Menanti Cinta Sang Abdi Negara

Menanti Cinta Sang Abdi Negara
Bab 23. First Night


__ADS_3

Malam ini menjadi malam paling membahagiakan bagi Gisya, baru kali ini dia merasa hidupnya terasa lebih berwarna. Setelah membersihkan diri, Gisya merebahkan tubuhnya. Dia membuka ponselnya, terdapat pesan dari Fahri setengah jam yang lalu.


πŸ’Œ Bang Fahri ❀


Abang baru sampe, mau mandi dulu. Jangan tidur malem-malem. Good night ❀


πŸ’Œ Gisya


Maaf baru bales, Bang. Adek baru selesai mandi, sekarang lagi tiduran. Abang juga langsung tidur, ya. Night too Bang πŸ€—


πŸ’Œ Bang Fahri ❀


Aduh, Abang jadi gak bisa tidur ni. Sepertinya Abang sudah merindukan kamu. Adek sudah ngantuk?


πŸ’Œ Gisya


Abang mah ngegodain terus ih! Adek belum ngantuk, Abang lagi apa?


πŸ’Œ Bang Fahri ❀


Abang lagi tiduran sambil mikirin Adek. Kalo minggu depan keluarga Abang dateng, Adek sudah siap?


πŸ’Œ Gisya


InshaAllah, Adek siap Bang. Semoga segala niat baik kita di Ridhoi oleh Allah.


πŸ’Œ Bang Fahri ❀


Aamiin, sudah sekarang Adek tidur. Jangan lupa mimpiin Abang! Besok Abang ke Toko kalo sempat, Abang akan menceritakan keluarga Abang.


πŸ’Œ Gisya


Adek tunggu ya, Bang. Selamat tidur Tentara Hatiku ❀


πŸ’Œ Bang Fahri ❀


Selamat tidur Calon Makmumku 😘


Gisya merasa sangat bahagia, selayaknya orang jatuh cinta dia berguling-guling diatas kasurnya. Begitupun dengan Fahri, dia merasa hidupnya jauh lebih menyenangkan. Sepertinya malam ini pertamakalinya dia bisa tidur sangat nyenyak.


Hal lain dirasakan oleh kedua pasangan pengantin baru. Mereka terus saja berdebat tentang hal-hal yang tidak sewajarnya diperdebatkan.


"Pokonya aku gak mau tau ya, Ay. Kalo kita jadi pindah ke Jakarta, balkon Apartment kita harus dihias ala-ala cafe gitu. Dipasangin lampu pernak-pernik, terus kursi buat duduk santai. Biar aku betah disana." pinta Yuliana.


"Yaa Allah, yank. Apartment kita di Lantai 18, udah gitu balkonnya kan seuprit yank. Kamu diem disana bisa kebawa angin! Udah deh jangan aneh-aneh yank." kesal Jafran pada permintaan istrinya.


"Yaudah kalo gitu nanti kita cari Apartment yang jauh lebih luas balkonnya."


"Ulilku sayang, aku kan gak tiap hari pulang. Kalo kita pindah Apartment ribet lagi. Untuk sementara, kita tinggal dulu disana. Kalo nanti kita udah punya anak, baru kita cari Rumah atau Apartment yang baru, ya." tutur Jafran menjelaskan.


Mendengar kata anak, Yuliana menjadi gugup kembali.


"Duh, Jantungku sayang!" batin Yuliana.

__ADS_1


Jafran bisa melihat kegugupan istrinya, gemas rasanya melihat sang istri yang biasanya ceriwis sekarang malah terdiam karena gugup.


"Sholat sunah dulu yu, yank. Biar pernikahan kita berkah." ajak Jafran.


Yuliana hanya menganggukkan kepalanya.


Selesai sholat sunah, Yuliana mencium punggung tangan suaminya. Dan Jafran mencium kening istrinya. Dengan mengucapkan bismillah, Jafran mulai melancarkan aksinya melakukan sunah Rasul di malam pertamanya. (Gak perlu Author ceritain secara detail ya 😁 kalian travelling aja bersama pikiran kalian masing-masing 😜✌)


"Alhamdulillaahilladzii Khalaqa Minal Maa I Basyaraa, Terimakasih sayang, sudah menjaga dirimu. Semoga Allah segera memberikan keturunan untuk kita." ucap Jafran sambil mencium kening istrinya.


Yuliana tersenyum bahagia, akhirnya dia bisa menikmati Surga dunia dalam ikatan yang halal. Setelah pertarungan panas itu, mereka tertidur lelap saling berpelukan.


Pagi harinya, Gisya sudah berada di stasiun. Dia menemani Febri untuk mengantarkan Andi. Hari ini, Andi akan kembali ke tempat tugasnya di Magelang.


"Mas hati-hati dijalan, ya. Semoga selamat sampai tujuan. Dinda selalu mendo'akan Mas." ucap Febri yang memeluk erat Andi.


"Terimakasih Dinda selalu mendo'akan Mas. Kamu jaga diri dan jaga hati kamu untuk selalu bahagia. Mas akan selalu mencintai kamu sampai kapanpun." ucap Andi sambil mencium kening Febri.


"Hati-hati dijalan ya, Mas Andi. Jangan lupa kabari kami jika sudah sampai. Nanti Ebi bisa marah-marah kalo kamu gak ngabarin." ucap Gisya.


"Saya titip Dinda ya, Gisya. Tolong jangan biarkan dia menangis karena mikirin aku." tutur Andi.


"Apaan sih Mas! Aku akan selalu mikirin kamu, aku akan selalu menyebut nama kamu dalam do'aku Mas. Semoga Allah selalu melindungimu, sampai ketemu bulan depan di Pelaminan Mas."


"Aamiin sayang, Mas pergi. Jangan nangis, Iloveyou!"


Andi sudah masuk kedalam Stasiun, Febri merasa sangat berat berpisah jarak dengan calon suaminya. Tapi dia menguatkan diri, karena bagaimanapun nantinya dia pasti akan mengalaminya.


"Aamiin, Ca. Makasih banyak ya, udah nemenin aku nganter Mas Andi."


"Sarapan yuk, Laper!" ajak Gisya.


Merekapun sarapan pagi bersama di Stasiun Bandung.


Kedua pasangan pengantin baru pagi ini masih bergelung dalam selimut. Setelah menyelesaikan sholat subuh, mereka kembali tertidur karena mengulangi pergulatan panas mereka semalam. Terdengar bunyi ponsel diatas nakas. Jafran mendapat pesan dari grup para pria.


πŸ“© Pejuang Cinta~Slepret Boy!


*Andi Faturachman : Aku pamit ya temen-temen! Sudah ada dikereta ini. Do'akan selamat sampai tujuan.


*Syauqi Malik : Hati-hati dijalan, Mas. Cepetan diberesin surat-suratnya biar langsung 'SAH' kaya @JafrannyaUlil


*Fahri Putra : Selamat bertugas kembali, Ndi. Kami tunggu undangannya!


*Andi Faturachman : Aamiinn do'akan ya. Aku titip Dinda Febri ya! Kalau dia Rindu, katakan aku selalu dihatinya. 😁


*Syauqi Malik : Penganten slepret kemanaa nih!


*Andi Faturachman : Paling tumbang abis tempur! Wkwkwkwkwk


*Fahri Putra : Sepuluh Ronde kayaknya! Hahahaha


*Jafrannya Ulil : Berisiiikkk!! Jangan pada ngiri, beuhh nikmatnya Syurga dunia~ Cepet-cepet pada kawin makanya! Beuuhh nyesel banget, kenapa gak dari dulu!

__ADS_1


*Syauqi Malik : Duh 21+ Kaboooorrrrrrrr!!


*Andi Faturachman : πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


*Jafrannya Ulil : 😀😀😀😀😀


Mereka tertawa melihat ponselnya masing-masing. Sementara Jafran sangat kesal, mereka sudah mengganggu tidurnya.


Fahri menepati janjinya, selesai bertugas dia menemui Gisya di Toko kuenya. Dilihatnya sang pujaan hati sedang menata kue dalam etalase.


"Assalamu'alaikum Calon Makmum," sapa Fahri.


"Walaikumsalam Calon Imam!" Gisya tersenyum.


"Alhamdulillah sudah dianggap, Abang laper nih! Pengen Airflow cake dong."


"Abang duduk dulu, Adek bawain dulu cake nya ya!"


Sambil memakan kuenya, Fahri menceritakan tentang kehidupannya. Tentang kedua orangtuanya yang meninggal, dan tentang kedua orangtua angkatnya.


"Jadi apa kamu bisa menerima semua tentang Abang? Sebenarnya Abang takut, kamu tidak bisa menerima masalalu Abang." jujur Fahri.


"Bang dengerin baik-baik omongan Adek, ya. InshaAllah Adek siap lahir batin menjadi istri Abang. Adek siap menerima semua kekurangan dan kelebihan Abang. Orangtua Abang saat ini, itu akan menjadi orangtua Adek juga." Tutur Gisya.


"Terimakasih, Dek. Abang benar-benar merasa beruntung bisa dipilih olehmu."


Saat ini yang mereka butuhkan adalah saling menerima, apapun kekurangan dan kelebihan masing-masing. Dan bersikap saling terbuka, sebelum memulai Ibadah panjang yang akan mereka lalui. Yaitu sebuah Ikatan Pernikahan.


"Sebenernya, Abang punya satu rahasia. Dan hanya Andi yang tau. Tapi hari ini, Abang akan bilang sama kamu Dek." ucap Fahri.


"Rahasia apa Bang?" tanya Gisya.


"Abang sebenarnya memiliki sebuah Cafe di Puncak Bogor dan satu penginapan disana. Tapi orangtua Abang dan orangtua Andi sama sekali gak tau."


"Kenapa orangtua kalian gak tau?" Heran Gisya.


"Abang dan Andi dulu sama-sama menyisihkan tabungan untuk masa depan kami, sampai akhirnya saat kami di bogor ada yang menjual tanah dengan harga yang cukup dibawah pasaran. Abang mulai membangun penginapan dan Cafe dengan jerih payah kami. Sedikit-sedikit penginapan itu ramai di kunjungi. Banyak sekali yang menginap disana. Alhamdulillah, bisa untuk modal nikah kita." Tutur Fahri menjelaskan.


"Aku bangga banget sama Abang. Orangtua Abang juga pasti bangga. Jangan sembunyikan hal sebesar itu dari orangtua, Bang."


"Abang akan alihkan kepemilikan Cafe dan penginapan itu atas nama kamu dan Febri setelah kita menikah nanti. Karena itu adalah harta yang Abang miliki dengan jerih payah Abang sendiri. Suatu saat kita bisa gabungkan Cafe dan toko kue milik kamu. Kita bisa buka cabang 'Caca Bakery' disana." tutur Fahri.


"Aamiin Bang, apapun boleh Abang lakukan. Asal jangan lupa pada Ridho orangtua." nasehat Gisya.


* * * * *


Maaf telat Up πŸ™


Semoga suka dengan ceritanya!


Dukung terus Author 😘


Salam Rindu, Author ❀

__ADS_1


__ADS_2