Menanti Cinta Sang Abdi Negara

Menanti Cinta Sang Abdi Negara
Bab 69. Kejutan Pertama


__ADS_3

Suasana pagi ini terasa ricuh, para ibu-ibu masih bersiap-siap untuk memberikan kejutan Aqiqah Husain dan juga kedatangan Quera. Sejak subuh tadi, ibu-ibu Persit sudah standby di rumah Gisya dan Fahri. Mereka benar-benar patut diajungi jempol atas kekompakannya.


"Bu ibuu, jangan lupa pada sarapan dulu yaa! Anak-anak terutama, biar lebih semangat yaa! Kita butuh tenaga extra buat akting juga kan?" tutur Yuliana.


"Siap! Aman Teh Ulil." jawab Andina.


"Biw! Kok lama banget sih lap piringnya, bisa-bisa lebaran onta baru kelar!" kesal Yuliana.


Febri tidak menjawabnya, dia hanya mengelap piring dengan pikiran yang entah kemana.


Yuliana merasa kesal, hingga dia menggebrak meja. Membuat semuanya disana tersentak kaget. Termasuk Jafran dan bapak-bapak lainnya yang sedang meminum kopi.


Braaaaaakkkkk!!


"Astaghfirullohhh!!" teriak semua orang.


"Babi buntung, monyet juling, kecoa ngesot! Yaa Allah Ummiii! Ini kopi panas tumpah semua kebadan Baba! Ngapain sih gebrak-gebrak meja! Tuh liat anak-anak jadi snewen tau! Emang dasar Ulet Pucuk!" kesal Jafran sambil mengipas-ngipas bajunya.


"Iyaa Lil, ngapain sih kamu gebrak meja gitu!" kesal Febri.


"Eh mohon maaf nih ya Bu Udang, dari tadi dipanggilin napa kagak nengok Bu? Itu kuping ketutupan apaan sih? Ngelap piring aja khidmat banget, mengheningkan cipta kamu? Kalo pikiran kamu lagi gak bisa diajak kerjasama, udah sana jagain anak-anak." ucap Yuliana.


Febri menghela nafas panjang, Yuliana memang benar. Saat ini pikiran dan hatinya sedang tidak sejalan. Akhirnya Febri memutuskan untuk menemani anak-anak. Zaydan terus memperhatikan Febri yang sesekali tertawa melihat tingkah anak-anak sambil menggendong Cyra putri kesayangannya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang. Saat ini Fahri dan Quera baru saja datang di rumah mereka. Semua orang terpana melihat kecantikan Quera, terlebih mata indahnya yang berwarna biru. Namun Quera terlihat masih takut berhadapan banyak orang.


"Rara sayang, mereka semua adalah keluarga Ayah dan Bunda. Jangan takut Nak, sebentar lagi Bunda sama Dedek bayi kesini. Sekarang coba salim sama semuanya." pinta Fahri.


Quera beranjak dari pangkuan Fahri, satu persatu dia mencium tangan orang dewasa yang berada disana.


Jafran terpana dengan kecantikan gadis kecil itu, dia dan istrinya saling pandang. Fahri memperkenalkan kedua sahabat istrinya secara khusus kepada Quera.


"Kakak lihat Ayah, ini namanya Baba Jafran. Dia juga orangtua Rara, sama seperti Ayah. Baba yang akan menjaga kakak kalo Ayah lagi tugas." ucap Fahri.


"Hallo kakak cantik! Coba Baba mau tau namanya siapa?" tanya Jafran.


"Nama kakak Lala, Baba." jawab Quera dengan cadel.


"Oh namanya Lala, selamat datang kak Lala." ucap Jafran mengisengi Quera.


"Lala, butan Lala Baba!" kesal Quera.


Akhirnya Jafran mendapat hadiah tabokan dari istrinya.


"Udah sana! Anak aja kamu jailin!" kesal Yuliana. "Haii Kaka Rara, ini Ummi. Nama Umii Yuliana, tapi kakak panggil Ummi Ulil aja ya. Akhirnya Ummi bisa ketemu Rara, selamat datang dirumah ya anak baik." ucap Yuliana memeluk gadis kecil itu.

__ADS_1


"Macih Ummi, ini dedek capa Mi? Lutu ada dua dedeknya." ucap Quera antusias.


"Ini anak Baba sama Ummi, namanya Alan sama Alana. Mereka adik kaka Rara juga, jadi kakak harus sayang sama mereka ya." tutur Yuliana.


"Hallo ayan, ayana. Ni kakak Lala, mpet nde ya! Bial main cama kakak." ucap Quera sambil mengelus kedua pipi bayi itu.


"Nama anak Ane kenapa jadi ayan yak?" bisik Jafran pada Fahri yang membuat mereka tertawa.


Setelah itu, Quera menghampiri Febri yang sedang menggendong Cyra. Febri memang lebih sering menemani Gisya, terutama saat melakukan video call bersama Quera.


"Hallo Mama Mbiw, hallo dedek Cyla." ucap Quera memeluk Febri.


"Hai anak cantik Mama. Kakak udah besar ya sekarang, kakak sehat kan Nak? Sekarang udah gak ada yang sakit lagi kan?" tanya Febri dengan mata berkaca-kaca.


"Angan angis Ma. Kakak udah nde, kata Om Anda kalo kakak udah nde gak boleh angis. Kakak hebat ya Ma, munya epat dedek." antusias Quera.


"Iyaa kakak anak yang hebat, kakak udah makan? Tunggu sebentar lagi yaa, kita bakalan ketemu baby Ain sama Bunda." ucap Febri.


Quera langsung bisa berbaur bersama anak-anak yang lain. Fahri merasa lega, akhirnya Quera tidak lagi merasa ketakutan ketika bertemu banyak orang. Sementara dirumah Bunda Syifa, Syauqi sedang membujuk Gisya agar kakaknya itu bisa masuk kedalam jebakannya.


"Teh, hayuu atuh! Uqi jajanin deh, yang penting sekarang Teteh temenin dulu Uqi. Sama dek Ain juga dibawa aja." pinta Syauqi.


"Emang mau kemana sih? Teteh males ah kalo pergi-pergi, lagian belum ijin juga sama Bang Fahri. Teteh mah gak mau pergi kalo belum ijin." tolak Gisya.


Syauqi sudah kehabisan ide, sampai akhirnya Syaina ikut turun tangan.


"Yaa Allah hayuk cepetan Uqii!" panik Gisya.


Sepanjang perjalanan Gisya hanya menangisi nasib rumah hasil jerih payah suaminya itu. Bahkan saat ini dia hanya mengenakan daster rumahan, sambil menggendong putra kecilnya. Syauqi dan Syaina lagi-lagi membuat kejutan yang spektakuler untuk Gisya.


Sesampainya disana Gisya langsung keluar dari mobil sambil menggendong bayinya. Dilihatnya banyak orang yang sudah berkerumun, dengan asap yang keluar dari dalam rumahnya. Tapi anehnya Gisya tidak mencium bau terbakar. Saat masuk kedalam rumah, Gisya menghentikan langkahnya. Dia melihat semua orang berada disana dengan pakaian yang sangat rapi dan dekorasi rumah yang indah.


"Surpriiseeeeee!!" teriak mereka semua yang membuat baby Ain menangis.


"Yaa Allah kaliaan! Abaaangggg!" ucap Gisya berhambur dalam pelukan suaminya.


"Bunda suka kejutan ini?" tanya Fahri sambil memeluk istri dan anaknya itu.


"Kalian ini kebiasaan bikin jantung senam Aerobik! Si Ina bilang rumah kita kebakaran, makanya aku langsung panik. Jahat banget sih!" isak Gisya dalam pelukan Fahri.


"Inaaa! Uqiiii!" kesal Fahri.


"Idih! Salahin noh emaknya! Diajak jalan dibujuk susah banget, untung aja sayang aku kepikiran buat kasih kabar gitu. Akhirnya berhasil kan!" ucap Syauqi.


"Yaa gak gitu juga konsepnya! Untung tuh jantung si Caca gak balik kanan bubar jalan!" celetuk Jafran.

__ADS_1


Gisya melepaskan pelukannya, dia sangat terharu dengan kehadiran keluarga dan Ibu-ibu Persit yang berada disana.


"Udah udah! Makasih banyak yaa semuanya. Terutama Ibu-ibu Persit yang luar biasa ini, terimakasih banyak sudah membuat kejutan ini. Terimakasih banyak!" ucap Gisya.


"Bu Fahri, kami juga sangat bahagia bisa menjadi bagian dari kebahagiaan Ibu. Semoga keluarga Ibu selalu dilindungi oleh Allah." ucap Indri.


"Terimakasih Bu Indra atas do'anya." tutur Gisya.


Mama Risma dan Bunda Syifa menghampiri Gisya dan Fahri.


"Sini biar Mama gendong cucu kesayangan Mama." ucap Mama Risma.


"Sekarang Caca ganti baju dulu, sebentar lagi pengajian Acara Aqiqah Husain mau dimulai. Masa mau pake daster gitu." ucap Bunda Syifa terkekeh.


"Makasih banyak ya Bunda, Mama. Caca bahagia, bener-bener bahagia. Titip Adek ya, Ma. Caca mau ganti baju dulu sebentar." ucap Gisya.


Setelah memberikan putranya pada sang mertua, Gisya berjalan menuju kamarnya diikuti oleh Fahri. Namun langkah Fahri ditahan oleh Jafran.


"Eitttssss! Mau kemana Pak Bosss?!" tanya Jafran.


"Apaan sih Ba! Awasss aku mau temenin istriku ke kamar." kesal Fahri.


"Mohon maaf nih ya! Istri kamu itu mau ganti baju, dia juga bisa ganti sendiri kan. Jadii gak usah diikutin!" tutur Jafran dengan senyum devilnya.


"Ish! Aku kan kangen sama istriku! Udahh awas Baba boba markoba!" ucap Fahri.


Jiwa jahil Jafran kembali meronta-ronta. Dengan sengaja dia mengompori orangtua Fahri.


"Maa! Mama Risma! Si Abang mau ngadon duluu tuh! Masa istrinya mau ganti baju sampe diikutin!" teriak Jafran dan langsung dibekap mulutnya oleh Fahri.


"Abaaaaangggg! Mau Aqiqahan! Gak ada acara bikin adonan ya!" kesal Mama Risma.


"Eh enggak-enggak Ma! Lagian si Merpati dipercaya! Anak Mama tuh Abang atau si Boba sih!" kesal Fahri.


Mereka hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat kelakuan para bapak-bapak itu.


* * * * *


Maaf baru Up 🙏


Sukak gak ceritanya?


Maaf ya ngebosenin!


Dukung Author terus ya!

__ADS_1


Salam Rindu, Author❤


__ADS_2