
Fahri dan keluarganya sudah tiba di kediaman Gisya. Dengan disambut oleh Uwak Yusuf dan Syauqi. Sedangkan Bunda Syifa masih didalam kamar Gisya bersama Febri dan Yuliana. Mereka baru saja membetulkan make up yang berantakan karena menangis.
"Fa, ayo kita kedepan! Keluarga Fahri sudah sampai." ajak Umma Nadia.
Bunda Syifa berjalan dengan anggun, dilihatnya semua sahabatnya sudah duduk di kursi tamu yang paling depan. Dia sangat beruntung dikelilingi oleh sahabat-sahabat yang selalu ada disisinya. Saat rombongan keluarga masuk, mereka malah saling berteriak.
"Rismaaaaaa!!" teriak Syifa, Lia, Nadia dan Rini.
"Rempooooongggg!!" teriak Risma yang tak kalah kaget.
Semua orang disana merasa kaget dan keheranan. Bahkan Fahri tidak bisa berkutik ketika sang ibu menabraknya demi berpelukan dengan ibu-ibu itu.
"Yaa Allah, kamu kemana aja Risma! Kami mencari-cari alamat kamu gak ketemu, kami cari kontak kamu juga gak nemu!" tutur Nadia yang sudah berderai airmata.
"Kami rindu kamu Rismaaa!" ucap mereka serempak.
"Tunggu! Jadi yang akan jadi besanku itu kamu Fa?" tanya Risma.
"Iya Ris, kita akan besanan! MashaAllah dunia itu sempit banget." ucap Syifa.
"Eekhheemmmm! Bunda, Mama. Tolong reuniannya nanti lagi ya, ini kapan dimulai acaranya kalo reunian dulu." Ucap Fahri.
"Ih kamu Bang! Gak sabaran banget sih! Ini mah kamunya aja yang gak sabar pengen ketemu Giysa." kesal Risma.
"Bener kata Fahri, kita mulai dulu Acaranya. Setelah itu kita bisa ngobrol sepuasnya!" ucap Mama Rini menengahi.
Akhirnya mereka sudah duduk di kursi masing-masing. Acara dimulai dengan penyambutan kedua keluarga.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang Bapak/Ibu dan segenap keluarga yang kami hormati. Terimakasih kami ucapkan karena telah berkenan menerima dan menyambut kedatangan kami sekeluarga dengan baik. Kami datang jauh-jauh dari Palembang untuk memanjangkan tali silaturahmi dengan keluarga disini. Ada peribahasa 'Tak kenal maka tak sayang'. Maka dari itu izinkan saya memperkenalkan diri. Nama saya Hari Prabowo dan ini istri saya Risma. Sepertinya calon besan sudah kenal baik dengan istri saya. Dan ini Fahri Putra Pratama, putra pertama kami yang terus merajuk seperti anak kecil agar kami segera datang kemari. Dan yang sedikit gagah ini, adalah Fabian Prasetyo putra kedua kami." tutur Papa Hari dengan sesekali melontarkan candaan agar suasana tidak tegang.
"Sebelumnya kami ingin mengucapkan Selamat Datang di Bandung, di Rumah sederhana kami. Dan kami ucapkan terimakasih sudah berkenan jauh-jauh dari Palembang untuk bersilaturahmi dengan keluarga kami. Terus terang, kedatangan rombongan keluarga calon besan terutama Nak Fahri sudah sangat kami tunggu-tunggu. Alhamdulillah kami sudah mengenal keluarga Bapak Hari, maka kali ini izinkan saya memperkenalkan keluarga kami. Saya bukanlah Ayah dari Gisya. saya Yusuf kakak dari Wahyu, almarhum Ayahnya Gisya. Yang disamping saya ini Syifa, Ibu dari Gisya dan disebelahnya adalah Muhamad Syauqi Malik adik dari Gisya."
"Alhamdulillah sekarang keluarga kita sudah saling mengenal Pak. Tapi sepertinya putra kami ini sudah tidak sabaran. Izinkan saya mewakili putra pertama saya untuk menyampaikan maksud kedatangan kami sekeluarga. Kami bermaksud untuk melamar Gisya Kayla Nursalsabila untuk putra pertama kami. Semoga niat baik kami, diterima juga dengan baik."
"Bismillahirahmanirahim, kami sekeluarga menerima niat baik keluarga Bapak. Kami memang sangat mengharapkan Nak Fahri untuk menjadi bagian dari keluarga kami. Tapi segala keputusan ada di tangan putri kami. Maka dari itu izinkan saya untuk memanggil putri saya, untuk mendengarkan jawabannya secara langsung."
__ADS_1
Uwak Ais memanggil Gisya untuk keluar menemui Fahri. Gisya berjalan diapit oleh kedua sahabatnya. Fahri sangat terpesona melihat wanita yang paling dicintainya. Gisya memakai kebaya berwarna silver dan rok batik yang sama dengan yang Fahri gunakan. Dengan gugup Gisya duduk diantara Bunda dan Uwak Yusuf. Fahri mulai berdiri dari duduknya, dia mengambil setangkai bunga.
"Bismillahirahmanirahim, Gisya Kayla Nursalsabila izinkan abang mengutarakan niat baik ini. Maukah Adek menjadi istri Abang, menjadi teman hidup Abang, menjadi ibu dari anak-anak Abang nantinya. Jujur saja Abang tidak mau menjanjikan sesuatu, karena Abang takut tidak bisa menepatinya. Tapi Abang akan berjanji satu hal, Abang akan terus berjuang hidup untuk menemanimu. Jadi apakah Adek berkenan menerima Abang?"
"Sebelumnya Adek ucapkan terimakasih kepada seluruh keluarga Abang yang sudah hadir disini. Adek sangat bahagia melihat banyaknya orang yang hadir di Acara ini. Bismillah, Adek menerima lamaran Abang. InshaAllah Adek sudah siap lahir batin untuk mendampingi Abang. Adek siap menerima segala takdir yang Allah tetapkan."
"Alhamdulillahhhh," ucap semuanya serempak.
Bunda Syifa memeluk erat putrinya, lalu dia memasangkan cincin dijari manis Fahri. Begitupun dengan Risma, dia memakaikan perhiasan milik Desi kepada Gisya.
"Ini adalah perhiasan peninggalan Ibu kandung Fahri. Beliau menginginkan orang yang akan menjadi istri Fahri memakai perhiasan ini. Dia selalu berharap jika Fahri akan selalu mencintai istrinya seperti dia menyayangi Ibunya. Mama mohon, jaga baik-baik dan Mama berterimakasih kamu sudah menerima Fahri." ucap Risma memeluk Gisya.
Selesai Acara, para wanita sedang berkumpul. Sungguh acara lamaran Fahri dan Gisya menjadi ajang reunian bagi orangtua mereka. Kelima ibu-ibu itu terus saling bercerita.
"Sekarang ceritain, kenapa kamu menghilang bagai ditelan bumi?" tanya Rini.
"Maaf ya, waktu itu Mas Hari ditugaskan mendadak ke Palembang. Mau tidak mau, aku harus ikut dengan Mas Hari. Aku gak sempet ngabarin kalian, setelah itu ponsel aku jatoh ke Laut waktu di kapal. Aku bener-bener lost kontak, bahkan sama Mama Papa juga. Aku kangen banget sama kalian!" tutur Risma.
"Kita juga kangen banget sama kamu, Alhamdulillah aku sama Lia besanan sekarang. Kita bener-bener jadi keluarga sekarang, ditambah Fahri sama Gisya." ucap Nadia.
"Iya Ris, InshaAllah kurang lebih 3 minggu lagi mereka menikah."
"MashaAllah takdir Allah itu memang luar biasa, siapa sangka kita bisa ketemu pas Acara lamaran gini. Anak-anak kita membawa pertemuan kita lagi." ucap Syifa.
Mereka terus melepas kerinduan, bercanda tawa bersama hingga melupakan para laki-laki yang belum makan sejak tadi.
"Gitu tuh Mama kamu, Bang. Kalo udah ngerumpi lupa anak sama suaminya belum dikasih makan!" kesal Fabian.
"Makanya ambil sendiri, kebiasaan kamu kalo ada Mama minta dimanja!"
"Kan mumpung aku ada, Bang. Kalo aku udah balik Akmil aja baru kerasa nangis-nangis."
"Gak boleh gitu, Bian. Selama Abang gak ada, kamu harus jagain Mama sama Papa. Usia mereka sekarang gak muda lagi."
"Iya Bang, aku paham kok!"
__ADS_1
Saat Fabian akan mengambil Kue dia melihat seorang gadis yang sangat dikenalnya.
"Syaina? Kamu syaina kan?" tanya Fabian.
"Bian?!" kaget Syaina.
Syaina dan Fabian satu SMP ketika dulu di Palembang. Mereka berpisah ketika Syaina pindah ke Bandung karena ibunya meninggal dunia.
"Jadi Bang Fahri itu kakak kamu?" tanya Syaina.
"Iya Ina, dia Abangku. Kamu siapanya Teh Caca?"
"Aku dulu cuman Reseller di Toko kue Teh Caca, tapi sekarang aku diminta Teh Caca buat jadi karyawan di tokonya."
"Ternyata Acara Lamaran ini bener-bener jadi ajang reunian," ucap Fabian.
Syaina dan Fabian terus berbincang-bincang, tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan. Syauqi benar-benar kacau, melihat Syaina yang akrab dengan Fabian membuat hatinya sakit. Syaina telah berhasil memporak porandakan hati Syauqi. Yuliana yang berada disamping Syauqi merasa heran.
"Kamu kenapa sih Uqi? Meresahkan banget! Tuh air gelas cup udah tumpeh kemana-mana!" kesal Yuliana.
"Astaghfirulloh Teh Ulil bikin kaget!"
"Lagian kalo cemburu tuh bilang, kamu sama si Caca sama aja. Buta kalo urusan cinta!"
Syauqi pergi darisana, dia memilih untuk menghampiri Fahri dan Gisya yang sedang videocall bersama Andi dan juga Jafran. Mereka tidak bisa hadir, Jafran sudah kembali bekerja sedangkan Andi sedang dalam penugasan sebelum mengambil cuti menikah.
Syaina menghampiri Gisya, dia membawa makanan untuk Gisya karena dari pagi dia belum makan apapun. Syauqi sama sekali tidak menghiraukan kehadiran Syaina dan itu membuatnya merasa sedih. Syaina sebenarnya sudah menyukai Syauqi saat pertamakali mereka bertabrakan, hanya saja sikap Syauqi yang jahil dan judes sering membuatnya kesal.
* * * * *
Ada apa yaa dengan SyaSya Couple??
Dukung Author terus ya!
Salam Rindu, Author ❤
__ADS_1