Menanti Cinta Sang Abdi Negara

Menanti Cinta Sang Abdi Negara
Bab 57. Penjelasan Fahri


__ADS_3

Sudah seminggu ini Fahri mencari bukti jika dia tidak pernah melakukan hal yang tidak senonoh denngan Zahra. Dia sudah sangat merindukan istri dan calon anaknya itu. Gilang dan Dzikri juga turut membantu Fahri. Bahkan Fahri sampai lupa makan dan beristirahat.


"Sabar dan berdo'alah, ini ujian rumah tangga kalian." Ucap Gilang.


"Siap! Terimakasih Danki." lirih Fahri.


Sementara Gisya, dia menyibukkan diri dengan mengurus tokonya kembali. Gisya tidak ingin berlarut dalam kesedihannya. Sebenarnya dia pun sangat merindukan suaminya, tapi hatinya terlalu sakit mengingat ucapan Zahra. Rupanya kabar itu sudah sampai ke telinga Febri dan Yuliana. Mereka menyempatkan untuk menemani Gisya, bahkan si kembar sampai dibawa untuk menghibur Gisya.


Febri berjalan dengan hati-hati, karena perkiraan lahirnya sudah dekat. Sementara Yuliana menggendong si kembar dibantu oleh Umma Nadia.


"Aduh! Awas hati-hati, Umma snewen liat kamu Ebiw!" ucap Umma.


"Huh! Udah eungap banget Umma kalo jalan!" keluh Febri


Mereka sudah masuk kedalam Toko, dilihatnya Gisya sedang duduk mengelap etalase. Perutnya pun sudah mulai membesar, jadi Gisya kesulitan untuk berjongkok.


"Yaa Allah si utun! Bebersih aja, udah istirahat." pinta Yuliana.


"Astaghfirulloh, Ummi! Ucap salam kalo dateng, gak malu apa sama si Maul sama si Mail!" Kesal Gisya yang kaget.


"Heh! Namanya Alan sama Alana ya, enak aja Maul Mail! Makanya orang hamil tuh jangan ngelamun Neng!" tutur Yuliana.


Gisya menghela nafasnya, dia tiba-tiba memeluk Yuliana yang masih menggendong Alana. Gisya menangis terisak dipelukan Yuliana.


"Udah! Cup cup cup! Semuanya akan baik-baik aja, percayalah suami kamu gak akan pernah mengkhianati kamu." ucap Yuliana mengelus punggung Gisya.


"Pengen rasanya aku percaya, Lil. Tapi rasa sakit akan pengkhianatan itu masih membekas, aku takut Bang Fahri khilaf." lirih Gisya.


"Allah sudah mengatur kehidupan manusia, serahkan semuanya sama Allah. Ini ujian untuk rumah tangga kalian, sejauh mana kalian akan bertahan." ucap Umma Nadia.


Febri hanya bisa menatap sahabatnya itu, sungguh dia merasa perihatin dengan apa yang dialami oleh Gisya saat ini. Febri mengirim pesan kepada Fahri, dia ingin bertemu dengan Fahri. Dia ingin tau kejadian yang sebenarnya.


Ponsel Fahri bergetar, dia membuka pesan yang dikirimkan oleh Febri.


✉️  Febri


Temui aku di Cafe dekat Toko, aku sama Yuliana mau bicara!


Fahri segera bergegas menuju Cafe yang disebutkan oleh Febri. Sementara Febri meminta Gisya untuk menggendong Alana. Dia mengajak Yuliana keluar dengan alasan membeli makanan. Yuliana keheranan dengan tingkah Febri, pasalnya mereka baru saja makan.


"Kamu laper apa doyan sih Biw! Perasaan baru makan deh!" heran Yuliana.


"Ish! Kita ketemu di Cafe depan sana sama Bang Fahri, kita harus tau dulu cerita yang sebenarnya." ucap Febri menjelaskan.


"Kenapa gak bilang daritadi! Ayo cepet!" ucap Yuliana sambil berjalan.


"Wooyyyy! Orang bunting gak bisa jalan cepet!" Kesal Febri yang sudah ngos-ngosan.

__ADS_1


Mereka melihat Fahri sudah duduk dengan cemas disana.


"Jadi bisa Abang jelasin?!" ucap Yuliana to the point pada Fahri.


"Duduk dulu lah! Pesen minum dulu! Aku cape!" ucap Febri.


Setelah memesan minuman akhirnya Fahri menceritakan kejadian yang sebenarnya.


Flashback On


Fahri sedang membantu mengevakuasi korban yang tertimbun tanah longsor, saat itu dia sedang menemani sopir mengendalikan alat berat. Namun tiba-tiba, tanah yang di angkut menimpa beberapa relawan. Salah satunya adalah Zahra. Fahri segera membawa Zahra dan beberapa orang lainnya ke tenda darurat. Zahra tertimpa tanah yang terdapat batu yang cukup besar, hingga dia mengalami luka dikepalanya. Sedangkan yang lain dalam kondisi baik-baik saja.


"Pasien mengalami luka di kepala, saya kira lukanya cukup ringan. Tapi sepertinya harus melakukan pemeriksaan lanjutan." ucap dokter.


"Baik dokter, saya akan membawa dia ke Rumah Sakit." Tutur Fahri.


Fahri melaporkan semua kejadian itu kepada Gilang dan Dzikri.


"Lho, kok aneh Ri. Yang lain gak apa-apa kan? Kok bisa separah itu?" tanya Gilang.


"Aku gak tau Bang. Tadi dokter juga mengira lukanya ringan, tapi gadis itu gak sadar juga. Katanya harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, Bang." lirih Fahri.


"Yaudah, nanti kamu ditemani oleh Dzikri dan Pak Asep untuk membawa gadis itu ke Rumah Sakit. Jangan khawatir! Semuanya akan baik-baik aja." ucap Gilang.


Sesampainya di Rumah Sakit, Zahra segera melakukan pemeriksaan. Ternyata dari hasil rongsen yang Fahri terima, terdapat gumpalan darah dikepala Zahra. Hal itu yang membuat Zahra tidak sadarkan diri. Fahri sangat panik mendengar hal itu.


"Kamu sudah sadar? Sebentar saya panggilkan dokter dulu!" ucap Fahri.


Dokter pun datang untuk melihat kondisi Zahra, dokter bilang jika Zahra harus segera melakukan operasi. Fahri sangat panik, pasalnya dia harus segera kembali ke tempat evakuasi. Fahri meminta Pak Asep untuk menemani Zahra. Sebelum pulang, Fahri menyempatkan diri untuk menemui Zahra.


"Saya harus kembali ke tempat evakuasi, besok kamu akan di Operasi." ucap Fahri.


Zahra hanya menganggukkan kepalanya, tanda bahwa dia mengerti.


Hari sudah berganti pagi, Zahra rencananya hari ini akan melakukan operasi. Semalaman Fahri menemani Zahra bersama pak Asep. Fahri bahkan sampai tidur terduduk disamping ranjang Zahra. Saat Zahra akan memasuki ruang operasi, Fahri mendapatkan panggilan jika dia harus bergegas untuk kembali.


"Zahra, saya harus kembali bertugas. Sekali lagi maafkan saya, Pak Asep akan menunggu dan mengurus kamu hingga sembuh." ucap Fahri.


"Mas, boleh Zahra minta sesuatu?" lirih Zahra.


"Apa? Apa ada yang kamu inginkan?" tanya Fahri.


"Aku mau jadi pacar Mas Fahri." Ucap Zahra pelan.


Fahri tersentak dengan keinginan Zahra, dia tidak mungkin memacari gadis itu.


"Maaf, saya sudah punya istri. Dan istri saya sedang mengandung. Saya tidak bisa memenuhi permintaan konyol kamu!" ucap Fahri dengan tegas.

__ADS_1


Tiba-tiba Zahra mengaduh karena kepalanya sakit, Fahri pun sangat panik. Namun saat dia akan memanggil dokter, Zahra menahannya.


"Aku mohon Mas, aku ingin jadi kekasih Mas Fahri." lirih Zahra.


"Baiklah! Kamu harus sembuh, maaf sekali lagi aku sudah melukaimu." ucap Fahri.


"Janji? Mas harus berjanji!" pinta Zahra.


"Iya!" jawab Fahri singkat.


Flashback Off


Yuliana dan Febri hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Mereka sungguh kesal dengan kelakuan Zahra.


"Kayaknya ada udang dibalik bakwan deh!" celetuk Yuliana.


"Enak dong, Lil?!" kesal Febri karena celetukan Yuliana.


"Ish! Bang kenapa kamu gak minta bukti-bukti sama si Pak Asep-Pak Asep itu?" tanya Yuliana yang heran karena Fahri tidak bertindak cepat.


"Yaa Allah! Bener juga kamu Lil! Kenapa aku gak kepikiran ya?" lirih Fahri.


"Cinta emang bisa bikin orang jadi bodoh!" kesal Yuliana.


Fahri akhirnya memutuskan untuk menghubungi Pak Asep. Bahkan dia meminta Pak Asep untuk langsung menjelaskan kepada keluarganya.


Setiap malam, Gisya tidak bisa tidur. Dia hanya bisa tidur setelah memeluk baju milik suaminya. Sungguh Gisya sangat merindukan pelukan Fahri. Disepertiga malam, dia selalu  berdo'a untuk keutuhan rumah tangganya.


"Yaa Allah, aku serahkan semuanya kepadamu. Kuatkanlah hatiku, kuatkan lah hati suamiku. Berikan kami jalan keluar terbaik bagimu Yaa Allah. Izinkan hamba untuk tetap mendampingi suami hamba. Hamba sangat yakin, jika suami hamba tidak pernah melakukan hal seperti itu. Mudahkanlah jalan kami Yaa Allah."


Dua hari berlalu, Gisya sedang menunggu kedatangan suaminya. Dia tidak ingin munafik, sungguh rasa rindu ini menyiksa batinnya. Saat suaminya itu turun dari mobil, Gisya hendak berhambur memeluk suaminya. Tapi langkahnya terhenti, ketika melihat Zahra turun bersama Fahri.


"Mau apa kalian kesini?" tanya Gisya sinis.


"Kita mau minta izin buat nikah!" ucap Zahra yang membuat Gisya melemah.


Gisya hampir saja ambruk jika tidak ada Syauqi disampingnya. Syauqi sudah mengetahui tujuan Fahri kemari. Bahkan mereka sudah mengundang langsung keluarga Zahra.


* * * * *


Sukak gak ceritanya?


Maaf ya ngebosenin!


Dukung Author terus ya!


Salam Rindu, Author❤

__ADS_1


__ADS_2