
Sudah 2 minggu si kembar menjalani perawatan. Hari ini mereka sudah diperbolehkan pulang. Gisya dengan penuh antusias menghias rumah Mami Lia yang akan ditempati oleh Yuliana dan Jafran. Rumah itu dihias dengan penuh balon berwarna pink dan biru.
"Si Jafran pake ngerahasiain nama anaknya! Jadi kan gak poolll kejutannya." Keluh Gisya.
"Kan katanya kejutan sayang. Udahlah segini juga cukup!" ujar Fahri.
Sementara Febri sedang bermain bersama Yanuar dan Fatimah. Dia terus menciumi pipi bayi gembul itu. Sedangkan Gilang dan Zaydan sedang mengobrol dengan bapak-bapak.
"Perkiraan lahir kapan Biw?" tanya Fatimah pada Febri.
"InshaAllah akhir bulan depan Mbak." jawab Febri sambil mengelus perutnya.
"Kamu wanita yang hebat, bisa melewati semuanya." kagum Fatimah.
"Saya masih punya Allah dan mereka semua. Saya beruntung memiliki keluarga seperti mereka." tutur Febri melihat satu persatu orang yang disayanginya.
Terdengar suara mobil didepan, mereka segera berhambur keluar untuk menyambut kehadiran si kembar dan Yuliana. Mami Lia dan Umma Nadia menggendong bayi Yuliana.
Mereka berebut untuk menggendong bayi mungil itu.
"Stoooopppp!!" teriak Yuliana. "Emang mereka baju diskon apa! Gantian dong jangan rebutan! Udah kayak emak-emak rebutan diskonan aja!"
"Ciee jiwa emak-emak barbar nya udah keluar!" goda Jafran pada istrinya.
Jafran menggendong istrinya menuju ruang tengah, dimana semua orang berkumpul.
"Eiitttssss.. Maliiikkkk cuci tangan dulu sebelum pegang-pegang!" pinta Yuliana saat melihat Syauqi akan mencoel pipi putranya.
"Nggihh ndoro!" Kesal Syauqi.
Semua orang bergantian mencuci tangan, agar bisa menyentuh bayi-bayi mungil itu.
Yuliana tersenyum bahagia melihat keluarganya berkumpul seperti ini.
Jafran melayani istrinya, dia benar-benar memuliakan istrinya yang baru melahrikan kedua anaknya. Dengan telaten Jafran menyuapi istrinya.
"Jadi siapa nama anak kalian?" tanya Gisya yang penasaran.
"Mau tau aja atau mau tau banget?" goda Yuliana.
"Ish! Ulil ngeselin! Masa nama anak aja main rahasiaan!" kesal Gisya.
"Kasih tau Ba, nama anak kita!" pinta Yuliana.
"Aidan Alan Putra Maulana sama Ariella Alana Putri Maulani." ucap Jafran.
Mereka semua menahan tawa ketika melihat wajah Yuliana yang kesal.
"Ternyata Maul sama Mail juga ya, Lil!" celetuk Fahri.
"Mohon maaf nih Bapack Tentara! Panggilannya Alan sama Alana! Gak ada ya Maul atau Mail!" kesal Yuliana.
"Emang kenapa sih, Mi? Kan lucu gitu panggilannya." ucap Jafran.
"Gak ada ya! Awas aja kalo Baba manggil anak kita itu!"
"Udah jangan ambekan! Nanti darah tinggi!" ucap Febri.
Karena sudah malam, mereka memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing. Terkecuali Febri yang menginap ditemani oleh Ana. Febri terus menemani si Kembar yang terlelap dalam tidurnya. Bayi berusia 2 minggu itu terlihat sangat menggemaskan.
"Ana, lihat pipi mereka lucu banget ya!" gemas Febri.
__ADS_1
"Iya Mbak, mereka mirip banget sama Teh Ulil ya." ucap Ana.
"Apa nanti anakku bakalan mirip Mas Andi ya, Ana." lirih Febri.
"Jangan sedih Mbak, anakmu pasti mirip Mas Andi. Orang dia yang ngadon!" ucap Ana.
Febri sangat bersyukur selalu ditemani oleh Ana yang merupakan adik angkat suaminya. Ana pamit masuk kedalam kamar tamu, karena dia ingin mandi. Yuliana melihat raut kesedihan diwajah Febri saat melihat si Kembar.
"Siapa yang akan mengadzani putraku ketika lahir." lirih Febri.
"Calon Papanya yang akan mengadzani dan menggendong dia ketika lahir." ucap Yuliana.
Febri menoleh kearah Yuliana, dia mengerutkan dahinya.
"Kamu gak lupa sama janji kamu kan? Kalo aku sembuh, kamu mau menerima siapapun yang aku pilihkan." tutur Yuliana mengingatkan.
"Emang siapa yang kamu pilih? Apa dia bisa menerima aku dan bayiku?" lirih Febri.
"Dia akan menerima kamu lahir batin dan apa adanya. Kamu cukup melakukan hal yang sama seperti dia." ucap Yuliana meyakinkan Febri.
"Siapa laki-laki itu?" tanya Febri yang masih penasaran.
"Kepoooo! Kamu bakalan tau nanti!"
"Ish! Aku kan harus tau dulu siapa dia, gimana kalo gak cocok!" lirih Febri.
"Pasti cocok!" ucap Yuliana meyakinkan.
Sementara itu Gisya dan Fahri saat ini sedang berada di Acara perayaan ulangtahun Andina, istri dari Lettu Dzikri. Semua anggota Kompi C sedang menikmati acara ulangtahun Bu Danton I itu. Mereka membakar jagung, sosis dan daging. Fahri dan Gisya mengajak Zaydan bicara mengenai Febri.
"Zaydan bagaimana Febri menurut kamu?" tanya Fahri tiba-tiba.
Uhuukkk! Uhuuukkk! Uhuuuukkkk!
"Dih! Dia kan bisa ambil sendiri, ngapain Bunda ambilin!" kesal Fahri.
"Dasar bucin kamu Bang!" ledek Zaydan.
"Syirik!! Sekarang jawab gimana Febri dimata kamu?"
"Baik Bang, dia perempuan yang tangguh." jawab Zaydan.
"Mas Zaydan suka sama dia gak?" tanya Gisya.
Zaydan terdiam mendengar pertanyaan dari Gisya. Dia kembali mengingat pembicaraannya tadi siang bersama Yuliana.
Flashback On
Zaydan sedang mengobrol dengan Syauqi, lalu dia ditarik oleh Jafran agar bisa berbicara dengan istrinya. Zaydan sangat terkejut dengan perlakuan Jafran.
"Duduk! Istri saya mau ngomong sama kamu!" kesal Jafran.
"Loh kok Capt marah sama saya?" heran Zaydan.
"Dia tuh cemburu Mas Zaydan!" Ucap Yuliana.
"Kan Capt yang narik saya, kok Capt yang marah." ucap Zaydan.
Yuliana langsung berterus terang mengatakan maksudnya pada Zaydan.
"Sebenarnya saya ingin menjodohkan Mas Zaydan dengan sahabat saya Febri. Dan saya tidak ingin mendengarkan penolakan dari Mas Zaydan." lirih Yuliana.
__ADS_1
"Haaahh?! Maksudnya gimana Mbak? Saya kurang mudeng!" tutur Zaydan.
"Saya ingin Mas Zaydan menikahi Febri!" tegas Yuliana.
"Saya belum bisa membangun rumah tangga lagi, Mbak. Maaf saya menolak." lirih Zaydan sambil menundukkan kepalanya.
"Saya kan bilang gak terima penolakan, Mas! Saya yakin Mas Zaydan bisa membahagiakan Febri. Jadi tolong, bukalah hati Mas." pinta Yuliana.
"Kalian bisa saling mengenal dulu satu sama lain!" tambah Jafran.
"Kalo Mas gak mau! Saya akan nekat agar Mas bisa menikahi Febri dengan cara yang lain!" paksa Yuliana.
Flashback Off
Gisya masih menunggu jawaban dari Zaydan, dia menyenggol lengan suaminya.
"Jadi gimana Zaydan?" tanya Fahri.
"Sebenarnya saya mulai tertarik pada Febri saat pertemuan pertama kami. Tapi saya takut, saya takut kehilangan lagi." lirih Zaydan.
"Kamu laki-laki! Tentara harus tangguh! Buka hati kamu, yakinkan jika dia mencintaimu juga. Setelah itu baru kamu bisa memutuskan!" ujar Fahri.
"Baik saya akan coba!" ucap Zaydan.
Pagi hari ini Rumah Yuliana sangat heboh dengan tangisan kedua bocah kembar itu. Mereka sama-sama ingin minum ASI, tapi mereka menolak minum ASI dengan dot. Mereka lebih memilih menyedot langsung dari sumbernya, akhirnya Yuliana menggendong kedua bayi itu bersamaan.
"Sisain Baba dikit dong, Nak." ucap Jafran memegangi pipi putranya.
"Ish Baba! Jangan digangguin! Nanti nangis lagi!" kesal Yuliana.
"Iya deh iya! Ummi makin cantik kalo ngomel." goda Jafran pada istrinya.
Setelah puas minum susu, Jafran menggendong Alan. Dia berniat mengganti popok Alan yang basah. Saat Jafran membuka popoknya, Alan menyemburkan air kencingnya. Febri dan Yuliana tertawa terbahak-bahak melihat wajah Jafran.
"Hahahahahahahaha bagus Alan!" ucap Febri girang.
"Abang kenapa nyembur Baba pake air kencing? Emang Abang kira muka Baba itu popok apa!" kesal Jafran pada bayi mungil yang malah tersenyum.
"Aduuhh anak Baba bisa aja bikin Baba gak jadi marah!" tutur Jafran mencubit pipi putranya itu.
Yuliana bahagia melihat suaminya yang sabar dan telaten menemaninya. Sementara Febri sedang menggendong Alana, bayi mungil itu tampak tertidur pulas. Tak lama kemudian datanglah Gisya bersama Syaina yang membawa 2 box baby bouncer untuk si kembar. Mereka diantar oleh Zaydan yang ditugaskan oleh Gilang untuk mengawal Gisya.
Febri tersenyum melihat kehadiran Zaydan. Dan semua itu disadari oleh Yuliana.
Zaydan menghampiri Febri yang sedang menggendong Alana.
"Boleh gantiam gendongnya?" tanya Zaydan pada Febri.
"Cuci tangan dulu, Mas. Baru boleh gendong! Nanti singa betina ngamuk." bisik Febri.
"Siap! Mas cuci tangan dulu, ya." ucap Zaydan.
Febri memberikan bayi mungil itu kepada Zaydan. Entah kenapa hati Febri terasa bahagia ketika melihat Zaydan. Sekelebat dia melihat Andi tersenyum didiri Zaydan.
"Apa Mas mengijinkan aku menjalin hubungan dengan laki-laki ini." batin Febri.
* * * * *
Sukak gak ceritanya?
Maaf ya ngebosenin!
__ADS_1
Dukung Author terus ya!
Salam Rindu, Author❤