Menanti Cinta Sang Abdi Negara

Menanti Cinta Sang Abdi Negara
Bab 54. Ulet Pucuk Lahiran


__ADS_3

Yuliana sudah berada didalam mobil ditemani oleh Mami, Papi dan Febri, serta Zaydan yang membawa mobil. Mereka sangat khawatir, pasalnya usia kehamilan Yuliana baru berusia 7 bulan. Sementara Jafran yang pingsan diangkut oleh mobil Fahri.


"Mii, Babaa manaaa? Istrinya mau lahiran ini!" ringis Yuliana.


"Lakik kamu tuh pingsan! Bini nya mau lahiran malah pingsan!" kesal Papi Yuda.


"Dasar suamik durjanah! Awwhhh sakit Mii!" rintih Yuliana.


"Sabar, istighfar sayang." ucap Mami Lia sambil mengusap perut putrinya.


Sesampainya di Rumah Sakit, Yuliana segera dibaringkan di IGD. Dokter memeriksa kondisi Yuliana. Berhubung mereka kontrol bayi disana, maka dokter sudah memprediksi jika Yuliana akan melahirkan bayi kembar itu prematur. Sementara Jafran baru saja sadar, dia mencari keberadaan istrinya didalam mobil.


"Ulet pucukku dimana?" tanya Jafran pada Syauqi.


"Akhirnya bangun juga nih merpati! Kedalem sonoh! Bininya udah mau brojol juga!" kesal Syauqi. Jafran dengan cepat segera masuk kedalam IGD.


Dia melihat istrinya sedang terbaring diatas blankar sambil kesakitan, ditambah dengan selang oksigen yang sudah dipasang oleh dokter.


"Sayang, maafin Baba. Baba shock tadi, kamu kuat ya sayang demi bayi kita. Kamu pasti bisa berjuang sayang." ucap Jafran sambil menciumi istrinya.


"Maafin Ummi ya, Ba. Kalo Ummi ada salah, maafin Ummi. Baba harus jagain anak kita ya. Kalo ada apa-apa sama Ummi, jangan lupa bahagia Ba." lirih Yuliana.


"Ummi ngomong apa sih! Kita bakal gedein anak kita sama-sama! Istighfar, jangan ngomong kemana aja! Baba sayang sama Ummi." ucap Jafran.


"Ba, Ummi mau ketemu Caca sama Ebiw." lirih Yuliana yang sudah lemas.


Gisya dan Febri masuk kedalam IGD, mereka memberi semangat kepada Yuliana.


"Lil, kuat ya! Kamu pasti bisa ngelewatin ini semua. Kita selalu berdo'a biar twins lahir dengan sehat dan selamat. Begitupun juga ibunya." ucap Gisya mengelus kepala Yuliana.


"Iya Lil, kamu wanita tangguh! Bahkan lebih tangguh dari aku, berjuang ya Lil. InshaAllah semuanya akan baik-baik aja!" ucap Febri menggenggam tangan Yuliana.


"Aamiin, do'ain ya! Tapi kalo ada apa-apa sama aku, nitip twins yaa. Mereka anak kalian juga kan! Jangan sampe dikasih nama Mail sama Maul!" ucap Yuliana.


"Gak!! Kamu harus berjuang, kita yang bakal gedein mereka sama-sama! Please jangan ngomongin hal kaya gini!" isak Febri.


Mereka melepaskan genggaman tangan Yuliana, karena Yuliana harus segera melakukan operasi Caesar. Jafran terus menemani istrinya diruang bersalin. Tak lama kemudian terdengar suara tangisan bayi.


"Alhamdulillah, bayi pertama berjenis kelamin laki-laki. Berat badan 2.3kg panjang 48cm sehat dan sempurna." ucap Dokter saat mengangkat bayi pertama.


"Alhamdulillah sayang si Boy udah lahir!" ucap Jafran menciumi wajah istrinya.


Selang 5 menit, terdengar suara tangisan kembali. Jafran mengucap syukur atas kelahiran kedua anak kembarnya.


"Bayi kedua berjenis kelamin perempuan. Berat badan 2.1kg panjang 47cm, sehat dan sempurna. Cantik seperti ibunya." ucap dokter.


Yuliana bernafas lega bisa melahirkan kedua putra putrinya. Dia mendengar jika bayinya harus dirawat menggunakan inkubator karena prematur. Ingin rasanya dia memeluk kedua anaknya, namun dia merasa matanya ingin terpejam. Rasanya sesak dan seakan gelap.


"Bu, buka matanya!! Ibu Yuliana jangan tertidur! Pak terus ajak istri anda bicara! Jangan sampai dia menutup matanya!" pinta dokter.


"Sayang bangun! Jangan merem! Ummi bangun! Baba disini Ummi!" teriak Jafran.


Yuliana sama sekali tidak menyahut, tiba-tiba terdengar suara monitor yang berbunyi.

__ADS_1


Tiiiiiiitttttttttt!!


"Sayang bangun! Ulil bangun! Yuliana bangunnnnnn!!!" teriak Jafran.


"Tolong tenang pak! Silahkan tunggu diluar!" ucap dokter.


Dokter segera melakukan RJP pada Yuliana, sementara Jafran diseret keluar oleh perawat karena dia histeris didalam. Semuanya sangat terkejut melihat Jafran yang meraung-raung. Mereka semua berhambur memeluk Jafran, terutama Fahri. Dia mencoba menenangkan Jafran yang sangat histeris.


"Jafran! Tenanglah! Semuanya akan baik-baik aja!" bentak Fahri.


"Tenang kamu bilang, Ri! Istriku sedang berjuang antara hidup dan mati!! Mana bisa aku tenang!! Aku gak bisa kehilangan istriku!" teriak Jafran.


"Aku tau! Tapi Ulil butuh kekuatan dari kamu! Istighfar! Minta sama Allah untuk keselamatan istrimu!" ucap Fahri memeluk Jafran.


Umma Nadia dan Mami Lia sudah saling berpelukan erat, mereka tidak mau kehilangan putri kesayangan mereka. Anak satu-satunya yang mereka miliki. Pintu ruangan operasi terbuka, dari raut wajah dokter mereka sudah bisa menduga jika sesuatu terjadi.


"Maaf, kami sudah melakukan yang terbaik. Tapi Ibu Yuliana tidak bisa bertahan, terjadi pendarahan saat proses operasi. Kami turut berduka cita." ucap Dokter.


"Jangan bicarakan kematian istriku! Dia masih hidup!!" teriak Jafran sambil mencengkram baju dokter wanita itu.


Jafran masuk kedalam diikuti oleh keluarga mereka, meskipun sudah dilarang tapi mereka tetap nekat untuk menerobos masuk. Jafran melihat wajah istrinya yang sudah pucat pasi. Dia tidak rela jika harus ditinggalkan oleh istrinya.


"Ummi, bangun! Baba gak Ridho jika Ummi tinggalkan Baba!" isak Jafran.


"Nak, ini Mami. Bangun sayang! Mami disini nemenin kamu!" isak Mami Lia.


"Anak Papi sayang, bangun Nak! Katanya kamu mau ajak Papi main sama cucu-cucu Papi! Sekarang kamu bangun Nak!" isak Papi Yuda.


"Sahabat macam apa kamu! Kamu mau ninggalin aku kaya Mas Andi! Pergi aja pergi! Aku juga bakal nyusul kalian! Untuk apalagi aku disini!" histeris Febri lalu tidak sadarkan diri.


Jafran yang sudah mulai kehilangan kendali, dia membawa kedua anak kembarnya. Lalu dia menidurkan kedua anaknya diatas dada Yuliana. Kedua bayi kembar itu mencari ****** ibunya, mereka menyedot air susu ibunya yang telah dinyatakan tiada.


"Liat Ummi! Anak kamu masih membutuhkan ASI! Apa kamu tega membiarkan mereka kehausan! Bangun Ummi!!" teriak Jafran membuat kedua bayinya menangis.


Sementara dalam lelapnya, Yuliana mendengar tangisan kedua anaknya. Rasanya dia ingin terbangun, tapi matanya terasa sangat berat. Hingga dia merasakan bulir hangat mengalir diwajahnya. Kedua orangtuanya itu mencium putrinya untuk yang terakhir kali.


"Pergilah, Nak. Kami ikhlas melepaskan putri kesayangan kami. Mami dan Papi akan menjaga anakmu dengan baik." bisik Mami Lia.


Matanya mulai terbuka, dengan suara seraknya Yuliana memanggil Ibunya.


"Mii, Ulil haus." lirih Yuliana.


"Yaa Allah! Dokter anak saya bangun dok!" teriak Papi Yuda.


Dokter dan suster lalu berdatangan untuk mengecek kondisi Yuliana. Sementara kedua bayinya sudah dibawa kedalam ruang perawatan intensif. Sedangkan Jafran dilarikan ke IGD bersama dengan Febri dan Gisya karena pingsan.


Dokter sudah mengatakan jika kondisi Yuliana stabil dan baik-baik saja.


"MashaAllah, keajaiban ini Pak, Bu. Kondisinya sudah stabil, tinggal tunggu pemulihan saja. InshaAllah bisa segera dipindahkan keruang perawatan." Ucap Dokter.


"Alhamdulillah, terimakasih dokter." Ucap Papi Yuda.


"Pi, Baba dimana? Anak-anak Ulil mana?" lirih Yuliana.

__ADS_1


"Jafran shock sayang, dia dibawa ke IGD sama Febri dan Gisya juga. Mereka shock tau kamu pergi, kami semua sangat ketakutan Nak." isak Mami Lia.


"Maaf ya, Mi." Lirih Yuliana.


"Udah sekarang kamu istirahat, nanti kamu akan dibawa ke ruang rawat." pinta Mami Lia.


Yuliana sudah dipindahkan ke ruang rawatnya, sedangkan Jafran masih belum sadar dari pingsannya. Akhirnya keluarga memutuskan untuk memindahkan Jafran ke ruangan Yuliana. Karena putrinya terus merengek ingin bertemu dengan suaminya.


Jafran tersadar dari pingsannya, dia menangis tersedu-sedu. Dia masih tidak Ridho jika istrinya itu harus pergi meninggalkannya. Tapi tangisannya terhenti ketika mendengar suara yang tak asing ditelinganya itu memanggil namanya.


"Baba.." Lirih Yuliana. Jafran menoleh kearah samping, dilihatnya wajah sang istri yang tersenyum manis. Meskipun alat oksigen masih menempel diwajahnya. Jafran berhambur memeluk dan menciumi wajah istrinya.


"Alhamdulillah Yaa Allah Ummi! Jangan tinggalin Baba ya Ummi, Baba gak sanggup jalanin hidup tanpa Ummi! Baba sangat mencintai Ummi." isak Jafran menciumi istrinya.


"Baba! Ummi eungap! Perut juga masih sakit tau!" kesal Yuliana.


"Alhamdulillah istri Baba is back!" ucap Jafran tertawa sambil berderai airmata.


Gisya masuk kedalam ruang rawat Yuliana dengan deraian airmata. Dia dipapah oleh suaminya. Gisya berhambur memeluk Yuliana dengan erat.


"Jangan tinggalin kita Ulil! Kamu harus sehat dan terus berjuang demi si Mail dan si Maul!" ledek Gisya sambil menangis.


"Enak aja! Namanya bukan itu ya!" Kesal Yuliana. "Maaf ya bikin kalian sedih."


"Diem! Yang penting kamu baik-baik aja sekarang! Liat istriku sampe ingusan gitu! Jangan ngeprank kaya gitu lagi!" Ucap Fahri mengelus kepala Yuliana.


"Iya Bang, dimana Ebiw markebiw ku?" tanya Yuliana.


Febri terus menangis dipelukan Zaydan, dan Febri tidak menyadari itu. Saat dia menangis di IGD tadi, Zaydan menggantikan Syauqi yang sedang mengurus administrasi Yuliana. Febri berada dibelakang Gisya saat dipapah menuju ruangan Yuliana.


"Betah banget dipeluk Mas Idan, Biw." Ledek Yuliana.


Febri mendongakkan wajahnya, dia melihat Zaydan yang tersenyum kepadanya. Lalu Febri melepaskan pelukannya dan berlari memeluk Yuliana. Zaydan yang khawatir mengikuti Ibu hamil itu. Febri menangis tersedu-sedu dipelukan Yuliana.


"Awas aja kalo kamu ninggalin aku! Aku gak akan pernah maafin kamu!" isak Febri.


Yuliana melepaskan pelukannya, dia menggenggam erat tangan Febri.


"Kalo kamu gak mau aku pergi, tolong buka hati kamu buat oranglain. Mas Andi udah bahagia disana, dan baby butuh kasih sayang seorang Ayah. Tolong buka hati kamu Biw, kita gak tau sampe kapan usia kita. Aku pengen ada seseorang yang mampu menjaga kamu dan baby." lirih Yuliana.


"Kamu harus sembuh! Setelah sembuh kamu boleh cariin Papa buat baby!" ucap Febri dengan penuh keyakinan.


"Alhamdulillah." ucap mereka semua.


* * * * *


Sukak gak ceritanya?


Maaf ya ngebosenin!


Dukung Author terus ya!


Salam Rindu, Author❤

__ADS_1


__ADS_2