Menanti Cinta Sang Abdi Negara

Menanti Cinta Sang Abdi Negara
Bab 53. Empat Bulanan


__ADS_3

Usia kandungan Gisya saat ini sudah memasuki usia 4 bulan. Sedangkan Febri dan Yuliana menuju 7 bulan kehamilan. Yuliana ternyata mengandung 2 bayi kembar, sedangkan Febri mengandung bayi yang diperkirakan berjenis kelamin laki-laki. Saat ini Fahri dan Gisya sedang melakukan pemeriksaan kehamilan di Rumah Sakit Limijati.


"Kamu tunggu disini, Abang mau daftar dulu." ucap Fahri pada Gisya.


"Iya Bang, sekalian beliin minum ya. Dedek bayi haus." Pinta Gisya.


Fahri menuju ke bagian pendaftaran, setelah itu dia pergi ke kantin untuk membelikan istrinya minum. Tidak sengaja dia berpapasan dengan Zayn dan Santi yang sedang berdebat. Santi menatap Fahri dengan tatapan kerinduan, tapi Fahri tidak memperdulikan itu. Dia terus berjalan tanpa menyapa keduanya.


Saat Fahri akan kembali, Santi menghampirinya dan mengajak Fahri berbicara.


"Abang apa kabar?" tanya Santi dengan mata yang berkaca-kaca.


"Alhamdulillah saya baik." jawab Fahri singkat.


"Maafin kesalahanku ya, Bang. Ternyata Abang benar, aku membuang berlian seperti Abang demi batu kerikil seperti Zayn." lirih Santi.


"Bersyukurlah, masih ada laki-laki yang mencintaimu seperti Zayn. Sampai rela melepaskan oranglain, bukankah jodoh cerminan diri?" sindir Fahri.


"Apa gak ada kesempatan buat kita balik lagi kaya dulu Bang? Aku masih mencintai kamu, aku rela jadi yang kedua." lirih Santi.


"Cih! Aku bukan orang seperti kalian! Istriku terlalu berharga untuk aku lukai! Demi memungut sampah sepertimu!" ucap Fahri lalu pergi.


Saat dia masuk kedalam, ternyata Zayn sedang berbicara kepada Gisya. Fahri bersembunyi dibalik tembok untuk mendengarkan pembicaraan mereka.


"Apa Fahri memperlakukan kamu dengan baik, Neng?" tanya Zayn.


"Alhamdulillah, dia suami yang luar biasa. Dia memperlakukan saya seperti berlian yang berharga, dia tidak ingin saya jatuh dan terluka." jawab Gisya penuh keyakinan.


"Aa salah memilih Santi, dia tidak becus mengurus anak. Sekarang anak Aa dirawat diruang ICU karena terjatuh dari kasur." lirih Zayn.


"Maaf A, tapi kewajiban mengurus anak bukan hanya oleh istri tapi juga oleh suami. Penyesalan memang selalu datang belakangan, tapi bersyukurlah bukannya kalian saling mencintai? Kalo tidak ada yang mau anda bicarakan lagi, silahkan pergi. Saya tidak mau suami saya salah paham." tegas Gisya.


"Maafin Aa ya, Neng. Andai saja dulu Aa memilih kamu, mungkin.." ucapan Zayn terpotong.


"Jangan berandai-andai, dia sudah menjadi milik saya. Kalian benar-benar menyedihkan!" geram Fahri melihat Zayn.


"Abang, Adek gak tau apa-apa! Dia yang datang kesini nyamperin Adek." ucap Gisya.


"Iya sayang, Abang tau. Istrinya juga tadi nyamperin Abang." ucap Fahri yang membuat Zayn melotot tak percaya.


"Urus istri dan anakmu, kalo salah satu dari kalian ada yang berani mengusik kehidupan kami jangan salahkan jika saya bertindak lebih." tegas Fahri lalu meninggalkan Zayn yang masih duduk terdiam.


Gisya dan Fahri tidak mau berlarut dalam suasana itu, mereka lebih memilih menunggu didepan Poliklinik. Gisya terus bermanja pada suaminya itu. Tak lama kemudian nama Gisya dipanggil oleh suster.


"Atas nama Ibu Gisya Kayla Nursalsabila." panggil suster.


"Saya suster!" jawab Gisya sambil mengangkat tangannya.

__ADS_1


"Baik kami tensi dan timbang berat badan dulu, ya." ucap Suster.


"Tensinya bagus, 120/80, berat badan 53kg ya. Berapa bulan kehamilannya bu?" tanya suster kembali.


"Perkiraan saya usianya 16w sus, saya mau memastikan dengan USG hari ini."


"Baik silahkan masuk, dokter sudah menunggu didalam." pinta suster.


Gisya masuk kedalam ruangan, dan disambut hangat oleh Dokter Kandungan.


"Silahkan berbaring Bu, kita akan lakukan USG dulu ya." ucap Dokter.


Gisya membaringkan tubuhnya dibantu oleh Fahri, dokter mengoleskan gel keatas perut Gisya dan mulai melakukan pemeriksaan.


"Alhamdulillah, dedeknya ada satu dan dalam keadaan baik dan sehat ya, Bunda, Ayah. Ini tangan dan kaki dedek sudah lengkap, panjangnya 13cm beratnya 140gram. Mau dengar detak jantungnya?" tanya dokter.


"Mau dok!" antusias Fahri dengan mata berkaca-kaca.


Dug! Dug! Dug! Dug! Dug!


Gisya dan Fahri menitikkan airmatanya, mendengar detak jantung buah hati mereka.


"Ayah, alhamdulillah dedeknya sehat." lirih Gisya bahagia.


"Iya Bunda! Alhamdulillah jagoan Ayah sehat." ucap Fahri berkaca-kaca.


"Gak apa-apa ya, Ayah. Tandanya Ayah bahagia dengan kehadiran dedeknya. Ini saya kasih resep vitamin dan susu untuk dikonsumsi oleh Ibu Hamil. Dijaga ya Bunda kehamilannya." ucap dokter sambil memberikan kertas resep obat.


"Terimakasih dokter." ucap Fahri dan Gisya.


Setelah dari ruang pemeriksaan, Gisya dan Fahri menebus vitamin di bagian Farmasi. Gisya melihat anak kecil sedang makan es krim dengan lahapnya. Dia berliur dan merengek meminta es krim pada suaminya.


"Abang, pengen makan es krim." ucap Gisya manja.


"Iya iya sayang sebentar, habis ini kita beli es krim yang banyak!" jawab Fahri.


"Makasih sayang." ucap Gisya yang sangat manja.


Fahri sangat bahagia dengan tingkah istrinya itu.


Saat ini, mereka sudah berada dirumah Bunda Syifa. Setelah pemeriksaan dua hari yang lalu, mereka memutuskan untuk mengadakan Acara Syukuran kehamilan 4 bulanan. Gisya hanya mengundang kerabat dekat dan anak-anak panti. Sedangkan di Batalyon, hanya keluarga Gilang, Dzikri, Indra dan Zaydan yang mereka undang. Karena Bella saat ini sedang dalam kondisi gangguan mental, makanya mereka lebih memilih melaksanakan Acara Syukuran 4 bulanan ini di Rumah Bunda Syifa.


"Alhamdulillah, saya ucapkan terimakasih kepada adik-adik dan seluruh keluarga yang hadir. Saya mohon do'anya untuk istri dan calon anak kami. Semoga semuanya dilancarkan hingga waktu persalinan nanti." Ucap Fahri.


Acara Pengajian 4 bulanan ini sangat khusyuk, mereka semua mendo'akan agar Gisya bersama bayinya selalu dalam keadaan yang sehat. Ada sekitar 50 anak-anak dari panti asuhan. Keluarga mereka selalu kompak dalam setiap acara, sayangnya Risma dan Hari tidak bisa datang ke Bandung karena kondisi kesehatannya yang kurang baik. Mereka hanya menyaksikan via sambungan Video Call saja.


Seperti biasa, setelah seluruh Acara selesai mereka berkumpul bersama dan berbincang-bincang. Ibu-ibu selalu rempong jika sedang berkumpul seperti sekarang.

__ADS_1


"Jenis kelamin anak kamu apaan Ca?" tanya Yuliana.


"Secret!" jawab Gisya sambil mengunyah Airflow Cake favoritenya.


"Idih sok-sokan pake bahasa enggreesss! Mentang-mentang lagi makan cake! Kasih tau apaan dong jenis kelaminnya." kesal Yuliana.


"Aku sama Abang gak nanya! Kita mah mau kejutan aja nanti pas dia lahir, yang penting baby H sehat dan sempurna." ucap Gisya.


Febri baru saja datang sambil membawa cilok ditangannya.


"Baby H? Nama baby nya mau dari huruf H ya Ca? tanya Febri.


"Iya dong! Papanya Fahri, Mamanya Gisya, dan baby nya H. Masih secret!" ucap Gisya.


"Wuihhh, canggih tuh udah tertata dengan rapi urutannya!" ledek Yuliana.


"Iyadong! Kalo si kembar mau kamu kasih nama julukan apa?" tanya Gisya.


"Gak ada julukan-julukan! Nanti aja pas brojol dikasih nama sama Babanya! Lagian aku sama si Baba masih debatin soal nama. Masa kalo anak kita laki-laki mau dikasih nama Maul sama Mail! Kan gak lucu gitu. Baby kamu mau dikasih nama apa Biw?" ucap Yuliana membuat mereka tertawa.


"Bagus kali namanya, kalo baby mau dinamain baby AF aja." ucap Febri.


"Nama awalnya itu?" tanya Yuliana.


"Kepooooo!!" ucap Febri mengajak Gisya pergi.


Yuliana yang kesal hanya bisa memanyunkan bibirnya, tidak lama kemudian dia merasakan mulas pada perutnya. Mulasnya terjadi berkali-kali, hingga Yuliana sudah tidak kuat lagi. Dia berteriak memanggil suaminya.


"Babaaaaaa!! Perut Umii mulass!! Sakit Ba!!" teriak Yuliana.


Mereka semua berhamburan menghampiri Yuliana, karena mereka melihat jika gamis yang digunakan Yuliana basah.


"Cepet bawa ke Rumah Sakit! Anak Mami mau lahiran!" ucap Mami Lia.


Mereka semua panik, bahkan Jafran sampai tidak sadarkan diri karena panik.


"Heleh! Si merpati malah pingsan bukannya terbang!!" kesal Syauqi.


* * * * *


Hayohhh ulil mau lahiran tuh!


Pantengin terus yaa ❤❤❤


Dukung Author terus!


Salam Rindu, Author ❤

__ADS_1


__ADS_2