Menanti Cinta Sang Abdi Negara

Menanti Cinta Sang Abdi Negara
S2 | Kebahagiaan


__ADS_3

Lembaran baru dalam kehidupan Alan dan Cyra sudah dimulai, pada akhirnya cinta yang selama ini terpendam telah berlabuh. Cyra telah menjadi Ibu yang baik bagi Alesia. Hari-hari mereka lalui dengan penuh kebahagiaan. Hingga kini usia Alesia sudah 6 bulan.


Alan dan Cyra tak lagi menempati rumah bersama Theresia dulu, laki-laki itu telah membeli sebuah rumah baru yang tak jauh dari tempat Ummi Ulil.


"By, pulang golf anter Ibun beli keperluan Ale ya. Pampers sama susu nya abis, terus persiapan makan Ale, sekalian Ibun mau belanja bulanan!"


Alan mengangguk dan membelai rambut sang istri yang tak tertutup hijab, "Apapun yang Ibun mau, pasti Aby berikan!" jawab Alan disertai gombalan.


"Ckck! Gombal aja terus, udah sana berangkat By! Pasti Baba sama Papa udah nunggu!" Cyra mendorong tubuh sang suami untuk keluar dari kamar.


"Cium dulu dong, masa Aby berangkat tanpa asupan energi!" Alan melangkah dan memberikan kecupan pada kening, kedua pipi dan yang terakhir pada bibir sang istri.


Bruk!


Keduanya menoleh kearah suara terjatuh, rupanya Ummi Ulil tengah menggendong Alesia yang tertidur. Alan mencebik kesal melihat ekspresi wajah Ummi nya itu.


"Ummi ngapain bengong disana? Emang belum pernah liat orang ciuman? Minta sama Baba sana, malah ngintip anak menantu!" kesalnya.


Mendengar ucapan putranya itu, Ummi Ulil segera menghampiri keduanya. Dia memberikan Ale pada menantunya. "Kamu masuk, bawa Ale sekalian! Tutup pintunya rapat-rapat, kalo perlu pakein headset ditelinga Ale!"


Cyra mengangguk dan menurut, sedangkan Alan susah payah menelan ludahnya. Dia berjalan mengendap-endap mundur saat sang Ummi memberikan titahnya pada istrinya. Dan.....


"Mauuuuulllllll.... Jangan kabur lu! Sini gak luu! Anak durjanah, anak pinter, anak kayaaaa....! Balik sini kaga lu! Gue sumpahin lu punya anak tigaaaaa! Biar tau pusing nya gueeeee!!!" teriakan Ummi Ulil menggema.


Aksi kejar-kejaran antara Ibu dan anak itu tak dapat terelakkan. Hingga sebuah sendal tepat melayang pada dahi sang Ummi.


Plaaakkk!


"Alamak! Salah sasaran! Matiii akuu....!" pekik Baba Jafran yang kaget.


"Babaaaaa.......!!!!" teriak Ummi Ulil.


Baba Jafran dan Alan segera masuk kedalam mobil Papa Zaydan. Nafas keduanya memburu, "Yang bener aja, Ba! Punya bini galak amat, Alan sih ogah!"


Ucapan Alan membuat sebuah toyoran mendarat dikepalanya, "Kurang asem! Bini gue itu Emak elu, suka pinter emang! Lagian, Ummi lu tuh kalo marah malah seksii!" pikiran Baba Jafran melayang membayangkan sang istri.


"Jangan harap setelah kejadian begini pabrik masih dibuka!" celetuk Papa Zaydan bagaikan kilatan petir dalam lamunan Baba Jafran.

__ADS_1


"Gara-gara si Alan sih! Ngeselin banget lu, kalo tadi lu kaga ngehindar itu sendal gak akan mendarat mulus di jidat Ummi lu!" kesal Baba Jafran menjambak-jambak rambut Alan.


* * *


Semua orang kini tengah menikmati kehidupan baru mereka, Mirda sudah ditetapkan bertugas di Palembang. Hingga Elmira akan menetap disana, menjalani kehidupannya dan menikmati perannya menjadi Ibu dari dua orang anak, lebih tepatnya tiga. Sebab yang ketiga masih dalam perutnya.


"Bubu, tata weta mana? Nda ngkut cini?" tanya Ibam yang mencari keberadaan sang Kakak.


Elmira mengusap lembut rambut putranya itu, "Kaka Sweta lagi temenin dedeknya Ompa sama Mama Dira. Sekarang Abang Ibam makan dulu ibak dulu sama Bubu, terus makan ya! Kalo sudah semua, baru kita main, oke?"


"Ote! Tapi Abang au ibak cama Baba!" rengeknya.


"Baba nya lagi angkat-angkat lemari sayang, besok ya ibak sama Baba nya. Sekarang ibak nya sama Bubu dulu, sama dedek di perut. Mau kaan? Nanti dedeknya sedih loh," rayu Elmira.


Bocah kecil itu mengangguk, lalu menuntun tangan sang Ibu menuju kamar mandi. Keluarga besar Bunda Gisya kini tengah berada di Palembang, mereka semua menemani Elmira pindahan.


Bunda Gisya dan Ayah Fahri tak lupa menengok sang adik, Fabian. Mereka mampir di rumah yang selama ini di tempati Mama Risma dan Papa Hari. "Bang, nanti ajak anak-anak mampir ke makam Papa sama Mama ya!"


Ayah Fahri mengangguk mengiyakan, "Besok kita ziarah ke makam Mama sama Papa. Untuk hari ini, Abang mau kita menginap disini. Anggap aja kita juga lagi bulan madu!" bisik Ayah Fahri.


Cubitan mendarat mulus di lengan yang kini tak lagi kokoh seperti dulu, "Abang ini udah tua! Masih aja mikirin produksi, cucu aja udah banyak sekarang!" ucap Bunda Gisya terkekeh.


"Dek, pertemuan tak terduga kita, pengkhianatan yang kita terima. Sekarang berbuah menjadi hasil yang baik, keluarga kita semakin besar. Kita punya anak-anak dan cucu-cucu yang lucu dan menggemaskan. Abang tidak pernah membayangkan akan hidup bersamamu sampai detik ini. Abang mencintaimu, Gisya!"


Bunda Gisya tak dapat lagi menahan rasa harunya, dia berbalik dan menempatkan kapalanya di dada sang suami lalu mengelus dada itu perlahan. "Abang, apa pernah Abang berfikir bagaimana perasaan Adek dulu? Adek juga gak menyangka berjodoh sama Abang. Tapi Adek sangat bersyukur bisa disandingkan dengan Abang, kelak jika Adek pergi lebih dulu. Tolong jaga cinta ini ya, Bang!"


Ucapan sang istri membuat Ayah Fahri terhenyak, dia menangkup pipi sang istri lalu mengecup bibir itu perlahan. "Kalo boleh request sama Allah, Abang akan minta biarlah Abang yang lebih dulu menghadapnya. Abang tak bisa hidup tanpa kamu, Dek. Atau kalo boleh, kita pergi bersama hingga Syurga nya."


* * *


Entah bagaimana menjabarkan sebuah cinta dan kasih sayang itu. Elmira telah bahagia bersama Mirda, Husain telah bahagia bersama Alana, dan si bungsu Indira pun telah bahagia bersama Dirga. Keluarga Ayah Fahri dan Bunda Gisya begitu sempurna, kebahagiaan selalu didapatkan walaupun dengan berbagai rintangan yang menghadang.


Cyra dan Alan pun bahagia, cinta yang tak sampai ternyata Allah sampaikan pada ikatan suci pernikahan. Kisah yang tak disangka-sangka dan tak pernah terduga. Bahkan ketika usia Alesia menginjak 7 tahun, kebahagiaan mereka bertambah ketika Cyra dinyatakan hamil oleh dokter.


Terkadang hal yang tak diduga oleh manusia, ternyata tak berlaku bagi Allah. 'Kun Fayakun ' maka 'Jadilah!'


Tugas manusia hanya beribadah dan taat pada perintah Allah. Teruslah memohon pada Allah dalam setiap sujudnya, maka Allah akan mengabulkan setiap hamba yang meminta padanya.

__ADS_1


Cinta sejati mendamaikan jiwa, menyalakan semangat di hati, dan membuat kita ingin jadi lebih baik lagi. Keluarga adalah tempat kita belajar kasih sayang, kejujuran, memaafkan, tertawa bersama, saling menghargai, atau sebaliknya. Itulah yang selalu Bunda Gisya dan Ayah Fahri tanamkan dalam diri anak-anaknya. Sebaik-baiknya tempat berpulang, hanyalah keluarga.


Kedua pasangan yang tak lagi muda itu kini tengah menikmati teh hangat di halaman belakang rumah mereka. "Bang, ternyata ini yang dirasain Bunda sama Mama dulu ya! Ternyata gak ada anak-anak, rumah rasanya sepi!"


Ayah Fahri mengelus kepala istrinya, "Palembang, Sukabumi, Lembang, tempat yang berbeda-beda sayang! Lagian si Abang juga pasti jenguk kita kalo weekend. Sabar ya sayang."


Tak lama kemudian terdengar suara riuh mobil berhenti di depan kediaman mereka.


"Siapa yang dateng ya? Tumben banyak banget mobil!" Bunda Gisya bertanya-tanya.


"Gak tau, mending kita liat dulu kedepan Bun!" ajak Ayah Fahri.


Belum juga mereka melangkah terdengar suara teriakan menggema.


"Omaaaaa.....! Opaaaaaa....!!"


Mata Bunda Gisya berkaca-kaca, "Masya Allah, cucu-cucu kesayangan Oma!"


Kebahagiaan orang tua, bukan hanya sekedar materi. Tapi juga perhatian dari anak, walaupun tak seberapa. Cintailah kedua orang tuamu, jika keduanya masih berpijak dilangit yang sama. Sebab rasanya akan menyakitkan, ketika kita merindukan orang dengan dunia berbeda.


* * * * *


Maaf yaa.. Rindu bakal segera tamatkan novel ini..


Maaf kalo banyak kekurangan dalam novel ini πŸ™πŸ™


Insya Allah, nanti Rindu akan buat cerita yang lain.. 😊


Cerita tentang kehidupan sehari-hari yang biasa dijalani, ❀


Tentang cinta, persahabatan dan keluarga..


Mohon dukung Rindu selalu ya ❀❀❀


Semoga suka dengan ceritanya...


Jangan lupa loh buat Like, Komen, Vote dan Favorite πŸ₯°πŸ™πŸ₯°

__ADS_1


Dukung Author terus ya!


Salam Rindu, Author ❀


__ADS_2