
Baru 2 hari Gisya ditinggalkan suaminya, namun dia masih sering menangis diam-diam. Apalagi besok pagi, Gisya harus mengantarkan ibu mertuanya ke Bandara. Karena Mama Risma akan kembali ke Palembang.
"Kamu beneran gak apa-apa kan Mama tinggal?" tanya Risma.
"Beneran, Ma. Caca gak apa-apa, lagian Bunda sama Ulil pasti sering nengokin Caca kesini. Mama jangan khawatir ya!" tutur Gisya.
"Mama lega dengernya, kamu gak mau ikut aja sama Mama ke Palembang?"
"Nggak dong, Ma. Caca bakalan nungguin Abang disini." ucap Gisya.
"Yaudah, Mama mau istirahat dulu. Kamu juga tidur, udah malem."
Gisya masuk kedalam kamarnya, dia merebahkan tubuhnya diatas kasur. Dia tidur menyamping kearah tempat suaminya biasa tertidur. Sungguh, berat rasanya bagi Gisya. Malamnya terasa sangat hampa, dia ingin tidur memeluk suaminya. Tapi ini adalah konsekuensi yang harus dia terima ketika menikah dengan seorang Abdi Negara.
"Adek rindu bobok dipeluk Abang." Lirih Gisya memeluk baju tidur yang terakhir dipakai oleh suaminya itu.
Sementara dibelahan bumi lain, Fahri baru saja selesai untuk berpatroli. Waktu Indonesia dan Kongo terpaut 6 jam. Selesai membersihkan diri, Fahri berniat menghubungi istrinya. Karena sejak dia tiba disana, baru satu kali Fahri menghubungi Gisya. Fahri membuka ponselnya, ada banyak pesan dari istrinya itu.
π Istriku β€
Sayang, Adek hari ini menjadi instruktur senam ibu-ibu Persit. Coba Abang lihat, pasti Abang bangga sama Adek ππ€
π Istriku β€
Abang sibuk ya? Jangan lupa makan dan sholat. Miss you suamiku ππ₯°
π Istriku β€
Besok Mama pulang ke Palembang, Adek ijin buat nganter Mama ya Bang. Disini jam 11 malam sekarang. Adek rindu Abang, sehat selalu Bang β€
Fahri tersenyum sendiri membaca pesan dari istrinya, sungguh dia sangat merindukan pelukan dan ciuman dari sang istri. Fahri mengurungkan niatnya, dia memutuskan untuk menghubungi istrinya nanti. Fahri menyelesaikan hasil laporan patrolinya hari ini. Hampa, itulah yang dirasakan kedua insan manusia ini. Fahri memutuskan untuk mengirim pesan pada istrinya. Setidaknya itu bisa membuat hatinya tenang. Gisya yang belum tidur, sungguh merasa bahagia mendapatkan balasan dari suaminya.
π Suamiku β€
Maaf Abang baru selesai patroli, Abang juga sangat merindukan Adek. Kuat ya sayang, do'akan Abang selalu. π₯°β€
Fahri tersenyum sendiri, ketika dia melihat panggilan video pada ponselnya.
π¦ "Assalamualaikum, sayaanggg." ucap Fahri melambaikan tangannya.
π§ "Walaikumsalam Abang, Adek rindu. Maaf ya Bang." Lirih Gisya.
π¦ "Abang juga rindu sayang, kenapa belum tidur hm?" tanya Fahri.
π§ "Adek gak bisa bobo, padahal Adek udah peluk baju Abang."
π¦ "Abang temani ya, sampai sayang bobok." Ucap Fahri.
π§ "Udah makan Bang? Abang bobok sama siapa disana?"
π¦ "Udah sayang, Abang bobok sama Bang Dzikri. Adek udah makan?"
π§ "Adek gak selera makan, Bang." lirih Gisya.
__ADS_1
π¦ "Istri Abang kuat dan hebat. Harus jaga kesehatan, Abang juga hampa tanpamu, Dek."
Mereka terus berbincang-bincang hingga Gisya terlelap tidur. Setelah melihat istrinya itu tertidur pulas, Fahri mematikan sambungan teleponnya.
"Selamat tidur istriku sayang, tunggu aku pulang." ucap Fahri.
Keesokan harinya, Gisya mengantarkan Mama mertuanya ke Bandara ditemani oleh Yuliana. Jafran sudah berangkat kembali ke Jakarta, dia memilih menempatkan istrinya di Bandung. Karena saat ini Yuliana sedang mengandung. Sedangkan Febri, saat ini dia masih berada di Bogor bersama Ana.
"Mama pulang ya, sayang. Kalo ada apa-apa, cepet hubungi Mama." pinta Risma.
"Iya Ma. Caca baik-baik aja, Mama jangan khawatir. Sampein salam Caca buat Papa sama Bian ya, Ma." ucap Gisya memeluk ibu mertuanya.
"Lil, Mama titip Caca ya. Kalian harus saling menjaga, apalagi sekarang Bunda sama Umma lagi keluar kota." tutur Risma.
"Siap Bu Mayjen!" celetuk Yuliana memberi tanda hormat.
Risma sudah hilang dari pandangan Gisya. Kini mereka sedang berjalan menuju parkiran, namun tiba-tiba Gisya ditabrak oleh seseorang hingga hampir terjatuh. Untung saja orang itu dengan cepat menahan tubuh Gisya.
"Cacaa!" teriak Yuliana kaget.
"Astaghfirulloh, Pak kalo jalan lihat-lihat dong!" kesal Gisya.
"Eh! Maaf-maaf mbak." ucap lelaki itu. "Kamu Gisya kan?"
Gisya mendongak, dia melihat seorang laki-laki berpakaian seragam putih-putih. Dilihat dari name tag dan atributnya, dia seorang nahkoda kapal laut.
"Saya Galih, dulu saat kuliah kamu pernah menjadi koki di Kapal kami." tutur Galih.
"MashaAllah, Mas Galih? Apa kabar?" tanya Gisya.
"Jangan diajak ngobrol Mas! Suaminya Tentara, Galak! Lagian kalo lagi jalan ditempat rame tuh jangan cuman nunduk! Kan berabe kalo ada kebo yang udah nunjukin tanduk. Cari yang single aja Mas! Dia udah double!" celetuk Yuliana.
Setelah mengatakan hal itu, Yuliana menarik Gisya keluar dari Bandara.
"Kamu jangan ngobrol sama sembarangan Gisya Kayla! Inget status kamu sekarang istri Tentara. Jangan sampe kamu tergoda sama laki-laki kinclong diluaran sana. Cakep sih cakep, tapi jangan gitu lagi. Pilot itu sok kenal lagi." omel Yuliana.
"Dia itu Nahkoda Ulil, lagian dia juga udah punya istri." Ucap Gisya.
"Hih! Aneh, Nahkoda naeknya kapal terbang! Bisa gitu ya." kesal Yuliana.
Karena lelah sudah marah-marah, Yuliana mengajak Gisya untuk makan disalah satu Restoran Sunda favorit Fahri. Gisya mengambil foto menu yang disukai Fahri dan mengirimkannya. Fahri yang baru saja bangun dari tidurnya tersenyum, dia sungguh sangat merindukan istrinya.
π Istriku β€
Abang sayang! Liat Adek lagi ditempat favorite kita. Adek makan siang bareng Ulil, Abang jangan lupa makan. Iloveyou suamiku β€
Karena ada panggilan darurat, Fahri tidak membalas pesan dari istrinya itu. Gisya yang menunggu balasan pesan dari suaminya mulai kecewa. Tapi dia tepis kembali perasaan itu. Selesai makan, Yuliana dan Gisya saat ini sedang berada disalah satu Toko baju. Yuliana berniat membelikan suaminya baju untuk hadiah Ulang Tahunnya nanti.
"Ca, liat ini. Menurut kamu cocok gak buat Baba?" tanya Yuliaana sambil membawa beberapa stel baju.
"Bagus, cocok buat si Baba." jawab Gisya.
"Perfect! Lagian laki kita udah pada ganteng dari sananya. Jadi mau pake apa aja tetep cucok!" ucap Yuliana.
__ADS_1
"Iyaahin ajalah biar cepet." kesal Gisya "Masih mau jalan-jalan lagi?
" Udahan aja ah, capek!" keluh Yuliana.
Berbelanja sudah, jalan-jalan pun sudah. Tapi Gisya masih tetap merasa jika hidupnya hampa tanpa kehadiran Fahri. Saat ini, Gisya sedang memulai project barunya. Dia mulai menyatukan Toko kue dan Cafe milik suaminya. Nantinya di Cafe Bakery ini, akan ada live perform untuk siapapun yang ingin menyanyi. 'Fandi Cafe x Caca Bakery' itulah nama yang Gisya sematkan pada Toko gabungan dirinya bersama suaminya. Gisya mencoba sound yang baru saja dipasangkan oleh Tim. Dia menyanyikan lagu 'Kutetap Menanti' yang dinyanyikan oleh Nikita Willy.
Ku akan menanti
Meski harus penantian panjang
Ku akan tetap setia menunggumu
Ku tahu kau hanya untukku
Biarkan waktuku
Habis oleh penantian ini
Hingga kau percaya betapa besar
Cintaku padamu ku tetap menanti
Walau badai menerpa
Cintaku takkan ku lepas
Berikan kesempatan untuk membuktikan
Ku mampu jadi yang terbaik
Dan masih jadi yang terbaik
Ku akan menanti
Meski harus penantian panjang
Ku akan tetap setia menunggumu
Ku tahu kau hanya untukku
Biarkan waktuku
Habis oleh penantian ini
Hingga kau percaya betapa besar
Cintaku padamu ku tetap menanti
Yuliana merekam Gisya yang saat ini sedang menyanyi, dia berniat untuk mengirimkannya pada Fahri. Suara Gisya memang sangat bagus, wajar saja jika banyak orang yang jatuh hati pada sosok Gisya. Fahri memang sangat beruntung bisa memiliki Gisya.
* * * * *
Gimana? Suka gak sama jalan ceritanya??
__ADS_1
Dukung terus Author yaa!
Salam Rindu, Author β€