Menanti Cinta Sang Abdi Negara

Menanti Cinta Sang Abdi Negara
S2 | Merpati is Back


__ADS_3

Hai.. hai.. haii... Rindu is Backkk ❤❤❤


Rindu siap menyapa kalian semua...


Rindu kangen komen kaliaaan...


Yuukkk ramaikan lagi kolom komentar 🥰🥰🥰🥰🥰


* * *


Ayah adalah panggilan untuk memiliki bahu terlapang. Tulang punggung terkuat dan pelindung terkokoh, meski tak pandai bicara cinta ataupun mahir mengurai airmata. Namun disetiap sujudnya, dia tak pernah lupa menyebut anak dan istrinya dalam do'a. Seorang Ayah pasti bakal rela melakukan apa saja demi anaknya. Meski tak terlalu tampak seperti layknya perjuangan seorang ibu, namun sejatinya perjuangan ayah banting tulang mencari nafkah juga samahebatnya.


Mirda mencoba menguatkan dirinya demi keluarga kecilnya, kini Ibam sudah sedikit lebih baik. Bayi berusia hampir 8 bulan itu kini sudah bisa membuka matanya dan memberikan senyuman manisnya, seolah pengobat luka hati kedua orang tuanya. Ibam masih betah dipangkun sang Ayah, "Anak Baba cepet sehat ya sayang, Baba mau ajakin Ibam main bola di Lapangan Batalyon," lirih Mirda mengecup pipi sang anak.


Elmira menyapu airmata yang lolos begitu saja, "Ibam pasti sembuh Baba, kan Ibam yang bakalan jagain Bubu sama Kakak Sweta kalo Baba pergi tugas nanti," ucap Elmira yang sekuat hati menahan tangisnya.


"Sini, Baba sama Ibam mau peluk Bubu! Kita kangen senyuman Bubu dan kangen omelan Bubu," Elmira menghampiri suaminya dan seketika memeluk keduanya dengan erat. "Apapun akan Bubu lakukan untuk kesembuhan Ibam, sekalipun Bubu harus mengorbankan nyawa," lirih Elmira.


MIrda menggelengkan kepalanya, "Kalian semua akan baik-baik saja, Baba akan menjamin seluruh kebahagiaan dan keselamatan kalian. Oh ya, sayang. Untuk seminggu ini, Baba akan sibuk cari uang untuk kalian. Baba ambil cuti selama satu minggu untuk mengurus usaha konveksi kita. InshaAllah bisa untuk biaya Rumah Sakit Ibam," ucap Mirda.


"Baba harus jaga kesehatan, jangan terlalu lelah. Untuk biaya pengobatan Ibam, Bubu masih ada sisa uang tabungan. InshaAllah cukup, jadi Baba jangan bekerja terlalu keras ya," pinta Elmira. Mendengar ucapan sang istri, Mirda hanya bisa menghela nafasnya panjang. "Dengerin Abang sekali ini saja, Abang gak akan pernah mengulangi ucapan Abang! Kita akan bawa Ibam ke Singapore, Abang harus mencari uang demi kalian. Jadi Abang mohon, dukung apapun itu yang menjadi keputusan Abang sebagai kepala rumah tangga ini! Lagian Abang perginya sama Alan dan Husain, jadi kamu jangan khawatir ya, sayang."


Kini Elmira hanya diam dan menyetujui apa yang akan dilakukan oleh suaminya. Lagi pula Mirda akan pergi bersama kedua adiknya, pikir Elmira.


Sedangkan di Kantornya, kini Alan baru saja menyelesaikan urusan perizinan Jet pribadi yang diatasnamakan keluarganya. 'Rempong Family' itulah tulisan yang ada di Jet pribadi keluarganya. Alan tidak ingin mengklaim itu miliknya, karena memang dia membelinya menggunakan uang yang dihasilkan oleh setiap usaha keluarganya. Pesawat Jet pribadi yang dibeli oleh Alan seharga kurang lebih satu triliun itu berjenis Bombardier Global 7500. Jet pribadi ini bisa menempuh jarak totl 7.700 mil laut atau 14.260 kilometer dengan kecepatan maksimum 981 kilometer per jam.

__ADS_1


Pesawat Jet ini termasuk salah satu pesawat dengan jarak tempuh terjauh sedunia. Didalamnya terdapat kemewahan ruang tamu yang luas, dapur berukuran penuh, suite khusus, tempat tidur permanen untuk beristirahat, shower berdiri, serta teknologi fly by wire. Pesawat ini memiliki konfigurasi 14-19  tempat duduk penumpan dan 4 kru. Mereka akan menggunakan Peswat Jet ini untuk pergi ke Rusia, Alan sudah menemukan toko yang tepat untuk menjual berlian-berlian milik sang Kakak.


Setelah mengambil cuti selama seminggu, kini ketiga laki-laki itu sedang berkumpul di kediaman Ayah Fahri. Mereka sudah bersiap untuk berangkat menuju Bandara. Husain yang belum mengetahui tentang berlian itu hanya mengikuti keinginan sang Kakak ipar saja. Mereka meminta izin sekaligus meminta do'a pada orangtua mereka, berharap urusan mereka akan dimudahkan dan akan segera selesai. "Abang mohon do'a dari Ayah dan Bunda, semoga semua urusan Abang di mudahkan jalannya. Dan Abang mohon izin juga untuk menitipkan keluarga Abang sama Ayah dan Bunda," ucap Mirda dengan menahan airmatanya.


Bunda Gisya merengkuh sang menantu, "Do'a kami semua akan menyertai kalian, berhati-hatilah dan pulang dengan selamat. Soal Elmira, Abang jangan khawatir. Kami akan menjaganya dengan baik," lirih Bunda Gisya.


"Ah elah, kaga suka nih kalo begini! Berasa mau pergi perang tau gak sih," kesal Alan. Dia pun berpamitan pada orangtuanya dan juga kekasihnya. Theresia tersenyum ketika melihat wajah Alan yang ditekuk. "Calon suami siapa sih, gumush banget deh!" ucap Theresia mencubit pipi Alan.


Alan hanya bisa menghela nafasnya, "Selama gue pergi, jangan pernah pergi kemana-mana tanpa didampingi. Ajak si Mail atau Ummi, ya. Jaga kesehatan kamu, aku cuman sebentar kok! Semuanya demi ketentraman dan kedamaian kita semua, biar Ibam cepet pulih dan kembali lagi jadi bayi menggemaskanku," ucap Alan membuat Mirda mencebik kesal. "Ck! kamu itu cuman dijambak doang pas lahiran, kan Abang yang bikin adonan. Jadi Ibam itu anak Abang."


"Allahu ya salam, iyalah anak situ! Entar liatin aja, gue punya anak sejenis si Ibam selosin!" kesal Alan. Theresia membulatkan matanya tak percaya, "Enak aja selosin! Lu kate gue mesin print sekali brojol bisa sebelas! Bikin sendiri, brojolin sendiri kalo mau punya anak sebelas!"


"Alamaaaakkk.......!" Alan menepuk jidatnya. Husain pun berpamitan pada istrinya yang kini tengah mengandung, "Tunggu Papoy pulang ya, baby. Nanti kita minta jatah sama Baba buat kamu sama Mamoy," ucap Husain mencium perut buncit istrinya itu.


Setelah berpamitan, kini mereka sudah berada di Bandara. Mirda dan Husain melongo melihat kemewahan dalam Pesawat Jet itu. Mereka akan melakukan perjalanan ke Rusia, tujuan mereka adalah menjual berlian itu kesalah satu produsen pembuat perhiasan. Alan sudah meminta bantuan beberapa rekan bisnisnya, dan ternyata mereka akan membeli 10 butir berlian itu. Maka dari itu ketiganya akan bertolak ke Rusia, yang memang terkenal dengan negara penghasil berlian terbesar di dunia.


Perjalanan dari Indonesia ke Rusia kurang lebih 14 jam dan mereka akan melakukan satu kali transit di Dubai. Meskipun menggunakan Pesawat Jet pribadi, tidak mengurangi keluh kesah Alan dan Husain. "Yaa Allah pinggang sakit banget! Padahal udah rebahan, udah jalan-jalan, udah salto tapi ini pinggang sakit banget!" keluh Alan.


"Tinggal debus kamu yang belum!" ketus Mirda yang bosan mendengar keluh kesah keduanya. "Terjun payung gitu gue, Bang! Gile aje, kasian anak sama istri dong dirumah. Noh, si Alan aja yang belom kawin suruh terjun payung," ucap Husain membuat Alan membulatkan matanya. "Wah kacau lu! Gue lempar juga lu, ini nih malesnya gue kalo bareng lu berdua! Kagak ada pembela gue," Alan yang merajuk menjadi hiburan tersendiri bagi Mirda dan juga Husain.


Setelah tujuh jam mengudara, mereka kini transit di Dubai. Mereka meregangkan sejenak otot-otot tubuh mereka yang terasa kaku. Husain dan Alan mengalami Jetlag, karena ini kali pertama mereka melakukan perjalanan jauh menggunakan pesawat. "Aduh mual banget perut gue, Bang!" keluh Alan yang sejak tadi bolak-balik kamar mandi. "Ck! katanya mau jadi sultan, baru begini aja udah mabok!" ledek Mirda.


Alan mencebik kesal, "Jangan mentang-mentang berlian lu banyak ye, Bang! Songong bener lu!". Mirda tertawa terbahak-bahak melihat raut wajah Alan yang memberengut kesal. Sedangkan Husain masih memegangi kepalanya yang terasa berputar, "Aduh sekalinya naik pesawat malah pertogi gue," keluh Husain dan mendapat toyoran dikepala oleh Alan. "Pertigo bodoh! Ah elah, baru naik pesawat aja malah jadi bego lu! Apa jadiinya kalo warga lu pada tau, hahahahaha!"


Sambil menunggu penerbangan, mereka menikmati secangkir kopi. Tidak lupa mereka mengabari keluarganya, kecuali Mirda. Sebab Elmira tidak mengetahui jika mereka pergi ke Rusia, ke kota asal dirinya dulu. "Maafin Abang, sayang. Semoga kamu bisa mengerti, yang Abang lakukan ini untuk kebaikan kalian," batin Mirda.

__ADS_1


Mereka kini sudah siap melakukan penerbangan kembali, kali ini ketiganya tertidur sangat pulas. Tanpa mereka sadari, sang merpatilah yang membawa pesawat mereka. Sebab keluarga mereka berharap jika keselamatan anak-anak mereka akan terjamin. Dengan sedikit selipan uang, maka ketiga penumpang itu tidak mengetahui pilot yang sesungguhnya.


Setelah 8 jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di Moscow yang merupakan Ibu kota Rusia. Sang merpati mencebik kesal ketika melihat ketiga penumpangnya itu belum juga terbangun, "Bangun! Bangun! Dasar tukang tidur! Udah sampe ini."


Alan mengucek matanya, "Ah elah, sebel amat gue! Gak disini gak disono, muka si Baba selalu gue liat tiap bangun tidur!" kesal Alan dan mendapat hadiah sebuah toyoran dikepalanya. "Heh! Anak durjanah lu! Untung bukan malaikat Izrail yang lu liat! Udah cepetan bangun!"


Ketiganya masih dalam proses pengumpulan nyawa, mereka terdiam sejenak lalu......... "Babaa.......!" teriak mereka bersama.


Baba Jafran mencebik kesal, "Ck! Kaya baru pertama kali liat orang ganteng aja! Dah lah males jumpa fans, sekarang bangun! Pegel semua badan Baba, kita cari hotel dan Baba mau hotel terbaik!" titahnya dengan tegas.


"Wow.... wow... wow.... Merpati is back!!" pekik Husain yang masih tak percaya. Sedangkan Alan hanya melongo, "Amazing sekali..! Calm down, Ba. Kita pergi bareng sultan, pasti kita cari penginapan terbaik," ucap Alan sambil menaik turunkan alisnya.


Sedangkan Mirda menghela nafas panjangnya, "Hufftt....Sakarepmu wae lah, yang penting urusan kita disini cepat selesai! Jangan lupa, setelah dari sini kita juga harus ke Singapore buat urus semua keperluan Ibam disana," ucap Mirda mengingatkan.


"Gue berasa jadi Menteri Luar Negeri kalo begini," ucap Husain sambil membayangkan sesuatu. Baba Jafran menepuk pundak sang menantu, "Baba sumpahin kamu jadi Menteri Luar Negeri! Biar bisa ajak Baba jalan-jalan ye!" ucap Baba Jafran sambil menaik turunkan alisnya. "Yaa Allah, gini amat punya mertua," batin Husain.


* * * * *


Semoga suka dengan ceritanya...


Jangan lupa loh buat Like, Komen, Vote dan Favorite 🥰🙏🥰


Dukung Author terus ya!


Salam Rindu, Author ❤

__ADS_1


__ADS_2