Menanti Cinta Sang Abdi Negara

Menanti Cinta Sang Abdi Negara
Bab 36. Pedang Pora


__ADS_3

Suara Adzan subuh membangunkan Gisya dari tidurnya. Gisya sudah terbiasa terbangun ketika mendengar suara Adzan subuh. Diliriknya sang suami yang masih tertidur lelap. Gisya bergegas membersihkan diri, setelah itu dia membangunkan suaminya.


"Bang, sudah subuh. Hayu kita sholat berjama'ah."


Fahri menggeliat, dia tersenyum bahagia ketika wajah istrinya yang pertama dia lihat saat bangun tidur. Fahri segera membersihkan diri, lalu mereka shalat subuh berjama'ah.


Fahri tersenyum, ketika istrinya itu sedang sibuk merapikan sprei tempat tidur mereka.


"Loh, sprei nya mau dibawa kemana sayang?" tanya Fahri yang keheranan.


"Mau aku bawa pulang! Pokoknya Abang urusin aja biaya penggantiannya." ucap Gisya.


"Oh, buat jadi kenang-kenangan ya sayang." goda Fahri.


"Ish! Sana Abang keluar dulu, Adek mau siap-siap. Sebentar lagi perias nya datang, nanti Adek bikinin kopi buat Abang sebelum dirias." tutur Gisya.


"Makasih istriku sayang." ucap Fahri sambi mengecup pipi Gisya.


Gisya membuatkan kopi untuk suaminya, selang berapa lama datanglah beberapa orang perias. Fahri mengingat jika istrinya itu belum sarapan pagi, dia bergegas memesan layanan kamar untuk mengantarkan sarapan pagi. Gisya kaget melihat suaminya masuk kedalam kamar dengan membawa makanan.


"Maaf ya, Bang. Adek lupa belum siapin sarapan buat Abang." sesal Gisya.


"Gak apa-apa sayang, justru Abang kesini buat sarapan bareng kamu. Boleh sambil makan kan Mbak?" tanya Fahri pada sang perias.


"Boleh atuh A, silahkan. Jangan sampai pingsan pas lagi di pelaminan."


Dengan telaten Fahri menyuapi istrinya itu, Bunda Syifa yang baru saja masuk kekamar putrinya itu tersenyum penuh haru. Kali ini pilihannya untuk Gisya tidaklah salah. Fahri benar-benar memperlakukan Gisya dengan istimewa.


"A Wahyu, putri kita sudah menikah. Dia yang akan membahagiakan putri kita. Aku sudah memenuhi janjiku, A." batin Bunda Syifa.


Gisya dan Fahri sudah sampai di tempat resepsi, mereka memasuki tempat Acara disambut oleh jajaran Pedang yang membentuk Gapura. Jajaran pedang dalam prosesi Pedang Pora yang dilewati oleh kedua mempelai ini menggambarkan momen saat kedua pasangan memasuki pintu gerbang kehidupan rumah tangga yang baru.


Prosesi Pedang Pora dilakukan oleh 12 perwira yang mengenakan seragam militer lengkap dengan atribut dan Pedang Pora yang masih bersarung. Mereka berdiri berhadap-hadapan dengan satu orang yang menjadi Komandan Regu. Komandan Regu inilah yang akan memimpin jalannya Prosesi Pedang Pora bagi pasangan pengantin. Gisya sangat gugup ketika akan melakukan prosesi ini.


Pedang Pora dimulai ketika Komandan Regu melaporkan kepada pasangan pengantin bahwa Pasukan Pedang Pora telah siap untuk memulai prosesi. Kemudian pasukan Pedang Pora disiapkan untuk menghunuskan pedangnya ke atas untuk mengiringi jalannya kedua mempelai memasuki area Resepsi. Prosesi tersebut berjalan diiringi oleh suara tambur yang mengiringi pasangan pengantin. Setelah melewati Gerbang pora, Pasukan Pedang Pora mengiringi dengan berjalan tegap di belakang mempelai.


Prosesi berlanjut dengan pasukan membuat lingkaran yang mengelilingi mempelai dengan menghunuskan pedang ke atas membentuk Formasi Payung yang dinamakan dengan Payung Pora. Selanjutnya, kedua mempelai akan menerima pemasangan cincin dan bagi mempelai wanita, akan mendapatkan pakaian seragam Persit yang menjadi simbol bahwa dirinya siap menjadi seorang istri prajurit.


Setelah Prosesi Pedang Pora selesai, mereka melakukan sesi foto bersama para perwira. Proses Pedang Pora hanya dapat dilakukan sekali seumur hidup bagi seorang prajurit. Tidak hanya menghadirkan nuansa sakral, Prosesi Pedang Pora memiliki makna yang mendalam bagi pasangan pengantin. Posisi 2 pasukan yang membentuk Gapura, yang dilewati oleh Gisya dan Fahri menggambarkan jika kedua pasangan ini siap memasuki pintu gerbang kehidupan rumah tangga. Pedang yang terhunus mengandung makna bahwa dengan jiwa ksatria, mereka siap untuk menghadapi segala rintangan yang akan mereka hadapi dalam kehidupan. Saat mereka melewati Gapura Pora, itu menjadi cerminan do'a agar keduanya mampu bergandengan tangan dalam menghadapi dan mengatasi semua rintangan.


Semua orang sungguh berbahagia dengan Pesta Pernikahan Gisya dan Fahri. Dan yang menyiapkan segalanya adalah Syaina dan Syauqi. Mereka benar-benar saling membantu untuk mempersiapkan perhelatan Akbar bagi kedua mempelai pengantin. Tak tanggung-tanggung, Souvenir yang diberikan untuk tamu adalah Emas mini seberat 0.25gr.  Fahri benar-benar ingin memberikan sebuah pesta Pernikahan yang tidak akan pernah dilupakan oleh Gisya seumur hidupnya. Bahkan Komandan Batalyon dan Komandan Kompi beserta jajarannya hadir di ururtan tamu terdepan untuk menyaksikan Hari bahagia mereka berdua.


"Terimakasih Suamiku, aku bahagia bisa mendampingimu. Jiwa dan Ragaku kini kupersembahkan hanya untukmu." bisik Gisya.


"Abang yang harusnya berterimakasih, kamu sudah mau menjadi teman hidup Abang. You’re the one girl that made me risk everything for a future worth having. I just wanna say something, I Love you Gisya. That’s all." ucap Fahri.


Kini tamu undangan sudah mulai memenuhi Ballroom, satu persatu mulai mengucapkan rasa bahagia dan memanjatkan do'a untuk Gisya dan Fahri. Syaina dan Syauqi sedang berada diatas panggung, mereka bernyanyi untuk menghibur para tamu undangan. Dari sekian banyak tamu undangan, yang menjadi pusat perhatian adalah hadirnya Santi dan Zayn. Beberapa kerabat dekat Gisya, sudah mengetahui jika Zayn adalah mantan tunangan Gisya. Syaina dan Syauqi dengan sengaja menyanyikan lagu Armada Band yang berjudul 'Harusnya Aku'. Sontak hal itu menjadi kehebohan bagi para tamu. Gisya dan Fahri hanya bisa menebar senyum dan saling menggenggam tangan.


Harusnya aku yang di sana..

__ADS_1


Dampingimu dan bukan dia..


Harusnya aku yang kau cinta dan bukan dia..


Harusnya kau tahu bahwa..


Cintaku lebih darinya..


Harusnya yang kau pilih bukan dia..


Zayn sudah berada diatas pelaminan untuk memberikan ucapan selamat pada Gisya dan Fahri. Santi sedari tadi hanya menunduk karena dia malu bertemu orangtua Fahri.


"Selamat menempuh hidup baru Neng, Aa turut bahagia. Semoga menjadi keluarga yang bahagia dan saling melengkapi." ucap Zayn saat bersalaman dengan Gisya.


"Kamu memang laki-laki yang paling beruntung, keputusanmu sudah sangat tepat. Selamat Fahri." ucap Zayn memeluk Fahri.


"Semoga keluarga kecil kalian juga selalu bahagia." ucap Fahri pada Zayn.


"Selamat ya, Gisya, Abang. Semoga selalu bahagia, dan juga maafkan segala kesalahan kami." ucap Santi. Gisya memeluk Santi dan mengelus perutnya yang sudah membesar.


"Kami sudah ikhlas menerima dan memaafkan, hiduplah dengan rasa setia dan saling percaya. Maka kehidupan rumah tangga kalian akan jauh lebih baik." tutur Gisya.


Suasana kembali heboh ketika duo pasangan suami istri absurd itu naik keatas panggung untuk menyanyikan lagu untuk sang pengantin. Mereka menyanyikan lagu Judika yang berjudul 'Sampai Kau Jadi Milikku'.


"Lagu ini kami berdua persembahkan untuk Sahabat kami tercinta, Selamat Menempuh Hidup baruu Broooo!!" ucap Jafran.


Mereka mulai bernyanyi sambil sesekali menggoda pengantin.


Kau tau sejak pertama bertemu..


Terbayang senyum indah di matamu..


Kau berikan tatapan cinta untukku..


Jatuh cinta, ku jatuh cinta..


Rindu terasa mengancam dadaku..


Saat kau selalu hadir di mimpiku..


Hati jiwaku selalu memanggilmu kasihku..


Ku cinta kau, ku cinta kau..


Hanya kamu di hatiku..


Takkan pernah kan terganti..


Sampai kau jadi milikku..

__ADS_1


Sampai kau jadi milikku..


Kaulah cinta sejatiku.


Rindu terasa mengancam dadaku..


Saat kau selalu hadir di mimpiku..


Hati jiwaku selalu memanggilmu..


Oh kasihku..


Hal itu mungkin takkan mudah..


Tapi ku takkan menyerah..


Karena jiwa ini, raga ini memanggil namamu..


Kau tau sejak pertama bertemu..


Ku jatuh cinta..


Sampai kau jadi milikku..


Kaulah cinta sejatiku..


Gisya dan Fahri saling berpelukan diatas Pelaminan. Lagu itu memang mencerminkan hubungan mereka. Saat Yuliana dan Jafran selesai menyanyikan lagu, mereka menghampiri Febri yang masih berada diatas kursi rodanya. Jafran bahkan menggendong Febri untuk menghampiri Gisya dan Fahri. Persahabatan mereka sejak kecil memang sudah tak asing lagi bagi sebagian tamu. Jafran mendudukkan Febri diatas kursi pelaminan, tak lupa mereka menyimpan Foto almarhum Andi disamping Febri. Mereka mempersiapkan semuanya, agar Febri bisa merasakan duduk diatas pelaminan bersama Andi. Febri tersenyum, dia merasa bahagia atas perlakuan sahabat-sahabatnya itu.


"Kamu liat, Mas. Mereka bahkan menyiapkan semua ini untuk kita. Kamu bahagia kan, Mas. Aku disini bahagia, aku ikhlas Mas." ucap Febri mengusap foto Andi.


Semua yang berada disana sampai menitikkan airmatanya. Gisya dan Yuliana berhambur memeluk Febri. Mereka benar-benar saling menguatkan.


"Kami akan selalu ada untuk Febri, Mas Andi." batin Gisya dan Yuliana.


Selesai Acara mereka melakukan Prosesi Foto bersama keluarga besarnya. Syauqi dan Syaina sangat puas dengan hasil kerja mereka. Kini giliran Gisya dan Fahri yang memberikan kejutan untuk mereka berdua. Syaina dan Syauqi tidak menyangka, jika hubungan keduanya akan dipublikasikan di Acara Pernikahan kakaknya. Syauqi dan Syaina hanya saling menatap dengan wajah yang merona.


Ya! Yang mereka putar adalah video ketika Syauqi mendatangi Ayah Syaina untuk menyampaikan niat baik mereka.


* * * * *


Alhamdulillaahhh...


Siapa yang tadi hadir ke kondangan Gisya & Fahri? 😁😁😁


Mohon maaf apabila ada kesalahan yaa Readeerr 🙏


Dukung terus Author ya!


Salam Rindu, Author ❤

__ADS_1


__ADS_2