Menanti Cinta Sang Abdi Negara

Menanti Cinta Sang Abdi Negara
Bab 99. Kisah Chandra


__ADS_3

Kehidupan memang tidak selalu mulus, setiap ujian datang silih berganti. Malam ini, Fahri tidak bisa tidur. Dia terus memikirkan bagaimana kehidupan Elmira kedepannya. Mereka sudah menyebarkan berita kematian Quera, dan saat ini dengan terpaksa Quera yang sudah berganti nama menjadi Elmira harus ikut dengan Chandra untuk sementara waktu. Fahri juga sudah berdiskusi dengan keluarganya, mereka memberi dua pilihan. Elmira ikut tinggal bersama Yuliana di Singapore, atau tinggal bersama orangtua Fahri di Palembang.


Gisya terbangun tengah malam, dia tidak melihat sang suami disampingnya.


"Abang sedang apa disini?" tanya Gisya yang melihat Fahri duduk melamun di teras.


"Eh Bunda bangun? Laper atau cuman mau minum?" ucap Fahri balik bertanya.


"Hmm.. Abang pasti mikirin Kakak." ucap Gisya mengusap bahu suaminya.


Tiba-tiba saja Fahri menarik pinggang Gisya, dia menangis sambil mengusap perut Gisya yang sudah membesar. Karena bulan depan, Gisya akan melahirkan anak keduanya. Gisya mengusap lembut kepala sang suami, dia bisa merasakan apa yang Fahri rasakan.


"Semua ini berat untuk kita semua, Bang. Tapi demi keselamatan Kakak, kita harus bisa mengambil keputusan." lirih Gisya.


"Abang diamanahi untuk menjaga Kakak, tapi Abang sendiri gak mampu. Abang takut Abrafo kecewa sama Abang." ucap Fahri semakin terisak.


"Abang sudah melakukan yang terbaik untuk Kakak, kita serahkan semuanya sama Allah. Manusia hanya bisa berencana, hanya Allah yang menentukan jalannya Bang." ucap Gisya yang ikut menangis.


Setelah dirasa Fahri lebih tenang, Gisya mengajaknya untuk melakukan sholat malam berjama'ah. Mereka memohon petunjuk pada Allah, tentang keputusan yang akan mereka ambil. Sementara itu, Elmira pun merasakan kegelisahan yang sama ketika jauh dengan Ayah dan Bundanya. Dia tidak bisa tertidur dengan pulas.


"Princess kenapa?" tanya Chandra pada Elmira.


"Kakak kangen Bunda sama Ayah." lirih Elmira.


"Sabar ya, besok kita ketemu Ayah sama Bunda. Semuanya kan demi Kakak." ucap Chandra mengelus kepala Elmira yang terbalut jilbabnya.


Elmira menatap Chandra, mata indahnya mampu menghipnotis setiap orang yang melihatnya. Begitupun dengan Chandra, sejak pertama merawat Elmira dia selalu merasa tenang ketika melihat mata indah Elmira.


Chandra adalah seorang prajurit yang saat itu ikut melaksanakan tugas bersama Fahri di Kongo. Namun dia dari divisi yang berbeda dengan Fahri, dia seorang Polisi Militer. Chandra beragama Non Muslim, dia beragama Hindu. Dan dia berasal dari Bali, nama lengkapnya adalah Chandra Udayana Devandra. Saat mengasuh Elmira dia berusia 23 tahun, dan saat ini usianya 26 tahun. Dia sudah dilantik menjadi seorang Kapten, dan dinobatkan menjadi Kapten termuda. Berkat semua prestasinya, dia mampu menjadi seperti sekarang ini.


Dua tahun lalu, tepatnya setahun setelah tugasnya di Kongo dia menikahi seorang gadis atas dasar perjodohan oleh kedua orangtuanya. Namun sebulan setelah pernikahan, mereka berpisah. Karena Chandra mengetahui jika gadis yang sudah sah menjadi istrinya itu tengah mengandung. Sedangkan saat pernikahan terlaksana, mereka baru dua kali bertemu. Sejak saat itu, Chandra tidak berniat untuk menikah kembali. Dia memutuskan untuk mengabdikan dirinya hanya untuk Negara.


Saat mendapat berita tentang keluarga Abrafo yang mencari keberadaan Elmira, Chandra sedang berada di Lebanon. Setelah tugasnya selesai, Chandra memutuskan untuk segera menemui Fahri. Namun saat dia sampai di Bandung, ternyata Fahri berada di Jogjakarta. Hari itu juga dia bergegas untuk menemui Fahri.


Chandra menatap Elmira yang terlelap dalam pelukannya, entah kenapa Chandra selalu merasa tenang ketika melihat wajah polos Elmira.


"Aku gila kalo sampe jatuh cinta sama kamu, Elmira. Tapi matamu, senyumanmu mampu menenangkan hatiku yang sedang gelisah. Perasaan apa ini!" lirih Chandra.


Dia kembali menidurkan Elmira ditempat tidur miliknya, sedangkan dia pergi keluar untuk menghirup udara malam itu. Chandra duduk di balkon hotel, tempat dia menginap bersama Elmira. Chandra menghela nafasnya yang terasa menyesakkan dada.


"Hidupku hanya untuk mengabdi pada Negaraku. Aku terlalu terbawa perasaan, bagaimana mungkin aku bisa jatuh cinta pada gadis kecil yang sepantasnya menjadi putriku. Aku bukan pedofil!" ucap Chandra pada dirinya sendiri.


Pagi ini, Chandra terbangun dengan suara rengekan Elmira.


"Om Chandra bangun! Ayo kita sholat subuh!" ucap Elmira membangunkan Chandra.


"Mmm.. Om Chandra gak sholat princes." ujar Chandra yang kikuk.


"Biasanya Kakak sholat subuh sama Ayah sama Bunda." lirih Elmira menahan tangis.


"Ssstt.. Jangan nangis, sekarang Kakak sholat sendiri dulu. Nanti kalo sudah ketemu Ayah dan Bunda baru Kakak sholat bareng mereka, ya." ucap Chandra.

__ADS_1


"Kenapa Om gak sholat? Kata Bunda kalo gak solat nanti masuk neraka." lirih Elmira sudah mulai terisak. "Kakak gak mau Om Chandra masuk neraka. Kakak sayang Om Chandra." ucapnya lagi.


Deg!!!


Jantung Chandra berdegup kencang ketika mendengar ucapan gadis berusia 7 tahun itu. Chandra membawa Elmira kedalam pelukannya.


"Jangan nangis, Om Chandra gak mau Kakak sedih. Sekarang, Kakak sholat dulu. Nanti kita pulang ke rumah Ayah sama Bunda." ucap Chandra.


"Iya Om. Kakak sholat subuh dulu." ucap Elmira.


Ketika Elmira sedang sholat, Chandra memesan sarapan pagi untuk mereka. Setelah itu dia menyuruh Elmira untuk memakai baju yang diberikan oleh Gisya. Baju gamis anak yang lengkap dengan cadarnya. Chandra semakin terkesiap melihat kecantikan mata yang dimiliki Elmira.


"Kita sarapan dulu, Kak! Ayah sama Bunda udah nunggu, mereka kangen sama Kakak." ucap Chandra mencoba mengalihkan pikirannya dari Elmira.


"Makasih ya, Om. Makasih udah mau jagain Kakak." ucap Elmira dengan polosnya.


Selesai sarapan, mereka kembali ke Rumah Dinas milik Fahri. Husain sangat bahagia bisa bertemu kembali dengan sang kakak.


"Tata ayi mana cih! Ama anget!" kesal Husain pada Kakaknya itu.


"Maaf ya, Abang Ain. Abang gak nakal kan waktu Kakak gak ada?" tanya Elmira.


"No tata! Ain nak baik, nda akal-akal!" jawab Husain sambil memeluk Elmira.


"Good Boy!" ucap Elmira mengacak rambut adiknya itu.


"Ucak ni ambut Ain, anti Cyla nda cuka!" kesal Husain pada kakaknya itu.


"Jadi gimana keputusan Abang tentang Elmira?" tanya Chandra.


"Kami masih memikirkannya, setidaknya biarkan dia bersama kami hingga Bundanya melahirkan. Setelah itu, kami akan mengambil keputusan pastinya." ucap Fahri.


"Semoga keputusan Abang menjadi jalan terbaik bagi Elmira." ucap Chandra menatap Elmira dengan tatapan penuh kasih sayang.


Sebagai seorang ibu, Gisya bisa melihat tatapan berbeda dari Chandra pada Elmira.


"Om Chandra kapan balik tugas?" tanya Gisya membuyarkan tatapan Chandra.


"Nanti sore saya kembali ke Jakarta, mungkin saya akan kembali lagi ke Lebanon." ucap Chandra dengan sedikit gugup.


"Saya sudah mendengar kisah Om Chandra, jangan trauma dalam menjalani hubungan. Karena setiap kisah hidup itu berbeda, contohnya saya dan Bang Fahri. Kita sama-sama dikhianati, dan akhirnya bisa hidup bahagia seperti ini." ucap Gisya.


"Do'akan saja saya yang terbaik untuk saya, Bu." ucap Chandra.


Fahri berpamitan untuk melakukan apel pagi. Gisya kembali melanjutkan pembicaraannya dengan Chandra mengenai Elmira.


"Sepertinya, Om Chandra sangat menyayangi Elmira." ucap Gisya.


"Sejak pertama saya merawat Elmira, saya sudah merasa jatuh cinta pada gadis kecil itu. Matanya mampu meneduhkan hati dan jiwa saya." ucap Chandra dengan jujur.


"Cinta memang tidak mengenal usia, Om Chandra. Begitupun juga dengan jodoh, siapa tau Elmira adalah jodoh yang ditakdirkan untuk Om Chandra." ucap Gisya yang membuat Chandra tersentak kaget.

__ADS_1


Sesaat mereka terdiam dalam pikiran mereka masing-masing.


"Saya rasa itu tidak mungkin, Bu Fahri." ucap Chandra tertawa sinis.


"Lho kenapa? Kita tidak pernah tau takdir Tuhan itu seperti apa. Sebagai seorang Ibu, saya bisa melihat tatapan berbeda dari Om Chandra terhadap putri saya." ucap Gisya.


"Apa sebagai seorang Ibu, Bu Fahri akan mengijinkan Elmira untuk menikah dengan saya suatu saat nanti?" tanya Chandra masih dengan tawa yang dipaksakan.


"Saya tidak akan bisa melawan Takdir Tuhan, apapun itu. Jika memang kalian ditakdirkan bersama, kenapa tidak?" ucap Gisya.


"Terlalu besar perbedaan kami, Bu Fahri. Mulai dari jarak usia dan keyakinan. Saya rasa, perasaan ini hanya sebatas perasaan orangtua terhadap anaknya." ucap Chandra.


Setelah perbincangan itu selesai, Chandra pamit pulang untuk kembali ke Jakarta. Dia menghampiri Elmira yang sedang bermain bersama Husain dan Cyra.


"Princess, Om Chandra pamit pulang ya! Kakak haru jadi anak yang cerdas dan membanggakan  Ayah dan Bunda." ucap Chandra mengelus pipi Elmira.


"Kenapa Om gak tinggal sama Kakak aja? Kenapa harus pulang?" lirih Elmira.


"Om harus tugas seperti Ayah, Kakak. Om juga kan sama seperti Ayah Fahri, suatu saat kalo ada waktu pasti Om kesini buat nemuin Kakak." ucap Chandra.


Elmira memeluk erat Chandra, dia memang sangat menyayangi Chandra.


"Hati-hati ya, Om. Janji nanti Om kesini lagi." ucap Elmira dengan tangisan dipipinya.


"Iya Om janji." ucap Chandra menghapus airmata Elmira.


"Hati-hati ya Om Chandra, semoga selamat sampai tujuan. Semoga Om Chandra diberikan kebahagiaan oleh Tuhan. Ingat pesan saya, jangan menutup hati Om Chandra hanya karena masa lalu. Dan jangan lupakan perkataan saya tadi." ucap Gisya menepuk bahu Chandra yang sedang memeluk Elmira. Chandra mengangguk tanda mengerti.


"Terimakasih Bu Fahri, saya titip Elmira. Semoga dia akan selalu bahagia." ucap Chandra.


Mereka mengantarkan Chandra hingga mobilnya sudah tidak terlihat lagi. Febri lalu menghampiri Gisya yang terus menatap kepergian Chandra.


"Jangan bilang apa yang aku pikirkan sama dengan apa yang kamu pikirkan." ucap Febri.


"Kamu bener, Biw. Kita lihat saja Takdir Tuhan akan seperti apa." tutur Gisya.


"Bener Ca, terlalu besar perbedaan mereka. Udah ah! Hayuk masuk! Bunda sama Ina bikin seblak. Kita nikmatin aja, mumpung mereka disini!" ucap Febri.


Cinta yang terhalang oleh perbedaan usia dan keyakinan akankah bisa dipersatukan suatu saat nanti?


* * * * *


Nih, Author bikinin Cerita Om Chandra..


Author nyerah dengan serangan kalian reader 😅✌


Semoga suka dengan ceritanya...


Jangan lupa loh buat Like, Komen, Vote dan Favorite 🥰🙏🥰


Dukung Author terus ya!

__ADS_1


Salam Rindu, Author ❤


__ADS_2