak bermaksud--" Killa merasa tak enak hati pada Marvin.


"Dasar gadis bodoh! Selalu saja bertindak tanpa berpikir panjang!" Marvin menarik tangan nya dengan kasar. Lalu beranjak dan pergi meninggalkan semua orang kedalam kamar.


Killa menatap nanar kepergian Marvin yang menghilang dari balik lorong. Kemudian dia kembali menatap Naya dengan tajam.


"Kau! Dasar anak nakal!" Killa memukul kepala Naya.


"Aduh kak sakit tau! Memangnya aku salah apa? Yang salah itu kakak ipar!" Naya membela diri sambil memegangi kepalanya yang sakit.


"Dasar bodoh! Kakak iparmu seperti itu karena dia peduli padamu! Aughh! Dasar bodoh!" ucap Killa.


"Tapi kak, aku itu malu!"

__ADS_1


"Entahlah, kepalaku sakit! Ken tolong kamu urus nih anak! Hampir saja dia membuatku hilang akal tadi! Marvin pasti marah padaku!" ucap Killa pada Ken.


Ia pun langsung bergegas pergi menyusul Marvin masuk kedalam kamar. Meninggalkan Ken dan juga Naya.


"Nona Naya? Apa anda baik-baik saja?" Ken bertanya pada Naya sambil menyentuh pundak gadis cantik itu.


"Apa aku terlihat baik-baik saja!" ucap Naya mendongak menatap Ken.


"Bagaimana kalau kita jalan-jalan di Rooftop ! Saya yakin Nona akan merasa lebih baik!" ucap Ken tersenyum dengan cerah nya.


Naya terdiam memikirkan tawaran dari Ken. "Baiklah!" ia mengangguk setuju.


Ken menatap lekat wajah Naya yang basah karena air mata. Ia tersenyum sambil bergumam dalam hati. Lucu sekali! Aku tahu dia tidak benar-benar sedang menangis dan sedih! Melainkan dia hanya ingin mengerjai kakak nya itu! Mereka berdua adalah kakak dan adik yang sangat susah ditebak! Sama-sama memiliki sisi yang tersembunyi!


Beralih didalam kamar.


Marvin sedang berdiri menatap keindahan kota Seoul dimalam hari dari balkon kamarnya. Kerlap-kerlip lampu kendaraan dan gedung-gedung pencakar langit. Menambah keindahan kota tersebut.


"Ehhm!"


Mata Marvin membulat mendengar deheman seorang wanita dari belakang. Dia tahu jika itu adalah Killa. Wajahnya yang santai langsung berubah datar.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Killa dengan canggung dan berjalan mendekati Marvin.

__ADS_1


"Marvin melirik sekilas. "Apa kau tidak lihat! Aku sedang menikmati udara segar, karena dadaku terasa sesak menahan tangan ku yang perih!" ketusnya.


"Maaf! Apa sangat sakit?" Killa merasa sangat tak enak hati. Dia mencoba menatap wajah Marvin tapi pria itu malah menghindari nya.


"Menurutmu?" ucap nya lagi ketus. Tanpa Killa tahu sebenarnya Marvin sedang tersenyum. Dia tidak marah melainkan hanya ingin membuat Killa terus merasa bersalah.


"Pasti sakit! Coba aku lihat!" Killa meraih tangan Marvin.


Killa meniup luka tersebut untuk menghilangkan rasa perihnya. "Aku akan membantumu mengobatinya! Soal tadi maafkan aku! Seharusnya kau juga langsung saja katakan sejujurnya! Jangan hanya diam dan membiarkan ku menyakitimu!" ucap Killa.


"Apa? Jadi ini termasuk salah ku? Kau yang sudah menyakitiku, apa kau lupa? Ini baru terjadi tadi!" ucap Marvin tak terima disalahkan.


"Jelas memang salahmu!" ucap Killa mendongak menatap wajah Marvin.


Tak sengaja pandangan mereka bertemu. Killa dan Marvin terdiam saling menatap lekat satu sama lain.


"Baiklah terserah kau saja!" Marvin mengalihkan pandangan nya. Dia tiba-tiba menjadi gugup. Karena dadanya yang berdebar-debar.


"Ayo masuk! Aku akan mengobati lukamu!" Killa berjalan masuk kembali kedalam kamar sambil menggandeng tangan Marvin.


Aku tidak sabar untuk membawamu menemui nya! Dia pasti akan menyukaimu, aku rasa kita memang sudah ditakdirkan untuk bertemu! Killa kau sangat cantik dan aku yakin hatimu juga tulus!


...🌹Jangan lupa like & komentar🌹...

__ADS_1


...Note : Lanjut yah bentar lagi, mohon pengertiannya 🙏🏻...


__ADS_2