
Siang hari ini rumah Fahri terasa ramai, pasalnya Ibu-ibu Persit datang silih berganti untuk menjengkuk Baby Dira. Setelah dua hari dirawat, kini Gisya dan Dira sudah diperbolehkan pulang. Ditengah keramaian, Fahri terus menatap Elmira. Dia terus memikirkan bagaimana nasib Elmira kedepannya. Sebagai seorang sahabat sekaligus sebagai keluarga, Jafran dan Zaydan merasa kasihan melihatnya.
Jafran perlahan ingin menemui Fahri, namun Zaydan menahannya.
"Biarkan seperti itu dulu, Ba. Kalo kita samperin sekarang dia pasti marah." ucap Zaydan.
"Iya juga ya! Biasanya orang kalo lagi banyak pikiran, mode senggol bacoknya itu on. Menurut kamu, keputusan apa yang akan si Ayah ambil?" tanya Jafran.
"Apa Baba keberatan kalo Elmira ikut ke Singapore?" ucap Zaydan yang balik bertanya.
"Wush! Ya enggaklah! Dengan senang hati kalo Elmira mau tinggal sama kami di Singapore." ucap Jafran dengan senyuman diwajahnya.
Memang saat ini mereka sedang memikirkan Elmira. Mengingat keluarga dari Ayah kandungnya kini masih mengincarnya. Meskipun Fahri sudah mengatakan jika Elmira telah tiada. Tidak sengaja, Elmira mendengar percakapan Papa dan Babanya itu. Dia melihat ke arah sang Ayah yang kini sedang menatapnya dengan penuh kesedihan.
Gadis kecil itu perlahan menghampiri sang Ayah, Fahri menatap manik mata putrinya itu.
"Kenapa Ka? Kaka mau makan? Atau mau apa sayang?" tanya Fahri sambil mengusap pipi putrinya itu. Elmira tersenyum dan balik mengusap pipi Ayahnya.
"Ayah sedih ya? Jangan sedih, Ayah. Kakak sayang Ayah." ucap Elmira yang membuat Fahri tidak bisa menahan airmatanya lagi.
Fahri berhambur memeluk putrinya itu, dia terus mendekap erat Elmira.
"Kakak anak Ayah, sampai kapanpun Kakak itu anak Ayah dan Bunda. Gak ada satu pun orang yang bisa ambil Kakak dari kami." lirih Fahri memeluk Elmira.
"Kakak emang anak kita, Ayah. Gak ada satupun yang bisa mencelakai anak Bunda. Segalanya akan Bunda lakukan demi keselamatan Kakak." ucap Gisya yang menghampiri mereka dengan menuntun Husain dan menggendong Dira.
Suasana tiba-tiba mengharu biru, Bunda Syifa menitikkan airmatanya melihat anak, cucu dan menantunya saling memeluk seolah tak ingin terpisahkan.
"Yaa Allah, ujian apalagi yang Engkau berikan terhadap putri dan menantuku. Berikanlah jalan keluar yang terbaik untuk mereka, Yaa Rabbku." batin Bunda Syifa.
Semakin sore, para Ibu-ibu Persit semakin banyak yang datang. Termasuk Bu DanYon dan Ibu-ibu Persit lainnya yang baru saja pulang bekerja.
"Mohon ijin Bu Danki, maaf kami baru bisa menjenguk Baby Dira. Kami baru pulang bekerja, semoga Baby Dira menjadi anak yang soleha dan berbakti terhadap kedua orangtuanya." ucap Bu Rama sambil memberikan kado untuk Baby Dira.
"MashaAllah, Jazakallahu Bu Rama. Aamiin allahumma aamiin, terimakasih atas segala do'a baiknya. Maaf sudah merepotkan." ucap Gisya.
"Ini kami juga ada sedikit rezeki untuk Baby Dira, semoga bisa bermanfaat untuk Baby Dira kedepannya." ucap Bu Danyon sambil memberikan amplop dan sebuah stroller.
"Ijin Bu, maaf sudah merepotkan. Dan terimakasih sudah berkenan menengok putri kami. Semoga Allah mengganti setiap kebaikan Ibu dengan kebaikan lainnya." ucap Gisya.
Setelah cukup lama berbincang-bincang, mereka berpamitan. Fahri bisa melihat jika istrinya itu cukup kelelahan dengan banyaknya tamu yang datang.
"Bunda istirahat dulu, Ayah gak mau Bunda kelelahan." ucap Fahri menuntun istrinya.
"Iya sayang, Bunda pusing banget ini. Anak-anak kemana Yah? Kok sepi." tanya Gisya.
"Anak-anak lagi dibawa Baba sama Papanya jalan-jalan, tadi mereka ngerengek terus pengen jajan ice cream." jawab Fahri sambil mendudukkan istrinya ditepi ranjang.
"Keputusan apa yang akan Ayah ambil untuk Elmira?" lirih Gisya menatap suaminya.
"Bunda istirahat dulu, Ayah kasih tau nanti." ucap Fahri membaringkan istrinya dan mencium keningnya lama.
Sementara itu, Jafran dan Zaydan kini sedang membawa anak-anak jalan sore. Tentu saja ditemani oleh kedua Ibu negara mereka. Yuliana dan Febri mengajak anak-anak untuk bermain di Time Zone. Saat para laki-laki menjaga anak-anak, mereka memilih untuk membeli cemilan dan berbincang santai.
"Biw, aku kasian banget sama si Caca. Selalu aja ada cobaan yang menimpa dia, kasian juga Elmira. Aku rasa dia dewasa sebelum waktunya, Elmira bener-bener udah memahami kondisi kedua orangtuanya." lirih Yuliana.
"Iya, Lil. Aku juga kasian sama mereka, tapi kalo Elmira terus disamping mereka bisa berbahaya juga. Kemaren aja kalo gak ada warga, aku gak tau apa yang bakalan terjadi sama anak-anak." ucap Febri mengingat kejadian yang kemarin menimpanya.
Zaydan yang sedang mengasuh anak-anak merasa aneh, instingnya sebagai seorang Tentara merasa jika ada yang mengawasi mereka. Zaydan menatap Elmira, Cyra dan Alana yang sedang bermain perosotan. Dia segera membawa anak-anak itu pergi dari sana.
"Ba! Bawa anak-anak cepetan!" tegas Fahri yang membuat Jafran tersentak kaget.
"Ada apa sih Idan! Kamu bikin anak-anak takut!" kesal Fahri.
"Awaaaaasssss!!!" teriak Zaydan ketika melihat seseorang menodongkan senjata pada Elmira.
__ADS_1
Doorrrr!!! Dorrrr!!!!
Suasana tiba-tiba mencekam, para pengunjung saling menjerit histeris. Zaydan segera melindungi anak-anak ditengah para pengunjung yang saling berlarian. Yuliana dan Febri segera membawa Cyra, Alana, Husain dan Alan. Sedangkan Zaydan mengamankan Elmira dan Jafran menggendongnya. Para petugas keamanan sudah melapor pada pihak yang berwajib. Ketika Febri dan Yuliana akan keluar, mereka dihadang oleh beberapa orang.
Yuliana memang bisa bela diri, hanya saja dia terlalu gugup untuk menghadapi empat orang sekaligus. Dia menyuruh Febri untuk mundur dan melindungi anak-anak.
"Mundur Biw! Lindungi anak-anak!" pinta Yuliana pada Febri.
"Awas Lil! Hati-hati!" teriak Febri ketika melihat mereka sudah terkepung.
"Sok kadieu siah! Wani maju hiji-hiji! Ulah keroyokan jiga bencong!" ucap Yuliana dengan bahasa Sunda yang membuat mereka saling menatap.
"Dasar perempuan gila!" ucap salah satu dari mereka lalu menyerang Yuliana.
Bugh!!! Bugh!! Bugh!!
Yuliana menghajar dua orang hingga mereka terkapar.
"Sok kadieu siah maju deui! Teu nyaho urang turunan Tadjimalela!" ucap Yuliana.
"Katakan dimana anak itu?!" ucap mereka pada Yuliana.
"Anak yang mana? Mereka berempat itu anak-anakku! Apa yang kalian mau dari anak-anak itu?! Cihhhh!!" ucap Yuliana sambil meludah kearah mereka.
Tanpa disadari, orang yang terkapar tadi menarik jilbab Yuliana hingga dia terjatuh. Febri menjerit ketika melihat Yuliana di cekik oleh salah satu penjahat itu.
"Toloooongggggg!!!" teriak Febri yang membuat mereka mengalihkan pandangannya.
Anak-anak menangis histeris, mereka semua sangat ketakutan. Febri terus memeluk erat keempatnya. Hingga suara tembakan dan pukulan terdengar kembali.
Doooorrrr!!! Bughhh!! Bugghhh!!
"Berani-beraninya kalian melukai anak-anakku!" geram Fahri yang melayangkan pukulan bertubi-tubi pada mereka.
"Bangsaaatttt!! Berani kamu mencekik istriku!! Rasakann BOM alami dariku!!" ucap Jafran sambil menduduki wajah penjahat yang mencekik Yuliana.
Jafran memberikan kentut yang luar biasa semerbak harum mewangi diwajah penjahat itu, hingga penjahat tersebut mual-mual.
"Rasakeun tah koplaak!! Mabok-mabok siah maneh!!" ucap Jafran sambil menjambaknya.
"Baba! Leher Ummi sakit!" lirih Yuliana sambil memegang lehernya.
"Yaa Allah sayangnya Baba! Liat aja nih Baba bales, Mi." ucap Jafran sambil mencekik penjahat itu.
"Aam--ampuunnn." lirih penjahat tersebut.
"Gak ada kata ampun!" geram Jafran lalu menghajarnya.
Sementara disisi lain, Zaydan sedang mengamankan Elmira. Dia meminta Jafran untuk melindungi istri mereka, ketika mendengar suara teriakan istrinya itu. Zaydan yang melihat Fahri bersama Polisi tiba, merasa sedikit lega.
"Papa, tangan Kaka sakit." lirih Elmira sambil memperlihatkan kedua tangannya.
"Sabar ya, sayang. Kita tunggu Ayah disini sebentar." ucap Zaydan.
Bugh!! Bugh!! Bugh!!
Tanpa Zaydan sadari, seseorang sudah berada dibelakang mereka dan menghajar Zaydan habis-habisan. Elmira dibawa oleh mereka, Zaydan terkapar karena tidak sempat untuk melawan. Dalam sisa tenaganya, dia terus memanggil Elmira.
"El-elmira." lirih Zaydan lalu tak sadarkan diri.
"Papaaaa!! Papaaa!! Tolong Kakak!! Baba!! Ayah!!" teriak Elmira.
Entah sejak kapan Chandra tiba disana, dia bergegas mencari Elmira. Dan dia mendengar teriakan Elmira. Dengan segara Chandra mengejar mereka.
Dorrrr!!
__ADS_1
Chandra menembak kaki pelaku, hingga dia tersungkur. Dan Elmira pun jatuh bersamanya.
"Jangan mendekat!! Atauu dia akan mati!" ucap penjahat itu sambil menodongkan pisau pada leher Elmira.
"Stop! Jangan lakukan apapun pada Elmira!" ucap Chandra dengan penuh Emosi.
"Elmira? Bukankah dia Quera?" tanya penjahat itu.
"Hahahaha!! Rupanya kalian salah sasaran, Quera sudah mati! Dia adalah Elmira, putri dari Kapten Fahri!" ucap Chandra mencoba mengelabui mereka.
"Ti-tidak mungkin!" sahut penjahat itu tak percaya.
Perlahan Chandra mendekat, dia segera menghajar penjahat itu dan melepaskan Elmira dari tangan penjahat itu. Elmira terus menangis histeris, kini bajunya sudah dipenuhi oleh darah dari penjahat tersebut. Mendengar suara tangisan putrinya, Fahri segera menghampiri mereka. Dia membawa Elmira keluar dari sana. Sedangkan Febri, Yuliana dan juga Jafran sudah terlebih dahulu membawa anak-anak pulang.
Polisi membawa semua pelaku, kejadian tersebut masuk kedalam berita utama. Hingga membuat semua keluarga Gisya dan Fahri tersentak kaget. Begitupun para Ibu-ibu Persit, mereka segera berkumpul dikediaman Gisya. Saat menemani istrinya tadi, Fahri mendapat pesan dari Zaydan jika mereka diserang oleh beberapa orang. Akhirnya Fahri menelepon Polisi dan membawa beberapa anak buahnya kesana. Gisya yang mengetahui hal itu, sontak tak bisa lagi menahan tangisnya. Terlebih ketika melihat kedatangan sahabat-sahabatnya. Dia melihat Yuliana terluka oleh pukulan, begitupun Jafran.
Gisya memeluk keduanya dan menangis dengan tersedu-sedu. Bu Rama segera menghampiri Gisya dan membopongnya.
"Gimana Elmira? Apa dia baik-baik aja?" ucap Gisya terisak.
"Kita gak tau, Ca." lirih Yuliana. "Tadi kita cuman amanin anak-anak aja!" sesalnya.
"Yaa Allah, Lil. Mereka gak apa-apa kan?" lirih Gisya dengan tubuh yang melemah.
"Mereka dimobil, gak mau keluar karena takut banyak orang. Kamu gak apa-apa kan, Ca?" tanya Yuliana sambil memegangi Gisya.
Bruukk!
Tubuh Gisya ambruk, dia pingsan. Fahri baru saja datang bersama Elmira dan juga Chandra. Dengan sigap Fahri memberikan Elmira pada Chandra dan membawa istrinya kedalam rumah. Elmira terus menangis dalam dekapan Chandra.
"Jangan menangis princess, Om akan selalu melindungi kamu." ucap Chandra.
"Tangan Kakak sakit, Om." lirih Elmira sambil memperlihatkan kedua tangannya.
"Ijin Komandan! Biar Bu Sarah obati segera!" ucap Hagum.
"Panggilkan Bu Sarah!" pinta Chandra.
Elmira sudah diobati oleh Bu Sarah, Gisya juga sudah sadar dan langsung memeluk erat putrinya itu. Begitupun Zaydan yang baru saja tiba dibopong oleh Bayu. Febri segera berhambur memeluk suaminya itu.
"Jangan nangis, Ma. Yang penting kamu sama anak-anak aman. Kakak maafin Papa ya, Nak. Papa gak bisa jagain Kakak." ucap Zaydan menatap Elmira.
"Papa baik, makasih udah jagain Kakak." lirih Elmira.
Fahri merasa jika ini adalah waktu yang tepat untuk memberitahu keputusannya.
"Aku ingin bicara mengenai keputusanku untuk menyelamatkan Elmira." ucap Fahri membuat suasana menjadi sangat tegang. Dia menatap putri kecilnya itu, dan mengusap pipinya.
"Untuk sementara, Kakak akan tinggal bersama Nenek dan Kakek serta Om Bian. Kakak akan jauh lebih aman bersama mereka. Karena Kakek dan Nenek tinggal dilingkungan Militer. Maafin Ayah, Ayah cuman gak mau Kakak terus-terusan terluka sayang." lirih Fahri yang sudah tak kuasa menahan airmatanya.
"Ini buat keselamatan Kakak, Bunda gak mau jauh dari Kakak. Tapi Bunda juga gak mau Kakak terus-terusan disakiti oleh orang-orang jahat." ucap Gisya sambil menangis tersedu-sedu.
Elmira menghapus airmata kedua orangtuanya dengan tangan yang berbalut perban.
"Ayah sama Bunda jangan nangis. Kakak jadi ikut sedih." ucap Elmira terisak.
"Ijinkan saya menjaga Elmira." ucap Chandra hingga semua orang menatap kearahnya.
* * * * *
Kira-kira apa yang bakalan terjadi selanjutnyaa??
Semoga suka dengan ceritanya...
Jangan lupa loh buat Like, Komen, Vote dan Favorite 🥰🙏🥰
__ADS_1
Dukung Author terus ya!
Salam Rindu, Author ❤