
Maaf Baru Up 🙏 Author masih dalam perjalanan pulang dari semarang 🙏
Boleh follow IG author @rindu.yuliana 🤗
Selamat membaca, semoga suka 🥰
* * * * *
Kejutan untuk Gisya kini sedang disiapkan oleh dua kubu. Yang pertama adalah keluarga Gisya dan yang kedua adalah pasukan Ibu-ibu Persit. Mereka bekerja sama untuk memberikan kejutan untuk Gisya. Fahri merasa terharu bisa didampingi oleh mereka, yang benar-benar tulus menyayangi dia dan keluarganya. Kini Ibu-ibu Persit sedang bekerja sama untuk membuat dekorasi Acara Aqiqah anak pertama Fahri. Sekaligus kejutan akan kedatangan Quera ke Indonesia.
Acara Aqiqah akan dilaksanakan dirumah milik Fahri, sementara Gisya saat ini sedang berada dirumah Bunda Syifa karena suaminya sedang bertugas.
"Mohon ijin Bu Danki, kalo dekorasinya bernuansa biru muda saja bagaimana? Kita buat dekorasi seperti langit-langit dan awan. Sementara untuk Quera, kita buatkan saja dekorasinya bernuansa pink kuda poni." usul Andina pada Fatimah.
"Boleh juga Bu Dzikri, saya sangat setuju. Nanti akan saya hubungi Teh Ebiw dan Teh Ulil agar dekorasi kue dan makanan lainnya disesuaikan." ucap Fatimah.
Rumah Gisya dan Fahri kini sedang dibuat dekorasi oleh Ibu-ibu Persit, sedangkan Febri dan Yuliana sedang membantu Syaina untuk membuat kue dan makanan lainnya.
"Ina, kamu sama Farida bikin Airflow cake nya agak banyakan ya! Soalnya kan kue itu favorite nya Fahri. Terus jangan lupa bilangin Uqi buat jemput Mama Risma." ucap Febri.
"Siap Teh Ebiw, laksanakan!" jawab Syaina.
"Eh, main siap-siap aja! Ini gimana judulnya masakan Aqiqah?" kesal Yuliana.
"Kuserahkan padamu!" jawab Syaina dan Febri bersamaan.
"Huft! Biw jangan lupa tanyain Umma, anak-anak aman kan?" tanya Yuliana.
"Aman! Tenang aja, kalo nangis juga kedengeran hebohnya!" ucap Febri.
Sementara Gisya saat ini sedang merasa khawatir, pasalnya sejak berangkat bertugas hingga tiga hari ini suaminya itu belum memberikan kabar. Gisya hanya merasa takut sesuatu terjadi pada suaminya.
"Dek, kok Ayah belum telpon Bunda ya? Semoga Ayah baik-baik aja ya, Nak. Kita do'ain Ayah sama-sama ya! Setelah Ayah pulang, kita syukuran Aqiqah Adek ya." ucap Gisya pada bayi mungil itu.
Semuanya dikerahkan oleh Fahri untuk membuat kejutan terbaik untuk istrinya. Sebenarnya dia juga sangat merindukan istri dan anaknya, tapi demi semua kejutan itu dia menahannya. Begitu juga dengan Quera, dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Bundanya. Quera selalu menanyakan Gisya.
"Ayah apan kakak temu Mbun? Kakak angen Mbun." ucap gadis kecil itu.
"Sabar ya sayang, besok kita ketemu Bunda. Kita mau kasih kejutan buat Bunda, kakak mau kan bikin Bunda seneng?" tanya Fahri.
"Mau Yah! Kakak mau bitin Mbun ceneng." antusias Quera.
Syauqi sang komandan kejutan sibuk mengurusi semua urusan. Termasuk menjemput mertua Kakaknya itu. Sepulang bertugas, Syauqi bergegas menuju ke Bandara untuk menjemput Mama Risma. Dia sudah telat selama setengah jam. Sesampainya di Bandara terlihat Mama Risma sedang menggerutu pada Papa Hari.
__ADS_1
"Assalamualaikum! Maaf Ma, Pa tadi dijalan macet banget!" ucap Syauqi.
"Walaikumsalam! Hemmm.. Macet apa macet Qi?" tanya Mama Risma.
"Seriusan macet Ma! Sumpah demikian dan terimakasih deh!" tutur Syauqi.
"Dasar anak nakal!" kesal Mama Risma.
Keluarga Fahri akan diantarkan ke rumah Gisya. Mama Risma tersenyum penuh haru ketika melihat banyak sekali Ibu-ibu berseragam olahraga Persit sedang membantu dekorasi rumah putra dan menantunya itu.
"Terimakasih ya semuanya, sudah membantu membuat kejutan ini untuk menantu saya. Semoga kebaikan kalian dibalas oleh Allah." tutur Mama Risma.
"Mohon ijin Bu, sudah tugas dan kewajiban kami saling memperhatikan. Kami adalah keluarga besar, maka kami dengan senang hati menyiapkan semua ini. Bahkan Bu Danton sudah menyiapkan kado yang besar untuk Acara ini." ucap Fatimah.
"Alhamdulilah, kalo begitu kalian semua ini adalah keluarga saya juga. Jadi jangan sungkan ya!" ucap Mama Risma.
Andina dan Fatimah sangat antusias menyiapkan kejutan ini. Hingga mereka tidak menyadari kehadiran suami mereka disana. Begitupun dengan Gisya dan Febri, mereka sibuk memasak dan sama sekali tidak menyadari kehadiran Jafran.
"Assalamualaikum!" teriak Jafran saat masuk kedalam dapur.
"Astagfirulloh, anak tuyul! Baba kebiasaan banget teriak-teriak!" kesal Yuliana.
"Heh mau jadi istri durjanah? Suami sendiri dikatain anak tuyul! Si Maul apanya tuyul kalo gitu! Lagian anteng banget masak, sampe suaminya dateng gak disambit!" kesal Jafran namun membuat semua ibu-ibu disana tertawa terbahak-bahak.
"Mohon maaf nih Ibu-ibu baju hijau dan Ibu-ibu rempong! Saya lagi kesel bukan lagi stand up comedy!" ucap Jafran.
"Hahaha abis kamu ngomongnya ngaco! Si Maul bibit tuyul kalo kamu anak tuyul. Dimaklumi dong, kan kita lagi riweuh masak! Kamu mau disalahin kalo masakannya gak enak?" tanya Febri membuat Jafran semakin dongkol.
"Terserah Ibu-ibu aja deh! Ibu-ibu mah emang selalu benarrrrr." tutur Jafran.
Mereka tertawa terbahak-bahak, termasuk Zaydan. Dia memandang wajah Febri yang sedang tertawa bahagia. Hatinya terasa damai, wajah Febri sungguh meneduhkan hatinya. Dia bahkan merutuki kebodohannya sendiri, yang membuat Febri menjauh darinya. Jafran bersama bapak-bapak lainnya membantu memasang lampu-lampu hiasan didepan pintu Rumah Gisya dan Fahri.
Ibu-ibu persit terus mengawasi para bapak-bapak itu.
"Bang itu jarak lampunya jangan terlalu jauh! Jadinya gak bagus!" ucap Andina.
"Hm. Oke Abang deketin lampunya." ucap Dzikri sambil membetulkan posisi lampunya.
"Ish! Itu kedeketan Bang Dzikri! Kalo terlalu deket juga malah gak indah jadinya. Coba Baba aja yang pasangin!" pinta Yuliana sambil memarut kelapa.
"Kok Baba sih? Udah si Bang Dzikri aja. Dia mah ahlinya Mi." ucap Jafran.
"Lalu kamu ahlinya ngapain Baba?!" kesal Yuliana.
__ADS_1
Sebelum menjawab, Jafran tersenyum bahagia seolah membayangkan sesuatu.
"Ahlinya mencetak anak-anak!" celetuk Jafran yang dihadiahi lemparan potongan kelapa.
"Awww! Sakit Ulet pucuk! Awas ya Mi, gak Baba kasih jatah buat skincare!" kesal Jafran.
"Yakiiiiinnnn mau ngancem?!" tanya Yuliana. Seketika Jafran terdiam.
"Enggak jadi! Jatah skincare Ummi aman." ucap Jafran tersenyum kaku.
"Heleeehhh! Pak Pilot takut sama Co Pilot ternyata." ledek Gilang.
"Hih! Kamu juga komandan tetep aja takut sama ancaman macan betina mah." jawab Jafran membuat para ibu-ibu semakin tertawa.
Keluarga Gisya benar-benar menjadi panutan, bahkan seluruh ibu-ibu Persit sangat kagum terhadap sosok Gisya dan keluarganya. Maka dari itu mereka tidak sungkan unruk membantu kejutan untuk Gisya. Bahkan setelah selesai mendekorasi, mereka membantu Febri dan Yuliana dalam membuat masakan.
Febri pamit sebentar untuk melihat anak-anak yang sedang bersama Umma Nadia. Namun saat Febri membuka pintu kamar, dilihatnya Zaydan sedang menggendong Cyra. Zaydan tersentak kaget saat melihat Febri didepan pintu.
"Maaf, tadi Bu Nadia sedang pergi keluar sebentar. Jadi Mas yang jaga anak-anak, Cyra udah minum susu barusan. Jadi Mas eyong biar cepet tidur." ucap Zaydan.
"Saya yang harusnya minta maaf karena sudah merepotkan. Biar saya gendong Cyra, lebih baik anda tunggu saja diluar." ucap Febri dingin.
"Kamu masih marah sama Mas?" tanya Zaydan sambil memberikan Cyra pada Febri.
Febri tidak menjawabnya, para Ibu-ibu Persit yang melihat itu merasa kasihan terhadap Zaydan. Mereka berinisiatif untuk menyatukan keduanya saat Aqiqah Baby Ain nanti.
"Sepertinya kita harus segera menyambut anggota baru!" bisik Fatimah.
"Tentu saja Bu Danki!" bisik Andina.
Sementara Zaydan langsung keluar dari kamar anak-anak dengan wajah lesu.
* * * * *
Bagaimana kelanjutannya? Tunggu yaa ❤
Sukak gak ceritanya?
Maaf ya ngebosenin!
Dukung Author terus ya!
Salam Rindu, Author❤
__ADS_1