Menanti Cinta Sang Abdi Negara

Menanti Cinta Sang Abdi Negara
S2 | NUMPANG ROMANTIS


__ADS_3

Elmira dan Mirda kini tengah berada didepan pintu masuk gedung Kodiklat TNI AD. Mereka disambut oleh jajaran pedang yang membentuk gapura. Prosesi ini disebut dengan prosesi pedang pora. Dimana setiap anggota TNI yang menikah dapat melakukan prosesi ini sekali seumur hidupnya. Prosesi kali ini dilakukan oleh para perwira yang mengenakan seragam militer lengkap dengan atribut lainnya.


Saat Elmira melakukan prosesi pedang pora, Bunda Gisya seakan bernostalgia. Dia mengingat  ketika dulu melakukan prosesi pedang pora bersama sang suami.


"Bunda berasa muda lagi, liat si Kakak jadi inget kita dulu," bisik Bunda Gisya.


"Kamu selalu muda sayang, Abang juga jadi flashback ini. Abis ini kita ikutan malam pertama ya, Bun!" bisik Ayah Fahri membuat Bunda Gisya tersipu malu.


"Dasar aki-aki! Gak inget umur, udah punya cucu tuh!" ucap Bunda Gisya menunjuk Sweta yang sedang berada dalam pangkuan Indira dan juga Athaya.


Indira dan Athaya bertugas menjaga Sweta, sebab yang lainnya sibuk mengurusi hal lain.


"Sweta laper ya?! Onty bawain dulu buah ya, Sweta pasti suka," ucap Indira pada Sweta.


"Biar gua aja yang bawain, liat antriannya lumayan!" ucap Athaya.


"Oke, makasih ya! Tolong ambilnya melon aja," pinta Indira dan Athaya mengangguk.


Karena tamu semakin padat, Sweta mulai merasa kegerahan. Sedangkan balita itu tidak mau dilepaskan jilbabnya. Akhirnya Indira membawa Sweta keluar, karena dia rewel.


"Jangan rewel dong ponakan cantiknya onty," ucap Indira sambil menggendong Sweta dan tanpa sadar dia menabrak seseorang.


Bruk!


Deg! Deg! Deg!


Seorang laki-laki bertubuh tegap dengan sigap menahan tubuh Indira yang hampir jatuh. Pasalnya Indira pun sedang menggendong Sweta. Jantung Indira berdegup kencang, tak biasanya Indira merasakan hal itu. Rasanya lebih dahsyat saat dia bersama Athaya.


"Eh, maaf saya gak sengaja nabrak," ucap Indira lalu menunduk.


"Gak apa-apa, lain kali hati-hati," ucap laki-laki itu sambil menoel pipi Sweta.


Indira berusaha menetralkan jantungnya yang masih berdegup kencang. Masih terbayang dikepala Indira, mata tajam itu dan senyuman dinginnya.


"Yaa ampun, Dira! Gua cariin juga daritadi," kesal Athaya.


"Sorry, Sweta rewel kayaknya gerah juga makanya aku bawa kesini," ucap Indira.


"Yaudah nih, makan dulu buahnya sama Sweta. Nanti kita langsung kedalem, Ummi nyariin Sweta," tutur Athaya dan Indira mengangguk.


Acara berlangsung sangat meriah, salah satu junior Mirda naik keatas panggung untuk menyanyikan sebuah lagu 'Sempurna' dari andra & the backbone.


Kau begitu sempurna..


Dimataku kau begitu indah..


Kau membuat diriku akan selalu memujamu..


Di setiap langkahku, ku kan selalu memikirkan dirimu..


Tak bisa ku bayangkan hidupku tanpa cintamu..


Janganlah kau tinggalkan diriku..


Takkan mampu menghadapi semua..


Hanya bersamamu ku akan bisa..


Kau adalah darahku..


Kau adalah jantungku..


Kau adalah hidupku, lengkapi diriku..


Oh, sayangku, kau begitu sempurna..


Sempurna..


Kau genggam tanganku..

__ADS_1


Saat diriku lemah dan terjatuh..


Kau bisikkan kata dan hapus semua sesalku..


Janganlah kau tinggalkan diriku..


Takkan mampu menghadapi semua..


Hanya bersamamu ku akan bisa..


Kau adalah darahku..


Kau adalah jantungku..


Kau adalah hidupku, lengkapi diriku..


Oh, sayangku, kau begitu sempurna..


Sempurna..


Dirga Agung Prayoga, dia adalah orang yang menyanyikan lagu itu. Sekaligus orang yang membuat jantung Indira berdegup kencang. Apalagi ketika laki-laki itu sedang bernyanyi, dan tak sengaja tatapan mereka bertemu.


"Apa aku sakit jantung ya? Kok gini amat," batin Indira.


Sementara dibangku pelaminan, Chandra tidak fokus dan dia mulai memperhatikan Elmira yang tampak cantik memakai gaun pengantin.


"Cantik sekali, Elmiraku. Andai saja aku yang mendampingimu disana, semoga kamu selalu berbahagia. Kamu memang sangat sempurna, Elmiraku..." batin Chandra.


Semakin sore, tamu yang berdatangan semakin banyak. Meskipun lelah, tapi Mirda dan Elmira masih terus menebar senyuman manisnya. Kini tibalah mereka diacara yang paling ditunggu-tunggu oleh muda mudi yang belum menikah. Terutama para anggota di kesatuan Mirda yang notabene mereka rata-rata jomblo. Elmira dan Mirda kini sudah bersiap dengan acara pelemparan bunga pengantin. Semuanya bersorak bahagia, Elmira dan Mirda mulai melempar bunga tapi....


Bukan melemparnya, tapi Mirda berjalan keujung pelaminan menghampiri Husain yang tengah bersiap memegang sebuah cincin dalam wadah berbentuk hati. Sedangkan Alan mulai memainkan piano. Setelah mendapatkan bunganya, Husain berjalan menghampiri Alana. Tentu saja dengan lampu yang menyoroti keduanya.


Mungkin sudah saatnya..


Kan ku akhiri masa kesendirian..


Terimalah diriku..


Mungkin saat ini..


Ku akan melepas masa lajangku..


Kan ku persunting dirimu..


Jadilah pasanganku..


Dan hidup menua bersamaku..


Terimalah cintaku..


Alana menutup mulutnya tak percaya, ketika melihat Husain berlutut dihadapannya dan membuka wadah cincin berbentuk hati itu.


"Ariella Alana Putri Maulani, sudah sejak kecil kita bersama-sama dan melewati masa indah kita bersama sebagai seorang sahabat. Tapi kali ini aku berada disini bukan sebagai seorang sahabat, tapi sebagai seorang yang mencintaimu. Biarlah orang mengatakan jika aku gak bermodal, melamarmu diacara Kakakku. Tapi hari ini seluruh keluargaku berkumpul disini, dan mereka yang akan menjadi saksi betapa aku sangat mencintaimu. Ariella Alana Putri Maulani, will you marry me?" tanya Husain sambil memberikan bunga itu.


Semua orang bersorak sorai, tak disangka jika Husain akan melamar Alana. Bahkan Baba Jafran dan Ummi Ulil sampai menitikkan airmatanya, terlebih ketika Alana mengatakan...


"Yes, I will!" ucap Alana lalu memeluk Husain dengan erat. Dengan segera Husain memakaikan cincin dijari manis Alana.


Tepuk tangan semua orang membuat kebahagiaan keluarga mereka semakin lengkap. Baba Jafran berhambur memeluk Husain, bahkan sampai mencium pipinya.


"Alhamdulillah, kebagian mantu calon bupati!" celetuk Baba Jafran mencium pipi Husain.


"Ish! Baba nakal, maen kecap kecup aja! Aku aja belum nyicipin," kesal Alana.


"Heh anak gadis kaga ada jual mahalnya lu, Neng! Anak siapa sih?" kesal Baba Jafran.


"Anak elu lah, Ba! Emangnya Ummi bisa ngadonin sendiri apa?! Kamu juga Teh, meni ga ada imut-imutnya atuh udah dilamar teh!" ucap Ummi Ulil mencubit pipi Alana.


Alan turun dari panggung, tentu saja masih dengan microphone ditangannya.

__ADS_1


"Para hadirin yang terhormat, maaf nih ya! Saya disini ingin memberikan pantun untuk kekasih hati saya yang sedang makan es krim cup besar dipojokan sana," ucap Alan sambil meminta lampu sorot mengarah pada Theresia.


Sambil tersenyum, Alan berjalan menghampiri Theresia yang mulai mati gaya.


"Rere sayang! Jalanan lagi lancar, itu adalah sebuah berkah. Aku bukan nyari pacar, tapi nyari yang mau diajak nikah," ucap Alan membuat mereka bersorak.


"Ayam goreng setengah mateng, belinya di depan tugu. Aa Alan sayang yang paling ganteng, neng Rere di sini setia menunggu," jawab Theresia sambil tersenyum.


"Mencari rezeki cari yang berkah, biar damai dalam hidupnya. Jika memang kita akan  menikah, sudah kusediakan mas kawinnya," ucap Alan membuat wajah Theresia semakin memerah.


"Mencari bunga di tengah taman, terlihat mawar ku ambil saja. Wahai Aa yang gagah dan tampan, Neng siap dilamar kapan pun saja," jawab Theresia menahan malu.


Alan dan Theresia kini sudah berhadapan, sama seperti Husain dia berlutut dihadapan sang kekasih hati yang kini telah memenuhi relung hatinya.


"Pulang belanja dari Pasar Baru, tidak lupa membeli kacang. Neng cantik yang menunggu, awal bulan kita tunangan," ucap Alan sambil membuka kotak cincin berwarna merah.


"Bunga melati warnanya putih, tertiup angin dibasuh hujan. Kalo Aamenaruh kasih, baiknya kita langsung kita ke pelaminan," ucap Theresia membuat Alan bersorak bahagia.


"Gasskeuuunnn kuuyyyy!! Babaaa, Ummi, Aa mau kawiiiiinnnnn!!!" teriak Alan membuat mereka semua tertawa sambil bertepuk tangan.


Memang sudah dasar keturunan keluarga somplak, Baba Jafran malah ikut bersorak sorai bahagia. Hingga membuat Alana dan sang Ummi menutup wajahnya malu.


"Wuhuuuu! Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, dapet mantu dua euy!" antusias Baba Jafran sambil memeluk sang istri.


Alan segera memeluk erat Theresia, bahkan menggendong dan memutar-mutarkan tubuhnya. Saking bahagianya, dia tidak menyadari bahwa pesta belum selesai.


"Sayang! Gak modal banget ya punya adik tuh, masa ngelamar diacara nikahan kita, numpang romantis doang!" kesal Elmira sambil merengek pada suaminya.


"Kamu panggil Abang apa barusan?" spechless Mirda ketika mendengar Elmira memanggilnya dengan kata sayang.


"Iihh... Gak ada siaran ulang, Abang nyebelin!" rengek Elmira.


"Sayang, jangan ngerengek terus dong! Nanti malem aja manjanya sama Abang," ucap Mirda membuat Elmira seketika terdiam mematung dan mengingat kata-kata Afifah semalam.


Kini pesta pernikahan Elmira dan Mirda sudah benar-benar selesai, seluruh keluarga sudah kembali ke rumah Ayah Fahri. Besok mereka akan pergi bersama-sama ke Bogor, untuk mengadakan acara syukuran di Hotel milik keluarga mereka sekaligus honeymoon bagi sang pengantin baru. Elmira dan Mirda duduk canggung didalam kamar, mereka baru saja melaksanakan sholat isya berjama'ah berdua. Jantung Elmira berdegup kencang, dia merasa sangat gugup. Begitupun juga dengan Mirda.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu membuat keduanya menjadi salah tingkah.


"Biar Abang aja yang buka, kamu lagi gak pake jilbab," ucap Mirda dan Elmira menurut.


"Maaf ganggu nih, Bang! Tapi Sweta gak mau berhenti nangis, mau dianterin kesini tapi Bunda gak ngijinin. Abang ikut kita aja ya," bujuk Alan dan Husain.


"Oke tunggu sebentar!" ucap Mirda lalu masuk kedalam kamar.


"Siapa Bang?" tanya Elmira pada suaminya itu.


"Alan sama Husain, katanya Sweta rewel dari tadi. Abang kebawah dulu," ucap Mirda sambil mengecup kening Elmira lalu pergi keluar kamar.


"Haaah? Sweta bukannya dibawa Afifah sama Bang Rian ya!" gumam Elmira kemudian membaringkan tubuhnya yang sudah sangat lelah.


* * * * *


Sukaa gaakkkkk???


Maaf yaa kalo gaak seruuu hehehe....


Othor agak sibuk! Maaf ya ✌


Jadi UP nya di jam KUNTI 🤭🙈😝✌


Semoga suka dengan ceritanya...


Jangan lupa loh buat Like, Komen, Vote dan Favorite 🥰🙏🥰


Dukung Author terus ya!


Salam Rindu, Author ❤

__ADS_1


__ADS_2