Menanti Cinta Sang Abdi Negara

Menanti Cinta Sang Abdi Negara
S2 | Cinta dalam Do'a


__ADS_3

Boğaziçi Üniversitesi atau lebih dikenal dengan Unibersitas Bosphorus disinilah Alana sedang menuntut ilmu, dia mengambil jurusan Seni Kreatif dan Desain. Alana sangat menikmati masa-masa perkuliahannya saat ini. Sesekali dia merindukan suasana di Indonesia, tapi mengingat impian dan cita-citanya Alana terus menyemangati dirinya sendiri. Terlebih saat ini ada Grandma Lia dan Grandpa Yuda yang menemaninya disana.


Waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam, tapi Alana masih berkutat dengan iPadnya. Saat ini Alana benar-benar memfokuskan dirinya untuk membuat desain-desain baju yang akan dia buat.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuat fokus Alana sedikit teralihkan.


"Alana akşam yemeği zamanı (sudah waktunya makan malam)," ucap Grandpa.


"Tamam dede hemen arayacağım (baik kakek, aku segera menyusul)," teriak Alana.


"Bisa gak sih kalo dirumah mah ngomongnya Endonesaan aja! Pabeulit tau gak lidah Emak kalo harus ngomong bahasa turki terus!" Kesal Grandma menatap suaminya itu.


"Atuhlah nyai, piraku di turki ngomong na sundaan keneh! Jauh-jauh atuh kita tinggal disini kalo harus Endonesaan wae mah," ucap Granpa menggoda istrinya itu.


"Kumaha dinya wae lah!" kesal Grandma.


Alana baru saja turun, dia melihat wajah Grandma nya yang tertekuk.


"Hm, pasti Grandpa isengin Grandma lagi kan!" ucap Alana penuh selidik.


"Emak we sama Abah atuh Neng! Pabeulit pake bahasa araringgis mah!" kesal Grandma.


"Hahahahaaa, Grandma mah aneh! Kenapa ga pulang ke Indonesia atuh, malah betah banget diluar negri," ejek Alana pada Neneknya itu.


"Atuh kalo ga karena usaha mah, Emak juga udah pengen pulang ke Indonesia. Cuman kan sayang usaha Abah kamu disini, Neng. Lagian Emak juga kalo mati maunya di Bandung, biar ada yang sholatin sama kuburin," ucap Grandma bersedih.


"Yaudah Alana janji, nanti selesai kuliah Alana kita ke Indonesia ya. Udah ah, Grandma jelek kalo nangis!" ucap Alana menghapus airmata Grandma nya itu.


"Udah! Kalah narangis banjir cipanon, hayuk kita makan! Grandpa mah lapar," ucap Grandpa.


Makan malam bersama keluarga, itulah yang sangat Alana rindukan. Apalagi dia terbiasa selalu beradu mulut sebelum makan bersama kembarannya Alan. Selesai makan malam, Alana kembali ke kamarnya. Dia duduk dibalkon, menikmati secangkir teh yang dia buat sebelum kembali ke kamar. Alana menatap langit, rupanya malam itu sangat indah. Bintang bersinar, hal itu membuat Alana merindukan sosok Husain.

__ADS_1


"Sedang apa kamu sekarang, Bang Ain. Apakah kamu merindukanku?" Lirih Alana.


Ketika Alana sedang asyik dengan lamunannya, dia dikagetkan dengan suara sang Grandma yang memanggilnya.


"Kenapa ngelamun disini, Neng? Gak baik tau, udah malem," ucap Grandma.


"Hehehe, cuman kangen sama Ummi sama Baba, Grandma," jawab Alana.


"Yakin? Bukan kangen sama Husain?" goda Grandma Lia membuat Alana tersipu malu.


"Apasih Grandma! Enggak kok," elak Alana.


"Kamu mau tau gak cerita Grandma sama Grandpa dulu?" tanya Grandma dan Alana menganggukkan kepalanya.


Alana mulai merebahkan dirinya dipangkuan sang Nenek. Sambil bercerita, Grandma Lia menceritakan kisah cintanya bersama sang suami.


"Dulu banget, Abah kamu itu selingkuhan Emak tau," ucap Grandma memulai cerita.


"Udah kamu dengerin dulu ceritanya, baru nanya!" kesal Grandma.


"Dulu pacar Emak keren, dia anak musik. Meskipun gak terkenal, tapi Emak sangat suka. Dia itu romantis, suka bikinin lagu buat Emak. Tapi ternyata Emak sama dia gak berjodoh, ada yang nikung dia," ucap Grandma sambil mengelus kepala Alana.


"Maksud Grandma yang nikung itu Grandpa?" tanya Alana.


"Iya, Abah kamu itu nikungnya dalam do'a disepertiga malamnya. Dia selalu menyebut nama Emak dalam setiap sujud dan do'annya. Akhirnya, Emak sadar kalo dia adalah yang terbaik buat Emak," tutur Grandma.


"Kok Grandma bisa yakin?" tanya Alana yang keheranan.


"Yakinlah, Emak sama pacar yang dulu itu menjalin hubungan 4 tahun! Eh jadinya sama Abah kamu yang baru kenal dua minggu!" ucap Grandma sambil tersenyum.


Mendengar ucapan sang Nenek, tiba-tiba Alana teringat pada ucapan Husain.


"Emang dulu Grandma sama Grandpa ketemu dimana?" tanya Alana.

__ADS_1


"Dulu Emak sama Abah satu pengajian, cuman Abah kamu itu gak berani deketin Emak. Karena dia tau kalo Emak punya pacar, akhirnya Abah kamu konsultasi sama Ustadz nya. Karena dia udah yakin, kalo Emak ini adalah tulang rusuk yang selama ini dia cari. Karena Abah kamu udah melakukan sholat istikharah. Akhirnya setelah dapet nasehat dan jawaban dari istikharahnya, dia nekat datang kerumah buat ngelamar," jawab Grandma.


"Wah, Grandpa keren! Terus Grandma langsung terima?" Alana sangat tertarik kali ini.


"Enggaklah! Kan Emak bilang udah punya pacar," ucap Grandma.


"Lah terus Grandpa bersikap gimana waktu ditolak itu?" tanya Alana.


"Abah kamu cuman bilang 'Akan aku sebut nama kamu dalam setiap do'aku, karena aku sangat yakin bahwa kamu adalah jodohku. Meski tak terucap, tapi cintaku kubuktikan dalam do'a disetiap sujudku'. Eh dua minggu kemudian, pacar Emak ketauan jalan sama temen deket Emak. Yaudah akhirnya Emak mau dinikahin sama Abah kamu," jawab Grandma.


Alana terus memikirkan ucapan Husain, ditambah dengan apa yang diceritakan oleh neneknya. Alana akan melakukan hal yang sama, mencintai Husain dalam setiap do'anya. Sementara yang dibicarakan saat ini baru selesai melaksanakan sholat Isya. Husain selalu diminta untuk menjadi Imam dalam sholat mereka. Husain masuk kedalam kamar asramanya, dia duduk dipinggiran kasur dan membuka dompetnya. Dia menatap foto Alana, sungguh saat ini Husain pun sangat merindukan sosok gadis yang selalu cerewet dan selalu menempel padanya. Tapi kini Husain menyesal, dia telah melukai gadis ceria itu.


Malam semakin larut, namun Husain belum juga bisa memejamkan matanya. Dilihatnya jam menunjukan pukul 2 pagi. Husain beranjak ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Dia mengenakan baju koko dan menggelarkan sajadahnya. Setelah sholat, Husain berdo'a untuk meminta ketenangan dalam hatinya.


"Yaa Allah, ampunilah segala dosa-dosaku. Tenangkanlah hatiku, Yaa Allah. Aku sampaikan segala kerinduanku ini dalam do'a. Jagalah dia dimanapun dia berada, lindungilah dia dalam setiap langkahnya. Aku hanya bisa mencintainya dalam do'a. Yaa Allah, engkau Maha membolak-balikan hati, jika memang Ariela Alana Putri Maulani itu adalah jodohku. Aku mohon dekatkanlah dan mudahkanlah urusan kami. Tapi jika dia memang bukan jodohku, bolehkah aku terus memohon padamu agar hanya dialah yang menjadi jodohku. Kabulkanlah setiap do'aku, Yaa Allah." (Husain Maksa! 😝🤣)


Sama dengan Husain, laki-laki bernama Radiansyah Mirda pun sedang merasakan kegelisahan yang sama. Saat ini hubungannya dengan Elmira semakin dekat, sementara dia akan berangkat ke Kongo kurang lebih sebulan lagi. Mirda tidak bisa terus menerus menahan perasaanya, sekuat hati dia menolak tapi pesona Elmira sudah terlanjur masuk dalam hatinya. Bisa dikatakan jika Elmira adalah cinta pertama baginya.


Mirda menatap langit malam, saat ini dia memutuskan untuk tidur di Barak bersama kawan-kawannya yang lain.


"Semesta, aku mulai menyayangi dia. Sekalipun nanti akhirnya, kisahku tak akan pernah berlabuh padanya. Aku akan tetap menyayanginya, sampai rasa ini tak kau izinkan ada dalam hatiku. Aku mohon jaga dia dan berikan kebahagiaan untuknya. Aku tak pernah menuntut atas perasaan siapapun, nanti jika kebahagiaannya bukanlah aku. Aku akan tetap mengirimkan do'a sebanyak-banyaknya untuk dia. Agar siapapun yang akan bersamanya nanti adalah orang yang tak akan pernah merubah dirinya menjadi oranglain. Maka dari itu aku mohon padamu, Semesta. Jaga dia yang selalu kusebut dalam do'a, Elmira Ayudia Syafa." batin Mirda.


Hal yang paling indah ketika dua orang saling rindu, namun tidak berkomunikasi, tetapi keduanya saling mendoakan di dalam sujudnya masing-masing. Karena mendoakan adalah cara mencintai yang paling rahasia. Dan tak ada yang lebih tulus dari hati yang mencintai dalam perih, dan mendoakan dalam diam.


* * * * *


Semoga suka dengan ceritanya...


Jangan lupa loh buat Like, Komen, Vote dan Favorite 🥰🙏🥰


Dukung Author terus ya!


Salam Rindu, Author ❤

__ADS_1


__ADS_2