
Risma terus mondar-mandir dihalaman Komplek yang dia sendiri tidak tau dimana. Dia terpisah dengan sahabat-sahabatnya saat sedang berada di Pasar Mingguan yang berada disepanjang Komplek. Tadi pagi, dia bersama keempat sahabatnya berjalan-jalan, namun Risma tidak sengaja terpisah saat dia sedang melihat-lihat jilbab. Dia terus mencari keberadaan sahabatnya itu hingga keluar Komplek. Risma tidak tau sedang berada dimana.
"Ini dimana sih? Pake ketinggalan segala lagi! Mereka gak sadar apa kalo aku ketinggalan." gerutu Risma sambil terus berjalan.
Sementara keempat sahabatnya itu saat ini sedang menikmati lontong dan sate jando. Tiba-tiba Lia teringat pada sahabatnya itu. Dia celingak celinguk mencari Risma.
"Yaa Allah! Risma ketinggalan." Ucap Lia yang membuat semuanya tersedak.
"Astaghrifulloh, kok bisa aku lupa sama besan!" tutur Syifa.
"Cepet kamu hubungin Uqi, si Risma kan udah lama gak ke Bandung. Pasti dia gak hafal jalan sini! Mana hp nya ada di tas aku." panik Nadia.
Syifa segera menghubungi putranya, dia benar-benar khawatir pada sahabatnya itu.
In Call
🧒 "Assalamualaikum Bun, ada apa?"
🧕 "Walaikumsalam! Uqii tolongin Bundaa."
🧒 "Bunda kenapa? Jangan bikin Uqi khawatir!"
🧕 "Mertua Teteh kamu ilang! Tolong Bunda buat cariin dia."
🧒 "Hah?! Kok bisa ilang Bun? Emang gak dituntun?"
🧕 "Jangan banyak tanya! Cepet bantu cari! Bunda di Pasar Minggu!"
End Call
Syauqi kesal karena Bundanya menutup telponnya secara sepihak.
"Ih si Bunda! Gak tau apa kalo anaknya ini lagi ngapel!" kesal Syauqi yang sedang bersama dengan Syaina.
"Kenapa A? Kok marah-marah?" tanya Syaina.
"Mama Bang Fahri ilang, Aa disuruh bantu cari." ucap Syauqi.
"Yaa Allah! Hayuuk atuh A kita cari." ajak Syaina.
Syauqi semakin kesal, pasalnya hari ini dia akan mengajak Syaina pergi jalan-jalan. Sebelum masuk mobil dia mengirim pesan kepada kakak iparnya.
✉️ Syauqi
Bang! Mama Abang ilang di Pasar Minggu. Hayuk bantu Uqi sama Ina cari! Kita tunggu didepan gerbang!
Fahri yang baru saja menyelesaikan sarapannya segera berlari mengambil kunci motor. Gisya heran melihat tingkah suaminya itu.
"Abang mau kemana?" teriak Gisya menghentikan Fahri.
"Mama ilang di Pasar Minggu, Dek!" panik Fahri lalu dijewer oleh Gisya.
"Abang mau nyariin Mama pake koloran doang?!" kesal Gisya.
"Astaghfirulloh, untung Abang belum keluar Dek." ucap Fahri.
Gisya dan Fahri sudah menaiki motornya, dilihatnya Syauqi dan Syaina sudah berada disana. Syauqi menertawakan kakak iparnya itu, dia memakai celana panjang warna pink milik istrinya.
__ADS_1
"Hahahahaha, sejak kapan Bang celana training Tentara jadi warna pink." ledek Syauqi.
"Jangan banyak ngomong! Mau dipecat kamu jadi adik ipar!" kesal Fahri.
Mereka pun sampai di Pasar Minggu, disana sangat ramai. Pantas saja Ibunya hilang, pikir Fahri. Mereka mengampiri keempat ibu-ibu yang sedang panik itu.
"Bun, kok bisa Mama ilang?" tanya Gisya.
"Tadi kita lagi jalan bareng-bareng kok! Tapi pas begitu sampe ditempat makan, Risma gak ada. Kayaknya dia ketinggalan, Bunda sih jalan didepan sama Umma. Risma jalan dibelakang sama Mami Lia sama Mama Rini." jelas Bunda.
"Tenang! Kita cari sama-sama, Umma juga udah panggil bala bantuan." ucap Umma.
Selang berapa lama datanglah Jafran dan Yuliana, duo pasangan paling absurd.
"Chacha Maricha Heyhey! Kangeeennnn." teriak Yuliana yang keluar dari mobilnya lalu memeluk Gisya.
"Ulil Ulet Pucukku!! Kangen banget banget!" ucap Gisya membalas pelukan.
"Hey wahai para wanita! Please deh, lagi siaga 1 malah pelukan!" kesal Jafran.
"Iya kamu Dek, mertua ilang malah reunian." kesal Fahri.
"Maaf Bang, Caca kan refleks." ucap Gisya.
"Kalahkah berantem! Hayuk mencar cari Mama Risma." ujar Jafran.
Mereka berpencar untuk mencari Risma. Namun sudah hampir siang, mereka belum menemukannya. Mereka semakin panik, terutama Gisya dan Fahri.
"Gimana kalo kita cari keluar komplek sini Bang? Siapa tau Mama nyasar." ujar Gisya.
Sementara disisi lain, Yuliana dan Jafran sudah mencari keluar Komplek. Lumayan jauh mereka keluar komplek, Yuliana melihat Risma yang sedang duduk di trotoar jalan.
"Yaa Allah Baba! Itu kan Mama Risma! Hayuk samperin!" ajak Yuliana.
"Astaghfirulloh Ummi! Istri Mayor Jendral duduk dipinggir jalan, bisa viral ini!" celetuk Jafran. Mereka menepikan mobilnya dan menghampiri Mama Risma.
"Allahu Akbar Mama! Lagi ngapain Mama duduk disini?! Hayuk kita pulang, bisa viral ini mah!" tutur Jafran lalu menuntun Mama Risma.
"Kaki Mama sakit! Jalan jauh banget, mana Mama lupa duit sama hp di tas Umma kamu." kesal Mama Risma.
"Lagian Mama gak elit banget, pake nyasar segala! Emang Mama gak nanya ke orang?" tanya Yuliana.
"Enggak lah! Gengsi Mama! Sekarang Mama gak mau tau, kasih Mama makan dulu. Mama udah laper banget."
Akhirnya Yuliana dan Jafra membawa Mama Risma ke salahsatu Restoran siap saji.
"Mama nyasar tadi pagi kan? Kok kaya orang yang gak makan 2 minggu!" celetuk Jafran.
"Kamu gak ikhlas nih beliin Mama makan?" kesal Mama Risma.
"Allahu Rabb, ikhlas Ma. Ridho lillahi ta'ala." jawab Jafran.
"Kalo Ridho, tambahin lagi burger 2. Mama butuh tenaga buat ngehukum Emak-emak Rempong!" ucap Mama Risma.
Yuliana dan Jafran terheran dengan sikap Mertua sahabatnya itu. Jafran mengirim pesan kepada Fahri untuk memberitahukan jika ibunya sudah ketemu.
✉️ Jafran
__ADS_1
Cepet ke HFC sekarang! You're Moms here! My money is gone because you're Moms! 🤬
✉️ Fahri PP
Otw! 🛵💨💨
Setelah mendapat pesan dari Jafran, mereka segera menuju kesana.
"Yaa Allah Mama! Caca sama Abang panik tau, Ma! Mama kemana aja sih?" tutur Gisya.
"Iya nih, Mama kok bisa nyasar gitu? Makanya kalo jalan-jalan jangan jauh sama yang lain. Gimana coba kalo ada apa-apa sama Mama." ucap Fahri.
Tiba-tiba Risma meneteskan airmatanya. Membuat para ibu-ibu merasa bersalah.
"Kalian malah marahin Mama! Tadi Mama lagi liat Jilbab, gak taunya ditinggalin. Mama kelaperan jalan jauh banget! Pokoknya Abang beliin Mama ayam HFC yang bucket besar sama paket burger!" Pinta Mama Risma.
"Iya Ma, Abang beliin semua yang Mama mau." ucap Fahri.
"Maafin kita ya, Ris. Gak seharusnya kita ninggalin kamu. Maaf ya." lirih Mami Lia.
"Gak apa-apa, tapi kalian harus beliin aku Jilbab. Tadi kan aku gak jadi beli, kan dompet sama hp aku titip di Nadia." ucap Mama Risma
"Iyaa pasti kita beliin." jawab mereka serempak.
Yuliana dan Jafran saling tatap. Pasalnya tadi Mama Risma mengatakan akan memberikan hukuman. Saat ini mereka sedang berada disalah satu toko Jilbab terbesar dj Bandung. Mereka semua dipaksa ikut kesana termasuk Syauqi dan Syaina.
"Ohh gini ternyata cara Emaknya si Fahri ngasih hukuman, Mi." bisik Jafran.
"Iya Ba, keliling satu toko! Pantes aja tadi bilang butuh tenaga." bisik Yuliana.
"Kalian bisik-bisik apa sih?" bisik Fahri ditelinga Jafran.
"Monyet kampret lu, Ri. Kaget tau! Untung ini jantung udah paten!" kesal Jafran.
"Lagian pake bisik-bisik segala, udah kaya tetangga aja doyan bisik-bisik." ucap Fahri.
"Kepoo!!" kesal Jafran.
Mereka sudah sangat lelah, sementara para ibu-ibu masih asyik berbelanja.
"Sumpah! Uqi ogah banget nganter ibu-ibu shopping lagi! Ini tangan, bukan besi. Udah 10 kantong ini!" kesal Syauqi.
"Tau tuh! Padahal waktu nyasar bilang kakinya sakit, lah sekarang malah kuat seperti power ranger! Ini 5 kantong tapi guedeee Syauqiii. Berapa kantong tuh yang kamu bawa, Ri?" tanya Jafran.
"Kalian mending, bawa kantong banyak gak jadi perhatian. Gak liat tuh ibu-ibu daritadi ngeliatin aku?" kesal Fahri.
Jafran dan Syauqi tertawa terbahak-bahak.
"Lagian Abang pake training pink! Tentara kok hello kitty." ledek Syauqi.
"Heh! Ini juga karna kakak kamu Syauqiii." kesal Fahri.
* * * * *
Dukung terus Author ya!
Salam Rindu, Author ❤
__ADS_1