
Setelah kembalinya dari Jogja, Gisya disibukkan dengan pernikahan adik dan sahabatnya. Pernikahan Syauqi dan Febri hanya berbeda 1 hari, maka dari itu Gisya dan Yuliana sangat sibuk mempersiapkan segalanya. Untung saja, acara dilaksanakan ditempat yang sama. Yaitu disalah satu Hotel di Kota Bandung.
"Malik! Tolong ya, itu anak-anak tuyul di awasin. Kalo sampe ilang berabe." ucap Jafran.
"Ye situ kan bapaknya! Lagian penganten suruh jagain anak, kesel banget dah! Emang emaknya pada kemana sih?" Kesal Syauqi.
"Kan emak-emak pada rempong ngurusin kawinan situ! Jadi mohon kerjasamanya ya, Om Uqi." ucap Jafran sambil menggendong Alana.
Gisya dan Yuliana sedang membuat kue untuk hantaran pernikahan Syauqi. Sementara Febri sudah berada di Hotel, karena dia memang harus menemani Syaina dan mempersiapkan pernikahannya. Fahri yang baru saja pulang dinas langsung menghampiri istrinya. Karena Gisya memesan rujak serut pada suaminya itu.
"Sayang, ini Ayah bawain rujak serutnya." Ucap Fahri sambil mengecup pipi istrinya.
"Akhirnyaaaa! Makasih ya sayang." ujar Gisya memeluk suaminya.
"Heh! Dari dulu aku dianggap ghaib muluk, kalo mau maen sosor-sosoran di kamar sonoh!" Kesal Yuliana pada kedua sejoli itu.
"Abang heran, gak bini gak lakinya sama-sama ngeselin!" Bisik Fahri.
Sepanjang malam Syauqi terus menghafalkan ijab kabul, tak jarang dia diledek oleh kakak-kakaknya. Hingga pagi ini, Syauqi sedang dalam perjalanan menuju hotel. Dia begitu gugup. Sang Bunda menggenggam erat tangannya.
"Semua akan berjalan lancar, Nak. Bismillah, ya." ucap Bunda Syifa.
"InshaAllah, Bun. Do'akan Uqi ya, semoga semua dilancarkan." pinta Syauqi pada Bundanya.
Sementara di Hotel, Febri sedang menemani Syaina yang masih di rias. Karena keluarga Syaina yang hadir tidaklah banyak, maka Febri dengan setia menemani Syaina.
"Teh Ebiw, kok Ina deg-degan gini ya. Tangan Ina sampe dingin ini." ucap Syaina.
"Bismillah Ina, semuanya akan dilancarkan sama Allah. Tuh kayaknya rombongan udah dateng semua!" ucap Febri penuh antusias.
Seperti biasa, Acara dimulai dengan sambutan-sambutan dan Upacara adat. Syauqi sudah berhadapan dengan Ayah Syaina.
__ADS_1
"Ananda Muhammad Syauqi Malik, aku nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandungku Syaina Anjani binti Candra dengan mas kawin seperangkat alat solat beserta emas 25 gram dibayar tunaii!" ucap Pak Candra.
"Saya terima nikah dan kawinnya Syaina Anjani binti Candra dengan mas kawin tersebut dibayar Tunaiii!!" ucap Syauqi dengan satu tarikan nafas.
"SAHHHHHH!!!"
Setelah kata SAH riuh terdengar, Syaina turun didampingi oleh Febri dan Ibu sambungnya. Syauqi bahkan tidak berkedip melihat sang kekasih yang kini sudah sah menjadi istrinya. Sudah hampir 3 tahun ini, Syaina setia mendampingi Syauqi. Dia mencium tangan suaminya itu, dan Syauqi mencium kening istrinya.
"Akhirnya, kamulah pelabuhan terakhirku. Terimakasih sudah bersedia menunggu dan memegang teguh kesetiaanmu untukku." ucap Syauqi.
"Hanya Aa yang mampu meruntuhkan benteng pertahanan hatiku, maka akan aku jaga cinta dan kesetiaanku hanya untukmu, A Syauqi." tutur Syaina.
Syauqi dan Syaina melaksanakan upacara Pedang Pora, acara yang hampir sama dengan yang dilakukan Gisya dan Fahri dulu. Setelah acara Pedang Pora selesai, diteruskan dengan acara sungkeman yang mampu membuat suasana semakin haru, Gisya memeluk erat adik dan adik iparnya itu.
"Selamat menempuh hidup baru, adik Teteh tersayang. Do'a terbaik akan selalu Teteh panjatkan untuk kalian. Sekarang Uqi sudah menjadi seorang suami, tanggung jawabmu semakin besar. Jadilah suami yang menyayangi keluarga. Dan Ina sudah menjadi istri Uqi, maka patuhilah suamimu. Jagalah hati kalian dan rumah tangga kalian. Teteh titipkan Bunda pada kalian berdua." ucap Gisya dengan derai airmata.
"InshaAllah Ina akan menjaga Bunda dengan baik, terimakasih Teteh dan keluarga mau menerima Ina." ucap Syaina.
"Udah lama kita gak bobok bareng kaya gini, semoga besok acara pernikahan kamu dilancarkan oleh Allah, Biw." ucap Gisya memeluk Febri.
"Iya nih! Sekalinya bobok bareng, mungkin ini yang terakhir. Kita bakalan pisah, kalian di Jogja dan aku ke Singapura." lirih Yuliana.
"Sejauh apapun jarak, kita harus tetap berkomunikasi ya! Sampe kapanpun kita akan selalu bersahabat, sampe anak-anak bahkan cucu-cucu kita nantinya." ucap Febri.
Memang Gisya akan pindah ke Jogjakarta, mengikuti suaminya yang dipindah tugaskan. Kebetulan Zaydan dan Fahri dipindahkan ke Batalyon yang sama. Maka dari itu, Febri dan Gisya akan tinggal berdekatan. Sedangkan Yuliana akan pindah ke Singapura, karena Jafran baru saja pindah maskapai ke Singapore Airlines. Mereka menghabiskan malam itu bersama-sama, hingga tak terasa pagi pun sudah menyambut.
Febri dengan gugup duduk menatap layar pada tempat riasnya, dia sedang menyaksikan Zaydan yang akan mengucapkan ijab kabul. Zaydan tampak gagah dengan pakaian adat Sunda, dan Febri tampak cantik dengan hijab serta siger yang bertahta dikepalanya.
"Saya terima nikah dan kawinnya Nursyifa Febriani binti Abdul dengan mas kawin seperangkat alat sholat serta emas putih 50 gram dibayar Tunai!!" ucap Zaydan lantang.
"SAHHHH!!" ucap para saksi dan seluruh tamu undangan.
__ADS_1
Gisya dan Yuliana memeluk erat Febri, airmata yang sejak tadi tertahan sudah tak bisa dibendung lagi. Sungguh kebahagiaan bagi mereka semua melihat Febri menikah.
"Udah jangan nangis, kamu udah harus keluar! Nanti make up kamu rusak." ucap Yuliana sambil mengusap airmata Febri.
"Tarik nafas pelan-pelan, selamat ya Biw. Kamu udah SAH jadi istri Mas Zaydan, kamu harus bahagia." ucap Gisya dan Febri mengangguk.
Pihak WO sudah memanggil Febri untuk menuju tempat akad. Febri didampingi oleh Yuliana beserta Gisya, anak-anak berjejer didepan menaburkan bunga mawar merah. Cyra tampak cantik dengan gaun putih yang digunakannya. Dia selalu menebarkan senyuman pada setiap orang. Yuliana dan Gisya terlihat lebih anggun, terlebih Gisya dengan perutnya yang mulai membuncit menambah aura kecantikannya.
Kini Febri sudah berhadapan dengan Zaydan. Dia mencium tangan Zaydan yang saat ini sudah berstatus sebagai suaminya. Lalu Zaydan mencium keningnya dan melafalkan do'a di ubun-ubun Febri. Ketika Febri mendongak, yang dia lihat adalah wajah Andi. Seketika Febri memejamkan matanya dan menggenggam erat tangan Zaydan.
"Aku adalah suamimu, aku yang akan menjadi pemilik hatimu. Ikhlaskan semuanya, mari kita bangun rumah tangga kita dengan baik." ucap Zaydan.
"Aku mencintaimu, Mas Zaydan." ucap Febri lalu membuka matanya.
Zaydan sangat bahagia mendengar kata cinta yang diucapkan oleh Febri, tanpa sadar dia memeluk Febri dengan eratnya dihadapan semua orang.
"Wah kacau nih si Idan! Woooyy tamu pada nunggu, jangan dulu nyosor!" teriak Jafran yang mendapat cubitan dari istrinya.
"Baba mah ngerusak suasana banget!" kesal Yuliana.
Febri dan Zaydan melepaskan pelukannya, mereka menatap kearah gadis kecil yang saat ini sedang berdiri bersama Utinya. Cyra menangis melihat kedua orangtuanya berpelukan tanpanya. Zaydan lalu menggendong Cyra, sambil mendapatkan ucapan dari para tamu. Dan dia tidak mempermasalahkan hal itu, semua orang sudah tau jika ini bukan pernikahan mereka yang pertama.
* * * * * *
Maaf ya kalo ceritanya ngebosenin atau gak sesuai ekspektasi kalian..
Jangan Bully Author please 🙏🥺😭
Karena buat nulis itu butuh berfikir..
Dukung Author terus yaa ❤
__ADS_1
Salam Rindu, Author ❤